Ini 5 Pilar Atasi Stunting di Kuningan

JabarCeNNa.com, Kuningan - Stunting (gagal tumbuh) atau kurang gizi kronis yang kerap disebut gizi buruk telah menjadi masalah serius yang tengah dihadapi Indonesia. Pemerintah getol melakukan berbagai program pengentasan stunting terutama di daerah khususnya di Kabupaten Kuningan.

Strategi percepatan penurunan stunting adalah menekankan konvergensi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dengan sasaran 1000 HPK (hari pertama kehidupan) anak.

Secara umum, intervensi gizi spesifik diselenggarakan sektor kesehatan sedangkan gizi sensitif dilakukan sektor lain. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, H Raji saat Kegiatan Peningkatan Kapasitas TP PKK, Dharma Wanita dan Kader Posyandu Dalam Upaya Penanggulangan Stunting Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2019, di Prima Resort Kuningan, Selasa (10/12/2019).

Dikatakan Raji, Lima pilar percepatan pencegahan stunting diantaranya, Pilar 1 komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah, Pilar 2 kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, Pilar 3 konvergensi program pusat daerah dan desa, Pilar 4 ketahanan pangan dan gizi, dan Pilar 5 pemantauan dan evaluasi. 

Pilar ini menjaga dan menindaklanjuti komitmen Presiden dan Wakil Presiden tentang percepatan pencegahan stunting dengan mengarahkan, mengkoordinasikan, memperkuat strategi kebijakan dan target pencegahan stunting. Ungkapnya.


.Iwan