JABARCENNA.COM | Portal Berita Jabar Katanya

JabarCeNNa.com, Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap di sebuah kamar hotel di kawasan Slipi, Jakarta Barat, berikut seorang wanita dan barang bukti narkoba.


Penangkapan dilakukan tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

"Ya, benar (Andi Arief ditangkap)," ucap Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis, di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Idham terkesan irit bicara dan masih enggan mengungkap gamblang kasus ini, sehingga belum diperoleh data di hotel apa Andi ditangkap, dan apa saja barang bukti narkoba yang disita petugas dari kamar hotel yang ditempati Andi Arief.

Selain barang bukti narkoba, disebutkan polisi juga menyita alat hisap sabu dan korek gas. Saat ini Andi Arief diketahui mendekam di sel tahanan Polda Metro Jaya.


.poltak/tn

JabarCeNNa.com, Sumedang - Tiga pelajar asal Indramayu ditemukan tewas kedinginan di Pos 4 dekat puncak gunung Tampomas, Sumedang, Minggu, 3 Maret 2019.

Jenasah ketiganya pertama kali ditemukan pendaki lainya, namun saat itu belum diketahui identitas ketiganya.

Namun kemudian terungkap ketiganya adalah pelajar asal Indramayu.

Juru Bicara Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Joshua Banjarnahor menyampaikan, ketiga korban adalah Ferdi Firmansyah, 14, Lucky Parikesit, 14, dan Agip Trisakti, 15. 

Ketiganya diketahui berasal dari desa yang sama yakni, Blok Kuang, Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

"Para korban telah dievakuasi. Dengan demikian maka kami usulkan penutupan operasi SAR," kata Joshua di Bandung, Minggu (3/3).

Joshua menambahkan, diduga kuat para korban meninggal karena kedinginan atau terkena hipotermia. Tidak ditemukan tabda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban.

"Para korban adalah pendaki pemula. Meninggal diduga karena kedinginan atau hipotermia," jelas Joshua.

Joshua menyesalkan ketiganya nekat melakukan pendakian tanpa didampingi pendaki senior.

Diperingatkan Pedagang Kopi

Diperoleh informasi, ketiga korban pertama kali datang di Pos 1 pintu masuk dari Wisata Curug Ciputrawangi,  Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, pada Sabtu (3/3), sekitar pukul 13.00 WIB.

Kemudian, salah satu korban mengisi buku tamu dengan nama Lucky, sambil menitipkan srbuah sepeda motor Yamaha Jupiter Z Nopol E 5560 PAV.

Infornasi lain menyebutkan, ketiganya sempat mampir ke sebuah warung untuk minum kopi. Oleh pedagang kopi, Sahli, ketiganya sebenarnya sudah diperingatkan untuk tidak melakukan pendakian karena buruknya cuaca.

"Sekitar pukul tiga sore ketiganya minum kopi di warung saya. Saya sudah peringatkan untuk tidak mendaki karena cuaca buruk. Tapi ketiganya tetap nekat," tutur Sahil.

Ketiga korban ditemukan di tendanya di dekat Pos 4 dengan ketinggian 1500 DPL. Sedangkan ketinggian puncak gunung Tampomas adalah 1684 DPL.

Saksi Surya dan Sahroni, dua pendaki asal Bekasi yang oertama kali menemukan para korban, kebetulan hendak turun dari puncak. Ketika itu keduanya curiga melihat sebuah tenda yang posisinya miring. Ketika dihampiri dan dipanggil penghuninya, tidak ada yang menyahut.

Dan saat di longok ke dalam tenda, ditemukan tiga tubuh meringkuk kaku kedinginan mengenakan pakaian yang basah.

Hal ini kemudian dilaporkan kepada warga, dan selanjutnya dilaporkan warga ke Polsek Conggeang.

Tidak lama kemudian tim gabungan diterjunkan untuk mengevakuasi para pendaki pemula asal Indramayu tersebut.



.jamal/tn

JabarCeNNa.com, Purwakarta - Lima tewas, dalam kecelakaan maut saat sebuah mini bus jenis elf menabrak bagian belakang truk Fuso yang melaju di depanya,  di Jalan Tol Cipali KM 78, Purwakarta, Minggu, 3 Maret 2019, malam.

Sang pengemudi dan empat penumpangnya tewas dalam kecelakaan tersebut. Sopir dan 14 penumpangnya diketahui merupakan warga Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Korban tewas, sang sopir Hadi Kusno, 43,  dan empat penumpangnya masing-masing Istikoming, 48, Muhasim, 85, Muslikhah, 59, dan Sunardi, 45.

Sementara 10 penumpang lainya mengalami luka-luka baik ringan maupun sedang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres setempat, Ajun Komisaris Ricky Adipratama mengatakan, tabrakan terjadi diduga karena sopir mini bus mengantuk.

 "Sopir mini bus diduga kuat dalam keadaan mengantuk," ucap Ricky di kantornya, Senin (4/3).

Sementara itu, Kanit 9 PJR Tol Cipali Ditlantas Polda Jabar, AKP Azis Sarifudin mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.45 WIB, dan cuaca dalam keadaan hujan gerimis.

Dikatakanya, mini bus Elf bernomor polisi E-7027-KA yang dikemudikan Hadi Kusno meluncur dari Jakarta. Dan pada saat yang sama, di jalur yang sama, di depan Elf tersebut sedang melaju truk Fuso BE 9069 QC yang dikemudikan Sodikin, 44.

"Saat itu sedang turun hujan gerimis dan kebetulan kontur jalan lurus. Mungkin karena itu sopir elf jadi mengantuk, dan kebetulan kecepatan mobilnya lebih cepat dari truk Fuso yang di depanya sehingga terjadi kecelakaan," tutur Azis.

Kasus kecelakaan ini ditangani Satlantas Polres Purwakarta. 

Sedangkan para korban meninggal dan luka-luka oleh petugas dibawa ke RS MH Thamrin, Purwakarta.


.poltak/tn

JabarCeNNa.com, Bogor - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana merubah Taman Topi Kota Bogor menjadi alun-alun kota.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor, Agus Gunawan, di kantornya, akhir pekan lalu.

Agus mengatakan, sebenarnya pihak Pemkot Bogor juga sudah punya rencana revitalisasi Taman Topi menjadi kawasan terintegrasi sebelum ada wacana alun-alun dari Pemprov Jabar.

"Pemkot sudah membuat perencanaan untuk penataan, yaitu memadukan antara sejumlah bangunan di sekitar Taman Topi itu, yakni Stasiun Bogor dan Masjid Agung,” terang Agus.

Namun, karena Pemprov Jabar memiliki konsep sendiri tentang pembangunan taman  seluas 1,7 hektare yang terletak di Jalan Kapten Muslihat tersebut, maka nanti akan dibuat hamparan lapangan rumput seperti alun-alun di Yogyakarta.

 "Jadi idenya pada dasarnya, sejalan yakni ingin menjadikan Taman Topi sebagai alun-alun kota. Namun,  anggarannya nanti dari provinsi," jelas Agus.

Alasan memilih Taman Topi sebagai alun-alun kota karena letaknya yang strategis berada di pusat kota, dan juga karena lahannya yang luas.

"Lokasinya di pusat kota dan lahanya luas, itu alasan memilih Taman Topi," ungkap Agus.

Agus pun meyakini Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan alun-alun Kota Bogor itu akan selesai tahun ini, sehingga pembangunanya dapat dilaksanakan pada tahun 2020.

Agus juga menjelaskan, jika anggaran mencukupi, maka pada 2020 mendatang proyek tersebut bisa rampung. Namun jika DED proyek tersebut besar, maka pembangunannya akan dibagi dua tahap, yakni 2020 dan 2021.



.nur/tn
Diberdayakan oleh Blogger.