Mei 2020 | JABARCENNA.COM

Bupati Kuningan beserta jajaran 
JABARCENNA.COM | KUNINGAN - Pasca penerapan lockdown di Desa Cikaso selama lima hari lantaran ada kasus positif virus corona, kini Bupati Kuningan nyatakan Desa Cikaso Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan sudah sehat dan steril. 

Bupati Kuningan, Acep Purnama menyampaikan hal tersebut di depan masyarakat Desa Cikaso dengan didampingi Stap Ahli, Camat Kramatmulya, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, Kepala Desa, Tokoh-tokoh Masyarakat dan Karang Taruna. 

Dikatakan Bupati, Saat ini saya ingin menyampaikan kepada khalayak bahwa Desa Cikaso sudah sehat, Desa Cikaso tidak terjadi apa-apa di Desa Cikaso sudah steril, 'Ucap Acep Purnama, Minggu (31/5/2020) di depan balai Desa Cikaso. 

Oleh karenanya lanjut Acep, "dengan sudah sehatnya dan sterilnya Desa Cikaso, tidak ada yang mendikotomikan, atau yang mendiskriminasikan kepada siapapun juga" kata Acep 

Kepada perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan warga cikaso tolong terima kembali dan mempekerjakan kembali, aktivitas masyarakat desa cikaso harus optimis bahwa tidak ada diskriminasi diantara kita, tuturnya 

Kepada Desa-desa tetangga, kepada Desa seluruh Kabupaten Kuningan tolong, bahwa Desa Cikaso sudah dalam keadaan normal. Demikian dikatakan Acep Purnama. 

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan, sebanyak 12 warga Desa Cikaso dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani rapid test. Hal ini diperkuat dengan adanya surat pemberitahuan terhadap masyarakat desa setempat, atas penerapan lockdown hingga tanggal 19 Mei 2020.

Bahkan titik perbatasan antar desa dilakukan penutupan permanen menggunakan kayu maupun bambu yang terikat kuat sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Dampaknya, akses masuk desa hanya melalui satu pintu di tugu selamat datang Desa Cikaso. 

Penjagaan di akses masuk cukup ketat, tak sedikit mobil yang ingin melintas terpaksa memutar balik. Begitu pun pengendara motor, jika betul-tidak berkepentingan mendesak maka diarahkan untuk memutar balik. Tentunya hal ini diterapkan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 agar tidak meluas. 

Namun tidak hanya itu dampak diterapkan lokcdown atau karantina di Desa Cikaso, masyarakat desa cikaso merasakan stigma negatif, sehingga kehidupan sosial merasa terganggu dan kurang harmonis antar warga bahkan antar desa serta secara luas sehingga tidak sedikit warga cikaso yang dirumahkan dari pekerjaannya. 


.Iwan

Pelaksanaan rapid test di beberapa tempat
JABARCENNA.COM | KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan gelar  rapid test massal. Pelaksanaan rapid test tersebut dilaksanakan di beberapa titik di Kabupaten Kuningan, seperti di Pasar Baru Kuningan, Pasar Kepuh Kuningan dan Komplek Pertokoan Siliwangi tepatnya depan Kantor POS Kuningan.

Hal tersebut dilakukan guna memastikan kesehatan masyarakat kuningan dalam menghadapi masa PSBB transisi menuju New Normal

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH mengatakan "Saya kira ini sebuah transisi, tapi untuk menghadapi transisi ini, perlu untuk mengantisipasi langkah-langkah agar ada kepastian". Ucapnya, Sabtu (30/5/2020)

Lanjutnya, Hari ini kita lakukan 1000 rapid tes di semua wilayah Kuningan, sehingga kami bisa anggap sample yang bisa merata, selanjutnya nanti kedepan barangkali saya pun akan melakukan 1000 swab, untuk menentukan langkah-langkah apakah Kuningan dengan sample seperti ini bisa di gambar kan sebuah zona yang bisa aman, bisa di naikan hari ini biru menjadi hijau. Dan sesuai dengan pesan Pa Gubernur, jangan hari ini biru besok turun" tandasnya

Dipilihnya lokasi Pasar dan beberapa Pusat Pertokoan menurut bupati, dikarenakan pasar merupakan pusat pertemuan pendatang/orang-orang dari seluruh penjuru, "Insya allah ini menjadi sample kewilayahan, hari ini selain pasar kepuh ada juga pasar baru, pasar barat", Mungkin besok akan dilaksanakan di Luragung sampai Cibingbin, Ciawi keselatannya Darma, Kadugede, kemudian Cilimus, Kramatmulya dll" ucap Acep

Kapolres Kuningan turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan monitoring pelaksanaan rapid test covid. Hal serupa juga dilakukan Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda di Pasar Baru Kuningan, yang didampingi oleh Kepala Kopdagperin Kuningan dan Kalak BPBD Kuningan. Kemudian di titik lain di Komplek Pertokoan Siliwangi Kuningan, monitoring dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar,M. Si bersama Dandim 0615 Kuningan.

Dalam kegiatan monitoring tersebut sekaligus mengedukasi masyarakat agar tetap melakukan pola hidup bersih dan menerapkan protokol kesehatan covid-19(memakai masker, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, tidak berkerumun dll), diharapakan menjadi suatu kebiasaan yang harus diterapkan dengan disiplin . Bagi masyarakat yang terlihat tidak memakai masker, diingatkan dan diberikan pula masker untuk digunakan.


.DEDI J

Ketua DPC PKB Kuningan Ujang Kosasih
JABARCENNA.COM | KUNINGAN - Dalam melaksanakan kebijakan New Normal (kenormalan baru) Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan diminta untuk memperhatikan nasib Pondok Pesantren.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC PKB Kuningan Ujang Kosasih, saat memberikan keterangan persnya, Kamis (28/5/2020).

Ia meminta Pemerintah Daerah untuk memperhatikan nasib pondok pesantren (ponpes). Sebab kebijakan kenormalan baru yang bakal diterapkan, berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan di lingkungan ponpes.

“Kami minta kepada pemerintah daerah agar penerapan new normal ini dipersiapkan secara matang. Termasuk persiapan di pondok pesantren yang di dalamnya dengan fasilitas dan keterbatasan yang ada,” kata Ujang 

Dirinya menekankan agar pemda dapat mengalokasikan anggaran khusus bagi ponpes terkait persiapan menghadapi kebijakan new normal. Sebab banyak yang bakal kewalahan jika fasilitas penunjang protokol kesehatan Covid-19 tidak tersedia di masing-masing ponpes.

“Kita tahu bahwa pondok pesantren di Kabupaten Kuningan sangat banyak, kurang lebih 250 ponpes yang di bawah koordinasi Nahdlatul Ulama dan yang sudah berizin operasional dari Kementerian Agama sudah mencapai 175 lebih ponpes. Nah ini perlu disentuh oleh pemerintah daerah dalam menghadapi new normal,” tandasnya.

Jika new normal diterapkan, maka ponpes menyiapkan segala fasilitas penunjang untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Di sisi lain, fasilitas yang dimiliki ponpes selama ini masih banyak kekurangan.

Semua ponpes dengan keterbatasan yang ada saat menghadapi new normal, maka pengelola pondok harus menyediakan alat cuci tangan hingga masker bagi seluruh santrinya.

“Karena dalam kebijakan new normal ini, cuci tangan harus menjadi budaya, harus selalu pakai masker. Pertanyaannya, sudahkan pemda mempersiapkan hal itu khususnya bagi ponpes yang akan menghadapi new normal,” tanya Ujang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kuningan tersebut.

Sekali lagi, Ujang menekankan pemda untuk betul-betul memperhatikan semua ponpes agar memiliki fasilitas penunjang, dalam rangka menghadapi new normal dengan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga ada anggaran khusus yang diperuntukkan bagi ponpes, sebagai bentuk kesiapan saat menghadapi new normal, khususnya di lingkungan pondok.

Memang di ponpes ini, lanjut Ujang, luar biasa banyak santri yang datang dari berbagai daerah. Sementara fasilitas protokol kesehatan tidak terlalu mumpuni. Kemudian harus berhadapan dengan situasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi kami minta kepada pemerintah daerah agar pondok pesantren difasilitasi. Ini dalam rangka menghadapi kenormalan baru, dan siapkan sisi perekonomian ponpes dalam menghadapi new normal tersebut,” pungkasnya


.Dedi J/Rdr

Jubir Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Achmad Yurianto
JABARCENNA.COM | JAKARTA - Juru Bicara Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan hingga saat ini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan Covid-19.

Para ahli baik dunia maupun Indonesia masih bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan vaksin agar bisa segera digunakan.

“Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari Covid-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru,” kata Yuri Kamis (28/5/2020).

Menurut Yuri tatanan, kebiasaan, dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang kemudian disebut sebagai new normal.

Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Pihaknya berharap kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik.

“Siapapun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah, dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini, bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat,” kata Yuri.

Untuk merealisasikan skenario new normal, saat ini pemerintah telah menggandeng seluruh pihak terkait termasuk tokoh masyarakat, para ahli dan para pakar untuk merumuskan protokol untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali namun tetap aman dari Covid-19.

Protokol ini bukan hanya dibidang ekonomi, namun juga pendidikan dan keagamaan, tentu bergantung pada aspek epidemologi dari masing-masing daerah, sehingga penambahan kasus positif bisa ditekan.




.Infopublik/IY

Menag saat menerima kunjungan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI
JABARCENNA.COM | JAKARTA - Satgas Lawan Covid-19 DPR RI melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama, Kamis (28/5/2020).

Dalam kunjungan DPR RI tersebut diterima langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razi di ruang rapat Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat.

Rombongan Satgas Lawan Covid-19 DPR RI dipimpin Wakil Ketua DPR RI sekaligus Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan sejumlah anggota DPR RI dari lintas komisi, yang antara lain diantaranya yang hadir, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, Andre Rosiade, Habiburokhman, Wihadi Wiyanto, Bambang Haryadi, Charles Meikyansyah, Fauzi H Amro, Nabil Haroen, Sari Yuliati dan Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI Fuji Abdul Rohman tersebut, guna membahas kesiapan pemerintah menghadapi New Normal di Perkantoran dan Lembaga Pemerintah.

Dalam mengawali pertemuannya, Menag Fachrul Razi memaparkan lima langkah cepat Kementerian Agama dalam merespon tanggap darurat pandemi Covid-19, khususnya pada pembangunan bidang agama dan pendidikan 

Lima langkah cepat tersebut yakni: Pembentukan Tim Gusus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19, Pembangunan WA Center Kemenag Sigao Covid-19, Pencegahan Covid-19 di lingkungan Kemenag, Peminjaman gedung Asrama Haji Pondok Gede sebagai tempat isolasi sementara ODP dan PDP.

"Kelima penyedian dan pedistribusian obat-obatan ke RS Haji. Begitu juga dengan Penggunaan Dana Refocussing, Pelaksanaan WFH dan WFO, Pelaksanaan seleksi JPT dan JP Madya sesuai protokol, Sinergitas Program Pusat & Kanwil, Standar Biaya Pelaksanaan Anggaran dan Implementasi Protokol Kesehatan," kata Menag


.IY

Kegiatan Halal Bihalal secara Virtual
JABARCENNA.COM | SUKABUMI -Pemerintah Kabupaten Sukabumi gelar Halal Bihalal secara virtual, Rabu (27/5/2020). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami di Pendopo Sukabumi. Sementara seluruh unsur Perangkat Daerah dan Kecamatan mengikuti dari kantor masing masing. 

Selain dijadikan moment muhasabah diri, Halal bi Halal juga dijadikan evaluasi penanganan covid 19 karenanya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi turut hadir dalam kegiatan tersebut. 

Beberapa hal yang dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari strategi pelaksanaan lanjutan distribusi bansos hingga strategi dan kesiapan aparat dalam menanganan covid-19

H. Marwan Hamami mengatakan, evaluasi penanganan covid 19 untuk melihat kekurangan sebelumnya. Apalagi, di Bulan Juni mendatang sudah masuk ke tahapan perubahan atau new normal. "New normal ini harus disikapi . Sebab, tidak serta merta bebas melaksanakan berbagai aktifitas. Masyarakat bisa beraktifitas secara normal, namun harus menjalankan protokol kesehatan. Seperti tetap memakai masker dan menjaga jarak," ujarnya usai halal bihalal dan evaluasi penanganan covid secara virtual, Rabu (27/5/2020).

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus gencar melakukan upaya dan strategi dalam melawan corona

"Kita harus lakukan komitmen bersama untuk menyelamatkan masyarakat" tegasnya

Bupati berharap, masyarakat pun turut terlibat dalam upaya penanganan dasar seperti penggunaan masker, Selalu mencuci tangan dan menjaga jarak ketika berkomunikasi. 

H. Marwan Hamami juga meminta para ASN ikut terlibat diwilayah masing masing untuk mengkampanyekan dan mensosialisasikan penanganan covid

" Kita terus gencarkan sosialisasi. Bahkan hingga ke lingkungan RT. Kita dorong perangkat di daerah hingga melibatkan ASN," ucapnya 

Menurutnya, dengan tingginya kesadaran masyarakat, akan mempercepat proses penangggulangan covid 19. Maka dari itu, peran serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan untuk mengentaskan pencegahan covid 19.

"Mari bersama kita lakukan kerja ekstra keras untuk masuk ke tahapan new normal," ungkapnya 

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Iyos Somantri mengatakan, pemerintah telah melaksanakan PSBB. Bahkan batas akhir PSBB tahap kedua hingga 29 Mei mendatang. "Kita berharap akhir Mei atau awal Juni sudah memasuki tahapan new normal. Sehingga bisa menjalankan aktifitas secara biasa. Meskipun, tetap mengikuti protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat," terangnya.

Dalam tahap awal new normal, akan dibantu TNI Polri. Terutama dalam pendisiplinan masyarakat. "Nanti di pasar dan sebagainya akan ada TNI Polri untuk menegakan kedisiplinan," pungkasnya.


.Erik/Nenkli

Wakil Bupati Kuningan saat meninjau pengrajin sapu
JABARCENNA.COM | KUNINGAN - Dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi sektor ekonomi khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri kreatif di Kabupaten Kuningan.

Dampak tersebut mulai dari berkurangnya produksi, pengurangan jumlah karyawan, hingga yang terparah adalah berhentinya produksi yang pastinya berimbas pula dengan peningkatan jumlah pengangguran.

Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Kuningan, H. M. Ridho Suganda, SH., M.Si melakukan kunjungan langsung kepada para pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM yang ada di Desa Sarewu dan Desa Tarikolot, Kecamatan Pancalang, Rabu (27/5/2020) didampingi Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Kab.Kuningan, Sekretaris Kecamatan Pancalang, Unsur Forum Koordinasi Kecamatan setempat, serta perwakilan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kab. Kuningan.

Wakil Bupati Kuningan, H. M. Ridho Suganda sengaja melakukan kegiatan kunjungan langsung kepada para pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM, untuk mendengar langsung dari mereka dampak Covid-19 terhadap Ekonomi Kreatif dan UMKM di Kabupaten Kuningan agar dapat membantu memberikan solusi yang tepat untuk menyelamatkannya dari keterpurukan akibat Pandemik Covid-19 ini.

“Mereka harus kita bantu dan diselamatkan, Wabah Covid-19 membuat sektor ekonomi dan dunia usaha begitu terpukul, Kabupaten Kuningan butuh para pengusaha, terutama pengusaha UMKM, oleh karena itu kita harus menjamin mereka dapat terus melakukan usahanya agar ekonomi kita pun kuat, terlebih Covid 19 berdampak kepada keberlangsungan usaha mereka,” jelas Wabup.

Beberapa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri kreatif yang dikunjungi diantaranya adalah UMKM yang memproduksi Sapu, Serok Sampah, dan sikat botol.

Salah satu pelaku UMKM yang memproduksi sikat botol menyampaikan kepada Wabup dengan adanya Covid-19 sangat berdampak pada usahanya. Dikatakannya, hampir sebulan lebih ia tidak memproduksi karena terhambat bahan baku, hal tersebut membuatnya tidak memilki penghasilan.

Menanggapi hal tersebut, Wabup kuningan menyatakan sektor ekonomi khususnya para pelaku UMKM dan industri kreatif harus dibantu dan didorong bersama agar mereka tetap bisa bertahan di tengah kondisi Pandemik Covid-19 ini.

“Karena dampak dari Covid-19 ini akan mempengaruhi kegiatan-kegiatan ekonomi. Semoga kunjungan ini bisa menjadikan penyemangat bagi mereka semua, karena kita punya kewajiban mempertahankan geliat ekonomi untuk bisa menjadikan kuningan sesuai visi kabupaten Kuningan yang Maju, Makmur-Agamis dan Pinunjul,” pungkasnya. 

.Suradi

Bupati Kuningan mendampingi Dirjen PFM di Kantor Pos Kuningan 
JABARCENNA.COM | KUNINGAN, - Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dirjend. Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI melakukan monitoring penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Kuningan, Rabu (27/5/2020)

Bertempat di Kantor POS Kuningan, Bupati Kuningan, Sekda Kuningan, Kadinsos Kuningan dan Kepala PT. POS Kuningan ikut mendampingi monitoring tersebut.

Bupati Kuningan H. Acep Purnama,SH., MH menuturkan bahwa permaslahan ataupun kendala dalam penyaluran bansos terkait data selalu ada, akan tetapi Pemkab Kuningan terus berupaya untuk melakukan up date data sebaik mungkin, " by name by adress dengan melibatkan tingkat RT/RW setempat yang lebih mengetahui masyarakatnya secara nyata, kemudian untuk menghindari nepotisme. Dan untuk pelaporan data dengan membubuhkan atau membuat berita acara untuk pertanggung jawaban data yang akurat" ucap Acep.

Dirjend. Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Drs. Asep Sasapurnama, M. Si, mengatakan untuk permasalahan data ganda agar Pemkab memerintahkan Kepala Desa untuk mengubah KPM yang menerima bantuan sosial ganda, khusunya mengganti KPM BLT Dana Desa.

Menurut Dirjend. PFM hal ini dilakukan karena untuk penggantian KPM BLT Dana Desa relatif lebih mudah karena hanya melalui musyawarah desa/kelurahan untuk menetapkan KPM BLT Dana Desa dibandingkan mengganti KPM BST. Untuk penggantian KPM BST harus melalui sistem SIKS NG yang dikelola oleh Pusdatin Kessos, dimana data tersebut sebelumnya harus disahkan oleh Bupati/Walikota setempat. 

Pemkab Kuningan menyampaikan ucapan "terima kasih kepada Pemerintah Pusat, kepada Pak Presiden, Pak Menteri yang telah memberikan bantuan yang begitu terasa sekali manfaatnya melalui Kebijakan-kebijakan Program Pemerintah seperti BST, PKH dan lain sebagainya, sudah berjalan dengan baik penyalurannya juga tepat sasaran, by name by adressnya. 

Namun demikian memang masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki, dilengkapi" ucap Acep. 

Pemkab Kuningan juga akan mengusulkan, apabila ada data yang belum masuk kedalam program BST tersebut. 




.Dedi J

Tim evakuasi melakukan pengambilan jenazah korban
JABARCENNA.COM | BANJAR - Nasib naas menimpa pekerja penggali sumur di  Kota Banjar. 

Ahmad Taufik (56) warga lingkungan Margasari Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari Kota Banjar meregang nyawa di dalam sumur.

Berawal saat Ahmad bersama temannya Tato Irwanto (46) bekerja membersihkan sumur di salah satu rumah tepatnya di depan kantor Kelurahan Mekarsari. Saat itu Ahmad dan Tato melakukan pembersihan lumpuran sumur dengan menarik lumpur dari bawah keatas dengan menggunakan ember dan tali kerekan namun tali tersebut putus yang akhirnya menimpa kepala Ahmad dan mengakibatkan pingsan hingga akhirnya tewas di dalam sumur.

"Awalnya lagi bersihin sumur menggunakan ember dan tali tambang, pas tarikaan kedua tiba-tiba talinya putus dan ember yang isinya sampah itu menimpa korban yang mengakibatkan pingsan hingga akhirnya tewas". Kata Tato rekan kerja korban, Rabu (27/5/2020)

Sementara dikatakan Tim Evakuasi, Kejadian sekitar pukul 09.00 WIB dan berhasil di evakuasi oleh Tim gabungan dari BPBD, Rescue PMI dan Pemadam Kebakaran setelah memakan waktu 30 menit kemudian menunggu penyedotan air hingga agak surut.

"Kita lakukan evakuasi dengan hati-hati karena tempat nya agak sempit". Ujar Tim evakuasi

Polisi yang datang segera melakukan olah TKP hingga menanyakan ke beberapa saksi dan memasang garis polis line agar tidak menimbulkan kerumunan masyarakat yang banyak ingin melihat pengangkatan korban di dalam sumur.

Setelah korban berhasil di angkat di dalam sumur korban langsung di bawa ke RSUD kota Banjar untuk di lakukan visum.

.Tema

JABARCENNA.COM | BANDUNG - Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat memberikan angin segar kepada 656 guru Pesantren, Madrasah diniyah Takmiliyah, Pendidikan Al-Qur'an, Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren yaitu pencairan dana bantuan tunjangan/insentif yang langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan.

Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Bidang PD Pontren, H. Abubakar Sidik melalui telepon genggamnya, Jumat (22/5).

"Alhamdulillah, dari awal minggu ini bantuan tunjangan/insentif guru-guru sudah diproses sesuai dengan juknisnya. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan sebagaimanamestinya untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari," ungkap syukur Abubakar.

Ia mengakui bahwa pencairan insentif ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terutama Kementerian Agama untuk meningkatkan kesejahteraan para guru tersebut yang terkena dampak pandemi Covid-19.

"Situasi pandemi yang belum dapat dipastikan ini tentunya berdampak pada semua aspek kehidupan dan banyak para guru yang terkena dampaknya terutama guru non PNS, maka dari itu bantuan ini merupakan dukungan untuk para guru," tuturnya.

Menambah keterangan dari Kabid PD Pontren, Wildan Taufik, Kasi Sistem Informasi Bidang PD Pontren mengatakan bahwa insentif ini sudah ditransfer dari mulai Hari Selasa tanggal 19 Mei 2020 sampai Hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sudah hampir seluruhnya dapat insentif.

Mengenai sumber insentif ini, Ia memastikan bahwa bantuan tunjangan/insentif ini berasal dari APBN yaitu DIPA Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Barat tahun anggaran 2020.

.Hms/IY

Serat terima bantuan 100 paket sembako untuk marbot masjid
JABARCENNA.COM | BANDUNG - Dipenghujung Bulan Ramadan 1441H/2020M Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kementerian Agama RI yang diwakili oleh Kepala Pusat KUB, Nifasri, dan Plt. Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. A. Handiman Romdony, serta Ketua FKUB Jawa Barat, KH. Rafani Akhyar, menyerahkan bantuan 100 paket sembako bagi marbot masjid. Pemberian bantuan ini dilaksanakan di Ruang PTSP Kanwil Kemenag Jawa Barat dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Jumat (22/5/2020)

Kepala Pusat KUB,  Nifasri, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pemberian bantuan ini. 

"Pandemi Covid-19 merupakan musibah besar yang menimpa kita semua, tidak hanya dari segi kesehatan tetapi perekonomian juga terkena imbasnya. Maka dari itu dengan adanya pemberian bantuan paket sembako ini dapat meringankan beban saudara kita yang terkena dampak dari pandemi ini," terangnya.

Selain dampak fisik yang dialami oleh masyarakat, Ia juga menyoroti dampak psikis atau mental masyarakat akibat dari pandemi ini. 

"Dampak fisik masih bisa diobati, ekonomi masih bisa diperbaiki, tetapi pemulihan mental psikis masyarakat saat ini menjadi fokus utama kita sebagai pegawai Kementerian Agama," tuturnya.

"Peran tokoh agama menjadi garda terdepan untuk mengawal mental masyarakat agar kita semua bersama-sama secara sadar mau melawan virus ini. Apalagi agama selalu menjadi isu sensitif di tengah Pandemi Covid-19 dengan anjuran beribadah di rumah saja," tegasnya.

Kembali Ia mengingatkan bahwa sebentar lagi Salat Ied akan dilaksanakan dan pegawai Kementerian Agama memiliki kewajiban untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai panduan dan tata cara ibadahnya.

Ditempat yang sama, dikatakan Plt. Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. A. Handiman Romdony, mengucapkan terima kasih kepada PKUB dan FKUB Jawa Barat yang sudah bersama-sama memberikan bantuan paket sembako kepada marbot masjid.

"Alhamdulillah, sampai saat ini Kanwil Kemenag Jabar sudah 3 kali memberikan bantuan kepada mitra kerja Kementerian Agama. Memang diakui jumlah bantuan yang diberikan belum bisa mememenuhi jumlah keseluruhannya, tetap sedikit demi sedikit kami berusaha menjangkau semuanya," jelasnya.

Ia berharap dengan bantuan paket sembako yang sudah diberikan dapat membantu mitra kerja Kementerian Agama yang terkena dampak Pandemi Covid-19. 

Rafani Akhyar yang juga mengambil bagian pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersyukur Forum Kerukunan Umat Beragama dilibatkan dalam penanganan Covid-19 sehingga dapat memperoleh informasi mengenai dampak Covid-19 terhadap praktisi agama dan keagamaan seperti guru mengaji, marbot masjid, penceramah, dan lain-lainnya.

"Pemberian bantuan ini bukan hanya sekedar meringankan saja tetapi ini adalah bentuk dari solidaritas kemanusiaan bahwa kita mampu bersama-sama menghadapi dan melawan Pandemi Covid-19 ini," tukasnya.

.Hms/IY

Foto bersama usai pemberian bantuan APD
JABARCENNA.COM | SUKABUMI - Dandim 0607/Kota Sukabumi dan Yayasan Budhis Tzu Chi beri Bantuan sosial Penanganan Covid 19. Jumat, (22/05/2020)

Bertempat di RSUD. R. Syamsuddin SH, Jln RS No.1 telah dilaksanakan pemberian bantuan penanganan covid 19.

Komandan Kodim 0607/ Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo,M.I Pol dan Yayasan Budhis Tzu chi memberikan bantuan untuk Penanganan Covid 19 kepada RSUD. R. SYAMSUDIN SH.

Adapun dalam kegiatan tersebut Dandim 0607/Kota Sukabumi dan dr. Lilih (koordinator Yayasan Budhis Tzu chi ) yang menyerahkan bansos dan diterima langsung oleh dr Bahrul (direktur RSUD R. Syamsudin,S.H).

Hadir dalam Kegiatan tersebut, Kasdim dan staf, dr. Lilih ( koordinator Yayasan Budhis Tzu chi ), Team yayasan Budhis Tzu chi, Dr Bahrul ( direktur RSUD ) dan staf.

Adapun bantuan sosial yang diberikan Antara lain Pakaian APD sebanyak 100 pcs,

Glove sebanyak 200 pcs, Shoe cover 200 pcs, Masker 2.000 pcs, Desinfektan wipes 2 dus dan Face shield. Semoga bantuan ini Memberikan semangat Moril kepada para petugas Medis yang menangani Pasien Covid 19. "pungkas Dandim.


.Suhendi

Kadishub Jabar melakukan pengecekan pospam perbatasan Jabar-Jateng
JABARCENNA.COM | BANJAR - Dalam tugas rutin setiap tahun melakukan peninjauan langsung ke titik pospam, kali ini memang berbeda dalam tugas tahun lalu, dimana setiap pospam wajib ada penyekatan kendaraan bagi para pemudik. Kamis (21/5/2020)

Hery A, selaku Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat beserta jajarannya melakukan pengecakan ke tempat pospam perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah, dan disambut oleh wali kota Banjar beserta kepala dinas perhubungan kota Banjar.

"Dalam rangka PSBB, Dan larangan mudik serta memang tugas rutin setiap tahun kami selalu memantau titik cek poin". Ujar Hery

Dalam pengamatan secara visual kadishub Provinsi Jawa Barat masih jauh di bandingkan dengan tahun lalu arus lalu lintas turun sekitar kurang lebih 70%, tetapi mendekati hari raya lebaran grafik nya mulai meningkat lagi.

"Tetapi karena titik ini utamanya untuk penyekatan kendaraan maka konsentrasi nya bukan seperti posko mudik tahun lalu dengan konsentrasi pada arus lalu lintas, kelancaran lalu lintas". Pungkasnya

Selain itu juga kadishub Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan yang berasal dari pemerintah provinsi jawa barat kepada petugas yang berjaga di pospam cek poin berupa Alat Pelindung Diri.

"Selain melakukan peninjauan Saya juga ingin menyampaikan bantuan dari pemerintah provinsi untuk digunakan petugas yang ada disini". Tambahnya

Untuk di Kota Banjar sendiri tidak ada penambahan titik posko karena akses untuk melintas ke Provinsi Jawa Tengah sangat terbatas.


.tema

Pemberian bantuan dan tali asih dari Lanud Wiriadinata
JABARCENNA.COM | TASIKMALAYA - Komandan Lanud Wiriadinata Letnan Kolonel Nav Ali Sudirman Pasaribu S.H, didampingi oleh Ketua PIA Ardhya Garini Cab 7/D.l, Ny Erwina Ali Sudirman Pasaribu Lanud Wiriadinata melaksanakan kegiatan baksos ke Panti Sosial Asuhan Anak Syubbahana Wathon yang di Pimpin oleh Ustad Dede Abdul Muiz yang beralamat di Jl. Sutisna Senjaya linkung Cikalang Kecamatan Tawang Kota tasikmalaya, Rabu (20/5/2020).

Dalam kegiatan ini Danlanud Wiriadinata bersama Ketua PIA dan HDCI Kota Tasikmalaya memberikan bantuan 1000 sembako dan tali asih dari Lanud Wiriadinata.

Dalam sambutannya Danlanud Wiriadinata menyampaikan kegiatan ini dalam rangka silaturahmi HDCI kota Tasikmalaya kepada adik-adik di Pesantren dalam Bulan Suci Ramadhan, ucapnya.

Dalam kegiatan ini HDCI kota Tasikmala memberikan 1000 sembako kepada warga masyarakat dan kebetulan yang di berikan kepada Syubhana Waton sebanyak 50 paket sembako dan di tambah dari Lanud Wiriadinata untuk adik-adik sebagai tali asih, jelasnya

"Kegiatan ini tadinya untuk membangun MCK di Pesantren tetapi kondisinya tidak memungkinkan kegiatan ini di delay sampai waktu yang belum ditentukan, nanti akan ditentukan dikemudian, ucap Komandan Lanud Wiriadinata.

Dalam kesempatan ini Ustad Dede Abdul Muis sebagai ketua pondok Pesantren mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Danlanud Wiriadinata beserta Ketua PIA Ardhya Garini Cab,7/D.l Lanud Wiriadinata semoga sukses di jalan yang benar dan dilindungi Allah SWT, semakin kokoh kesatuan dan persatuannya, kekuatan dalam diri personil dibarengi pertolongan Allah SWT, dan HDCI Kota Tasikmalaya yang telah memberikan bantuan sosial semoga sukses selalu.


.Tema

Ijen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi meninjau Pos Pam Operasi Ketupat Lodaya 2020 di wiliyah Hukum Polres Banjar
JABARCENNA.COM | BANJAR - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Ijen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi meninjau Pos Pam Operasi Ketupat Lodaya 2020 di wilayah Hukum Polres Banjar, Cijolang perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah, Mekarharja, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat. Rabu (20/5/2020)

Kapolda Jabar didampingi Karo OPS Polda Jabar, Dir Lantas Polda Jabar dan Dir Sabhara Polda Jabar tiba di Kota Banjar menggunakan Helikopter dari Bandung Jawa Barat, setelah sebelumnya singgah terlebih dahulu di Karapucung dan Kabupaten Pangandaran. Helikopter yang membawa Kapolda landing dan take off di Lapangan Mangkalana Digjayana Markas Yonif Raider 323/Buaya Putih Kostrad, Purwaharja, Kota Banjar. 

Ia juga mengapresiasi tentang kesiapan pemerintah kota Banjar dalam menangani pandemi Covid-19 ini." Saya apresiasi pemerintah kota Banjar dalam kesiapan untuk menangani Covid-19". Ujar Brigjen. Pol. Akhmad Wiyagus

Terkait larangan untuk melakukan mudik, Kapolda menuturkan bahwa pihaknya telah meminimalisir orang untuk mudik. 

Dimana apabila memaksa untuk mudik, khususnya di Kota Banjar maka akan dilakukan karantina di Gelora Banjar Patroman.

"Kepada masyarakat yang akan mudik, Pemerintah sudah melarang mudik, sayangilah keluarga. Kalau bisa tidak mudik, kenapa harus mudik. Dengan tidak melakukan mudik, mudah-mudahan wabah pandemi ini bisa selesai". Katanya

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jabar beserta rombongan melakukan pengecekan para personel yang bertugas di Pos Pam Perbatasan Jabar-Jateng. Selain itu, Kapolda juga secara simbolis memberiakan bantuan paket sembako dan bantuan tunai kepada warga terdampak Covid-19 di Kota Banjar.

.Tema

Bantuan Sosial Tunai  (BST), Foto : Ilustrasi
JABARCENNA.COM | KUNINGAN -Ratusan Warga Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, masuk dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial warga terdampak Covid-19. 

Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 600.000 yang diperuntukan bagi warga yang terdampak covid yang berada di wilayah Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan untuk tahap pertama hanya bisa menerima bantuan BST Kemensos sebesar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu saja. 

Hal tersebut dikarenakan adanya keinginan dari masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan sehingga pihak Desa Sampora melakukan pemerataan bantuan terhadap penerima manfaat. 

Sekdes Sampora, Dedi Heriyadi
Sekertaris Desa Sampora, Dedi Heriyadi saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (19/5/2020) pihaknya membenarkan hal tersebut. 

Menurut Dedi, Pencairan tahap pertama itu sudah dilakukan tetapi memang masih ada yang belum bisa ke ambil, ucap Dedi 

Untuk tahap pertama dibagikan kepada penerima manfaat di tiap dusun masing-masing yang berada di 5 Dusun seperti dusun manis, dusun pahing, dusun pon, dusun wage dan kaliwon. 

Untuk penyalurannya pun mengundang pihak Kantor Pos untuk membagikan di desa setempat. 

Namun karena banyaknya keinginan masyarakat yang ingin menerima bantuan maka pihak desa memberikan sosialisasi sebelumnya kepada warga guna terciptanya penerima manfaat secara merata sehingga diberlakukannya pemerataan, tutur Dedi 

Penerima manfaat BST Kemensos yang ada di Desa Sampora itu hanya berjumlah 120 KK, sangat jauh dari usulan yang di ajukan pihak desa dengan jumlah 1.345 KK. 

Lanjutnya, belum lagi ada yang meninggal sebanyak 15 orang dan orang yang lagi dalam posisi merantau juga ada sebanyak 5 orang pada dasarnya yang disebutkan tadi tidak mempunyai ahli waris dalam satu KK maka sangat sulit untuk dibagikan, terangnya 

Mengenai pemerataan tadi, kata Dedi, "pihak desa melakukan program kebersamaan dengan cara berbagi dari sejumlah nominal yang diterima sebesar Rp.600 ribu untuk dibagi menjadi 3 (tiga) atau 2 (dua) pemanfaat. jadi penerima manfaat mendapat uang hanya 300 ribu dan 200 ribu, itu pun kalau penerima manfaat yang pertamanya tidak mau untuk dibagi maka kita tidak memaksa", ujarnya 

Ia menambahkan, hal tersebut dilakukan atas musyawarah dan sosialisasi sebelumnya dari pihak desa kepada masyarakat, serta BPD dan LPM pun mendukung hal tersebut. 

"kita lakukan kebersamaan ini hanya untuk bantuan Kemensos dan rencananya dari Dana Desa pun akan sama seperti itu" Ucap Dedi 

Pihaknya berharap kedepan untuk bantuan warga terdampak covid, minimal dikala ada pemberdayaan bantuan ini di harapkan data akurat sesuai dengan apa yang di janjikan. "mungkin bantuan ini mungkin saja berkah bagi yang menerima atau musibah bagi kami atau perangkat desa". pungkasnya 


.Iwan/Suradi

Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamudji, S.Ip

JABARCENNA.COM | BANJAR - Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamudji, S.Ip saat di temui di rumahnya, Minggu (17/5/2020) sore. Pihaknya menanggapi tentang penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang dilaksanakn sejak tanggal 6 Mei 2020 lalu, ia menilai PSBB di kota Banjar hanya sebatas seremonial saja. 

Tidak hanya itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamudji juga meminta Pemerintah Kota Banjar agar melakukan evaluasi penerapan kebijakan PSBB di kota Banjar terlebih pemerintah berencana akan memperpanjang pemberlakuan PSBB tersebut.

"Saya melihat PSBB pertama ini kurang efektif sehingga harus banyak melakukan evaluasi, sehingga tidak tahu dimana kekurangan penerapan PSBB", Ujar Tri.

Ia juga menambahkan Pemerintah kota Banjar harus lebih Komperhensif dalam penanganan Covid-19, seperti kesiapan dalam bidang Kesehatan dan Ekonomi karena dengan demikian masalah yang terjadi pada saat penanganan bisa teratasi, ucapnya

Penerapan PSBB di tahap kedua nantinya perlu menerapkan sanksi didalam aturannya, supaya masyarakat bisa lebih mengikuti aturan dan kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah dijalankan dan dilaksanakan secara disiplin.

"Diperlukan sanksi supaya mempunyai rasa disiplin untuk tetap melaksanakan PSBB tahap kedua, namun juga perlu memperhatikan masyarakat saat mengikuti aturan tersebut". ujarnya

Namun sebelum diterapkannya sanksi tegas bagi yang melanggar kebijakan saat diterapkan PSBB tahap kedua, pemerintah kota Banjar harus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan baik, agar kebijakan PSBB ini tidak dianggap main-main. Demikian dikatakan Tri


.Tema

Bupati Kuningan, Sekda beserta Kepala Dinas Pendidikan saat penyerahan bantuan
JABARCENNA.COM | KUNINGAN - Kepedulian terus mengalir dari berbagai komponen yang ada di Kabupaten Kuningan di masa Pandemi Corona saat ini. Kini kepedulian dari seluruh ASN Kabupaten Kuningan, diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Kuningan, di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Senin (18/05/2020). 

Hadir dalam kegiatan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Jajaran Pengurus DP. KORPRI Kabupaten Kuningan dan para Perwakilan Penerima Bansos .

Menurut Sekda Kuningan yang juga merupakan Ketua DP. KORPRI Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si mengatakan donasi kali ini merupakan kali kedua dari KORPRI, dimana yang pertama merupakan donasi dari para Pengurus. 

Kini donasi dari seluruh Aparatur Sipil Negara Kabupaten Kuningan yang berupa sembako dan masker, dengan jumlah donasi secara keseluruhan sebanyak 5.417. Bantuan diberikan kepada sektor pariwisata (kompepar), para Petugas Parkir, Pemulung, Pasukan Kuning, tenaga honorer/Guru Honorer/non ASN. Sekda berharap agar senantiasa bersabar dalam menghadapi situasi saat ini dan wabah pandemi segera berakhir.

Sementara itu dalam arahannya Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH menuturkan, acara ini berangkat dari kepedulian. Saat ini kita semua sedang dalam masa keprihatinan dengan merebaknya virus corona. 

"Saya menyambut baik kegiatan ini, dibutuhkan kesolehan sosial terhadap sesama, kesolehan sosial dari setiap individu untuk berbagi. Apapun status kerjanya baik itu tenaga honorer atau apa pun istilahnya, Saya melihat karya nyata pembangunan di Kabupaten Kuningan tidak akan bisa berjalan tanpa peran Bapa/Ibu semua yang hadir mewakili saat ini."ucap Bupati. 

Dimasa pandemi seperti sekarang, semua pekerjaan mengandung resiko, Bupati meminta untuk tetap semangat dan menjaga diri serta menerapkan protokol kesehatan covid. Lebih lanjut Bupati mengatakan "yang terpenting adalah dalam bantuan sosial ini atau bantuan lainnya, yang memberi ikhlas dan yang diberi juga harus ikhlas" pungkasnya.

.Dedi J

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kuningan saat memberikan bantuan secara simbolis

JABARCENNA.COM | KUNINGAN,- Menghadapi situasi Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah di tengah pandemi Covid-19, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH., MH bersama Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, S.I.K melakukan monitoring rekayasa arus lalu lintas di sepanjang Jalan Siliwangi, Minggu (17/5/2020).

“Hari ini saya sedang melihat di lapangan untuk merekayasa arus-arus lalu lintas, lalu merekayasa kantong-kantong parkir baik sepeda motor maupun mobil sedang kami rekayasa,” tutur Bupati.

Untuk menghindari kepadatan lalu lintas menjelang hari Raya Idul Fitri mendatang, dikatakan Bupati, Pemkab Kuningan bersama Polres telah menyediakan beberapa lahan parkir kendaraan. Menurutnya, hal itu dilakukan supaya kendaraan tidak parkir memenuhi badan jalan shingga akan menimbulakn kemacetan.

“Perlu saya sampaikan, kami menyediakan Pendopo Kabupaten Kuningan untuk dijadikan tempat parkir, Lapang Pandapa Paramarta itu pun boleh untuk tempat parkir, taman kota boleh untuk tempat parkir. Sehingga tempat parkir ini tidak memenuhi tidak memakan badan jalan untuk yang lewat. Jadi nanti mulai besokm(red_Senin 18/5/2020) kita lakukan di jalur jalan ini tidak ada yang parkir,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik mengemukakan, ditengah situasi pandemi Covid-19, pemerintah dan seluruh unsur terkait saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang merupakan salah satu langkah dalam memutus penyebaran mata rantai Virus Corona atau Covid-19. Untuk itu Kapolres Lukman meminta, menjelang lebaran Idul Fitri masyarakat tetap dapat melaksanakan dan mentaati segala anjuran pemerintah dalam penerapan PSBB tersebut.

“Pemberlakuan PSBB ini kembali lagi ke kesadaran masyarakat, kesadaran kita semua untuk melaksanakan aturan PSBB yang telah dibuat oleh pemerintah, baik secara perorangan jaga jarak fisik, atau secara sosial. Semua aturan yang dibuat kalo kita laksanakan bersama dengan disiplin Insya Allah kita bisa memutus rantai penyebaran virus ini terutama menjelang lebaran yang paling kita khawatirkan,” ungkapnya.

Selanjutnya Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tinggal dirumah jika tidak punya urusan penting, saling menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta selalu menggunakan masker jika keluar rumah.

“Jadi kalau ada warga yang keluar rumah dan ke tempat-tempat umum tidak menggunakan masker akan di suruh kembali ke rumah, ambil masker nya , gunakan masker nya, kemudian akan membubarkan aktifitas bergerombol ataupun kalau memang tidak bisa di bubarkan harus menggunakan jarak protokol kesehatan,” pungkasnya.

.Dedi J

Baksos Ormas FPI
JABARCENNA.COM | BANJAR - Ormas Islam FPI menggelar Bakti Sosial dengan membagikan nasi bungkus kepada masyarakat yang melintas di jalan Alun-alun kota Banjar. Minggu (17/5/2020)

Kegiatan tersebut akan rutin di adakan selama bulan Ramadhan dan akan berlanjut hingga hari terakhir Ramadhan, sebanyak kurang lebih 40 nasi bungkus di bagikan kepada warga yang melintas.

"Kami dari mantan preman insya alloh siap didepan, dari segala bentuk amal, semoga walaupun dari mantan preman insya alloh perbuatan kami tulus walaupun faqir dalam ilmu, tapi berusaha keras untuk mengamalkan dari setiap pelajaran yang dari para tuan guru ajarkan". Ujar Utang

Ia menambahkan bahawa dalam kegiatan tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak aman.
Kita sambil mengingatkan warga untuk memakai masker dan penting nya social distancing". Katanya

Ormas FPI juga mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah membantu dalam kegiatan pembagian dan bakti sosial tersebut.

"Kami ucapkan terimakasih kepada yang sudah ikhlas membantu dalam segala hal untuk berlangsung nya kegiatan ini". Tandasnya

.Tema

Paguyuban Motor Banjar Patroman 
JABARCENNA.COM | BANJAR - Paguyuban Motor Banjar Patroman (PMBP) yang di ketuai oleh Deden mengadakan acara bakti sosial dengan membagikan sembako kepada tukang becak di kota Banjar. Minggu (17/5/2020)

Kegiatan rutin setiap bulan ramadhan dengan titik kumpul bertempat di halaman pendopo Kota Banjar, perwakilan dari 55 club motor membagikan dengan berkeliling.

"Kurang lebih sebanyak 82 sembako dibagikan kepada para tukang becak dikota banjar ini". Ujar Dadan

Kita sebagai bikers dituntut untuk mempunyai jiwa sosial dan solidaritas yang tinggi karena dana yang sekarang juga berasal dari iuran anggota PMBP.

Ia juga menambahkan bahawa tidak hanya di bulan ramadhan saja mengadakan acara bakti sosial seperti ini kedepannya pasti akan ada acara lain yang akan di selenggarakan.

"Harapannya semoga kegiatan ini menjadi tradisi yang tidak pernah berhenti dan terus dilakukan meskipun dalam keadaan apapun". Ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut dipriositaskan kepada tukang becak yang berada disekitar tempat kopdar karena pasti masih ada yang belum terdata oleh bantuan sosial dari Pemerintahan. Jelasnya

.Tema

JABARCENNA.COM | BANJAR - Dalam rangka menekan penyebaran virus Covid-19 Tim Gugus Covid bersama Dinas Kesehatan melakukan rapid tes yang di laksanakan di lingkungan pasar kota Banjar sebanyak kurang lebih 250 alat rapid tes Covid-19 disediakan untuk di dua tempat yaitu Pasar tradisional dan Swalayan, Minggu (17/5-20)

Dalam kegiatan ini hadir Wali kota Banjar Drs. Hj Ade Uu Sukaesih, Wakil Walikota Banjar H Nana Suryatna, Sekda kota Banjar Ade Setiana,Kadinkes kota Banjar H Herman, Kabid Perdagangan Mamat, Bhabinsa, Bhabinmas. 

Pengecekan kesehatan rapid tes terhadap pedagang dan pembeli dilakukan secara massal dan acak. Tidak hanya di lingkungan pasar tetapi di Swalayan pun rapid tes dilakukan secara acak dan masal dikarenakan pusat perbelanjaan yang mengundang banyak sekali kerumunan masyarakat, ujarnya

"Kita lakukan rapid tes acak guna mengetahui di pusat perbelanjaan yang banyak kerumunan". Ujar HJ Ade Uu Sukaesih

Selain melakukan pengecakan kesehatan juga wali kota Banjar menghimbau kepada pedagang dan pembeli agar selalu disiplin menggunakan masker dan mencuci tangan serta menjaga jarak aman.

"Pakai masker nya kalo gak pakai masker jangan berani keluar rumah". Ujarnya kepada salah satu pengunjung

Hasil nya ada dua orang yang Reaktif terpapar virus Covid-19 satu orang pedagang di pasar dan satu orang karyawan Toserba Yogya dalam hal itu Wakil Wali Kota Banjar H. Nana Suryana mengadakan rapat internal dengan manager terkait guna mengantisipasi penyebaran lebih luas lagi.

"Saya akan mengadakan rapat internal dengan manager Yogya Banjar guna langkah kedepannya untuk memperkecil penyebaran virus Covid-19, kemungkinan akan ada penutupan". Pungkas H. Nana Suryana

Saat di wawancara manager Yogya Banjar pun tidak keberatan jika memang harus Ada penutupan toko Karena dengan alasan untuk keselamatan semua karyawan lain serta masyarakat.

.Tema

Perwakilan Akademisi Kuningan saat melakukan diskusi di ruang Sekda 
JABARCENNA.COM | KUNINGAN, - Perwakilan akademisi yang berada di Kabupaten Kuningan melakukan diskusi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Jum'at (15/05/2020)

Beberapa perwakilan akademisi tersebut diantaranya, UNIKU, STIKKU, Nurul Iman beserta perwakilan akademisi lainnya berkumpul  di ruang Kerja Sekda Kabupaten Kuningan.

Dalam pembahasan diskusi tersebut membicarakan tentang keprihatinan dan kecemasan bersama dalam permasalahan coronavirus disease (penyakit virus corona).

Kapan berakhirnya pandemi covid 19 ini nyatanya menjadi pertanyaan semua orang.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si, bahwa pandemi covid yang kita hadapi saat ini menyebar dengan sangat cepat, area penularan sangat luas, sementara sarana kesehatan tidak seimbang. 

Tidak hanya itu saja ketersediaan vaksin lambat, sementara begitu banyak orang mengharapkan adanya vaksin. Dampak nya pun begitu luar biasa, tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, akan tetapi mempengaruhi seluruh aspek sosial, ekonomi dan budaya, bahkan dapat memicu resesi global.

Perihal permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa pandemi saat ini, Sekda pun mengungkapkan, Meski Pemerintah telah berupaya dengan berbagai langkah strategis untuk meminimalisir penyebaran virus corona adalah keacuhan terhadap PSBB/social distancing, ketidakdisplinan warga (bermasker, cuci tangan), data penerima bansos yang tidak tepat, adanya penolakan tenaga medis dan penolakan jenazah yang terpapar positif covid, ungkap Sekda Kuningan.

Saat ini kebijakan tentang ketahanan sosial di Kabupaten Kuningan sudah digulirkan, diantaranya bantuan dari Pemerintah Pusat , bantuan dari Pemprov Jabar, bantuan dari Pemkab Kuningan, kepedulian dari komunitas-komunitas dll.

Sampai saat ini secara keseluruhan di Indonesia, data kenaikan kasus positif covid-19 belum melandai. 

"untuk meminimalisir penyebaran tentu diperlukan peran aktif semua pihak (Pemerintah, akademisi, pebisnis, media, dll) sebagai Modal Sosial Kolaboratif karena jika bersama kita pasti bisa",ucapnya

Lanjutnya, peran kunci akademisi atau perguruan tinggi, civitas akademika di Kabupaten Kuningan,  menurut Dian, "Dimana akademisi berperan sebagai duta literasi untuk melawan covid-19, akademisi sebagai pengawal data kemiskinan dan kesesuaian bantuan, akadmisi sebagai inisiator budaya baru masyarakat yang lebih siap menghadapi wabah serta akademisi sebagai penggerak kebangkitan ekonomi Daerah pasca covid-19" ungkapnya.


.Iwan

Wakapolda Jabar, Walikota Banjar, Kapolres Banjar saat mengecek Kesiapan Operasi Ketupat Lodaya di Pos Pam Terpadu Maonah

JABARCENNA.COM | BANJAR - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigjen Pol. Drs. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., melakukan pengecekan kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2020 di Pos Pam Terpadu Maonah, Cipadung, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat. Jumat, 15 Mei 2020.

Kedatangan Wakapolda beserta rombongan disambut langsung oleh Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel., M.M.D.S., Ketua FKUB Kota Banjar, KH. Iskandar Efendi dan para pejabat utama Polres Banjar serta petugas gabungan yang berjaga di Pos Pam Terpadu Maonah.

Kapolres Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi Yulian Perdana, S.I.K., menuturkan, ini merupakan kunjungan pengecekan terkait penerpan PSBB di Kota Banjar dan memantau pengecekan serta kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2020 di wilayah Hukum Polres Banjar.

Pengecekan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jabar, Brigjen Pol. Drs. Akhmad Wiyagus.

"Jadi tadi Wakapolda dan rombongan ada dua hal yang dilakukan secara bersamaan di Kota Banjar. Pertama pengecekan penerapan PSBB, dan pemantauan situasi menjelang Idul Fitri dalam Operasi Ketupat Lodaya 2020 tingkat Polres Banjar," ujar Kapolres Banjar seusai kunjungan Wakapolda di Pos Pam Terpadu Maonah.

Untuk penerapan PSBB, Kapolres menjelaskan, di Kota Banjar telah menyiapkan sembilan titik penyekatan. Dari sembilan titik hasilnya adalah telah memutar balikkan 125 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pihaknya juga telah menemukan warga yang tidak sesuai protokol. 

"Sampai hari ini ada 30 warga yang di karantina. Kami mengapresiasi TNI, Pemkot, PMI, Dishub, Dinkes, Sat Pol PP, BPBD, MUI, yang telah berkolaborasi sehingga yang tidak sesuai protokol ini bisa dikarantina," tuturnya.

Di tengah pandemi dan menjelang Idul Fitri, Kapolres mengimbau kepada warga khususnya Kota Banjar untuk mematuhi peraturan dan kebijakan pemerintah. Dengan cara stay at home, tidak mudik, jaga jarak kontak sosial, dan memakai masker. "Jadi tetap semua harus patuh, karena ini bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi untuk semua orang. Sehingga kita dapat membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19," imbuhnya.


.Tema

Videoconference Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dan Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo
JABARCENNA.COM | Jakarta - Kementerian Agama didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membantu pegiat dakwah terdampak Covid-19. Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan berasal dari dana zakat penghasilan ASN Kemenag yang selama ini dikelola oleh BAZNAS. 

“Dananya diperoleh dari pengumpulan zakat penghasilan ASN Kemenag yang selama ini disusutkan langsung dari gaji pegawai,” jelas Menag, Jumat (15/05). 

Bantuan bagi penggiat dakwah ini akan disalurkan dalam bentuk dana non tunai. Untuk tahap pertama, bantuan akan disalurkan kepada 1.107 orang dari target 3.000 penerima. Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 300 ribu. 

Adapun para penerima bantuan dimaksud adalah para imam masjid, guru ngaji, penyuluh agama islam non-PNS, ustadz/ustadzah, muballigh/muballighah, qori/qoriah, dan mufassir/mufassirah terdampak Covid-19.

Penyerahan bantuan secara simbolik disampaikan Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo kepada perwakilan penerima manfaat melalui sambungan videoconference yang disaksikan Menteri Agama Fachrul Razi dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi. 

“Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Jumat 15 Mei 2020 yang bertepatan dengan 22 Ramadan 1441 H, Saya Ketua BAZNAS disaksikan oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama menyerahkan bantuan kepada penggiat dakwah yang terdampak Covid-19 secara simbolik di dalam forum ini,” tutur Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo. 

Penyerahan bantuan tersebut menurut Bambang merupakan tindak lanjut dari perjanjian antara BAZNAS dengan Kementerian Agama yang telah disepakati sebelumnya. Bambang Sudibyo menyampaikan karena pandemi Covid-19, jumlah fakir miskin telah meningkat secara mendadak. Oleh karena itu dalam masa pandemi ini, penyaluran ZIS dan Dana Sosial Keagaaman Lainnya (DSKL) di BAZNAS Pusat sengaja difokuskan untuk membantu mustahik yang terdampak Covid-19.

.Humas/IY

Kapolres Banjar saat memberikan bantuan sosial kepada warga, foto : Ist
JABARCENNA.COM | BANJAR - Ditengah pandemi wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19), dampak sosial dan ekonomi kini dialami oleh banyak orang. 

Mulai dari turunnya pendapatan bahkan sampai harus kehilangan pekerjaan lantaran perusahaannya mengurangi karyawannya agar terus bisa menjalankan usahanya.

Sebagai wujud kepedulian Polri, Kepolisian Resor Banjar Polda Jabar dengan menggandeng TNI dan Pemerintah Kota Banjar melaksanakan kegiatan "Gerakan Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19".

Kegiatan ini dilakukan guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Kegiatan ini serentak dilaksanakan Polri melalui jajaran dibawahnya dari tingkat Polda, Polrestabes/Polresta/Polres di seluruh Indonesia.

Untuk Polres Banjar, kita menggandeng Pemkot Banjar dan TNI dari Kodim 0613/Ciamis serta Yonif Raider 323/BP Kostrad," ujar Kapolres Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi Yulian Perdana, S.I.K., melalui Paur Subbag Humas Polres Banjar, Bripka Shandi Rona, Jumat, 15 Mei 2020.

Lebih lanjut, Bripka Shandi menjelaskan, sebanyak 250 paket sembako disebar kesetiap Polsek di jajaran Polres Banjar, kemudian disalurkan oleh para Bhabinkamtibmas ke warga yang terdampak Covid-19. Para Bhabinkamtibmas dibantu Babinsa menyalurkan bantuan secara door to door kepada 250 warga terdampak Covid-19 di 25 desa/kelurahan Kota Banjar.

"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk warga. Karena kami Polri bersama instansi terkait lainnya tidak ingin ada warga Kota Banjar yang kelaparan," imbuhnya.

Dalam pelaksanaan pembagian sembako, Polres Banjar menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing atau jaga jarak kontak sosial. Ini sebagai komitmen Polri turut serta memberantas dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sebagai informasi, saat ini Kota Banjar tengah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Untuk itu, Bripka Shandi meminta warga untuk mematuhi segala peraturan, seperti menggunakan masker saat ke luar rumah, mengurangi aktivitas di luar apabila tidak begitu penting atau stay at home, dan menerapkan pola hidup bersih sehat, dan untuk tidak mudik, sehingga dapat membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.


.Tema
Diberdayakan oleh Blogger.