JABARCENNA.COM: Peristiwa | Portal Berita Jabar Katanya
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan


JABARCENNA.COM | BANJAR,- Hari Pertama Masuk Kerja Setelah Libur Lebaran 1443H., Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesuh, M. Si.,dengan didampingi Kalak BPBD kota Banjar Kusnadi langsung melakukan kegiatan kunjungan ke lokasi Korban Rumah Ambruk yang berlokasi di Lingkungan Cikabuyutan Barat RT 02 RW 10 Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman. Senin, 09 Mei 2022.

Rumah milik Ibu Tia rusak berat di bagian atap setelah diterjang Hujan Deras disertai angin kencang Pada hari Sabtu 07 Mei 2022 sekitar pukul 22.00 WIB dengan perkiraan kerugian materil sekitar 70 juta rupiah.


Dalam kunjungannya, Wali Kota menyerahkan bantuan paket Sembako, Pakaian dan santunan kepada Korban. Wali kota mengaku prihatin atas kejadian tersebut, dan berharap korban tabah menghadapi cobaan tersebut.

"Saya turut prihatin dengan musibah ini, semoga korban dapat sabar menghadapinya. Hari ini kita bersama BPBD menyerahkan bantuan paket makanan, pakaian serta peralatan dapur untuk sedikit meringankan beban korban. " Jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Wali kota juga mengucapkan terimakasih atas kerja cepat tim dari BPBD Kota Banjar bersama PMI kota Banjar, Satpol PP kota Banjar aparat TNI/Polri yang telah bergerak cepat membantu warga yang terkena musibah./Tema


JABARCENNA.COM | BANJAR,- Unit Laka Lantas Polres Banjar Polda Jawa barat, kejadian kecelakaan lalu lintas pagi ini 1 unit sepeda motor sepeda motor Yamaha Vega R yang dikendarai oleh korban. Jumat (22/04/2022).

Pengemudi motor meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Jendral Polisi Hoegeng Lingk. Cimenyan II Rt. 05/07 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar Kota Banjar, korban merupakan warga Banjarsari Kabupaten ciamis.

Berdasarkan keterangan dari Kanit Penegakan Hukum (Gakum) Sat.Lantas Polres Banjar, Ipda Hermawan S.Pdi. " bahwa kecelakaan tersebut bermula saat Kendaraan sepeda motor yang dikendarai oleh korban yang datang dari arah barat menuju timur sewaktu di Tempat Kejadian Perkara menabrak bagian samping kanan kendaraan becak yang dikayuh oleh Sdr. SOBARI yang datang dari arah yang sama barat menuju timur.


Kemudian kendaraan sepeda motor korban hilang kendali oleng ke kanan dan bertabrakan dengan kendaraan Mitsubishi Colt T120 SS jenis angkot yang dikemudikan oleh Sdr. JJ datang dari arah berlawanan timur menuju barat..

Kanit laka menjelaskan "Sewaktu di tempat kejadian perkara motor korban menabrak bagian depan mobil yang datang dari arah yang berlawanan".

Pengendara sepeda motor Yamaha Vega R bernama inisial A S, Umur : 58 Tahun, Pekerjaan : Dagang, Agama : Islam, Suku : Sunda, Alamat : Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Korban sendirian mengendarai motor tanpa berboncengan

“Kita menduga laka lantas sepeda motor tersebut karena lalai dan kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor Yamaha Mio saat mengendarai kendaraanya tidak menjaga jarak aman serta tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas dan keadaan jalan.,” tambah Kanit Gakum.

Akibat dari kejadian tersebut, lanjutnya, pengendara sepeda motor Yamaha Vega R meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan Medis RSUD Banjar dengan luka memar kepala belakang, robek bibir atas, memar tangan kiri.

“Peristiwa kecelakaan ini sudah ditangani penyidik Unit Laka Lantas Polres Banjar," pungkas Hermawan./Tema


JABARCENNA.COM | KUNINGAN,- Seorang perempuan warga dusun puhun Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang Kuningan digorok oleh suaminya.

Pria yang menggorok istrinya tersebut bernama Anang (42). Anang pun melakukan aksi gila tersebut tidak hanya terhadap istrinya yang bernama Santi Sartiah (32) saja bahkan sang anak pun menjadi korban kesadisan sang bapak. 

Anak dari pelaku yang berinisial AIH (13) itu harus merasakan sakit di kepala karena kena sabetan sebilah parang dari bapaknya.


Kejadian penggorokan dan pembacokan tersebut diketahui warga sekitar. Warga pun langsung mencoba menyelamatkan korban dari kebiadaban pria yang dirasa tidak punya hati nurani tersebut.

Kejadian tersebut terjadi pada jam 05.30 wib pak, saya mendengar teriakan atau jeritan dari rumah Bu Santi dan saya bersama warga mencoba mendatangi rumah yang bersangkutan. Dan pas saya datang suami korban sedang menganiaya sambil membawa sebilah parang. Saya bersama warga tidak berani langsung mendekat bahkan pelaku melakukan penyerangan terhadap warga yang mau mendekat, ujar Rahmat Senin (28/3/2020)

"penyebab awalnya kejadiannya saya tidak tahu pak, cuman pas saat kejadian tersebut saya bersama warga dan perangkat desa saat mau mengamankan korban, pelaku pun melakukan penyerangan namun pelaku sempat terjatuh yang akhirnya kita bisa mengamankan pelaku tersebut", kata Rahmat. 

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M Hafid Firmansyah,  membenarkan adanya kejadian tersebut. 

"Kejadian tersebut Iyah benar ada, namun saat ini pelaku sedang kita lakukan pemeriksaan" kata AKP M Hafid

Untuk keterangan sementara yang kami dapat, kejadian bermulai dari pertengkaran suami istri tersebut, kemudian, anak pelaku mendengar jeritan ibunya, lalu anak pelaku dan adiknya mencoba menghampiri orang tuanya yang sedang ribut dan tiba-tiba pelaku menyerang anaknya yang bungsu. 

Nah ketika istri pelaku menghalangi anak bungsunya yang akan diserang dan langsung dibawa ke rumah tetangga, tiba-tiba pelaku menyerang anak pertamanya dengan menggunakan golok hingga anaknya mengalami luka bacok di kepala sepanjang 5cm. Setelah itu pelaku langsung menyerang istrinya dengan menebaskan sebilah golok ke leher bagian belakang sebelah kanan sehingga mengalami luka robek. Papar Kasat Reskrim 

Saat ini, pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pihak kepolisian sedang mendalami penyebab pelaku menganiaya anak dan istrinya tersebut. (Iwan)


JABARCENNA.COM | BANJAR,- Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd melayat ke rumah duka almarhum Bapak Harun (54) yang beralamat di Dusun Purwodadi RT 005 RW 003 Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota Banjar. Selasa, 01 Februari 2022.

Almarhum meninggal Pada hari Senin tanggal 31 Januari 2022, Pukul 17.15 Wib bertempat di Wilayah Dusun Kedungwaringin Rt 01 Rw 05 perbatasan dengan Dusun Citamiang Desa Cintaratu Kecamatan Lakbok akibat tersambar petir.

Atas nama pemerintah Kota Banjar, Wakil wali kota menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya korban.

"Mudah-mudahan almarhum diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di sisi Allah SWT." Ucapnya.

Ditemui disela-sela kunjungannya, Wakil wali kota mengatakan almarhum insya allah husnul Khotimah, karena beliau sedang berjuang untuk keluarganya.

"Berdasarkan informasi dari istri korban ( Ibu Siti Marfitri ) korban sedang mencari keong di sawah untuk pakan ternak. Namun, dikarenakan cuaca, akhirnya korban tersambar petir. Saya juga menghimbau kepada seluruh warga untuk menghindari tempat terbuka ketika hujan untuk menghindari sambaran petir. '" /.Tema


JABARCENNA.COM | BANJAR,- Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K.,M.Si. Bersama Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana terjun langsung dalam upaya penanganan tahap darurat pasca bencana yang terjadi hari Senin kemarin di wilayah Kecamatan Langensari.

Sedikitnya 150 pasukan yang di terjunkan langsung kelokasi bencana terdiri dari Personel Polres Banjar, Kodim 0613/Ciamis, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Banjar, PMI, Tagana, Dinsos, Jabar Bergerak, para relawan, dan warga sekitar terlibat dalam evakuasi tersebut.

Sementara sampai saat ini, jumlah rumah yang terkena dampak hujan deras dan angin puting beliung sekitar 80 rumah yang tersebar di tiga Desa di Kecamatan Langensari.

Wakil Walikota Banjar Nana Suryana selepas pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan di halaman Desa Bojongkantong menyampaikan penanganan pasca bencana dari semalam juga sudah dilakukan evakuasi, karena terbentur dengan kondisi malam hari penanganan dihentikan dan hari ini dilanjutkan kembali. Selasa (01/02-22).

"Bencana kali ini di luar dugaan, banyak sekali rumah yang tertimpa pohon. Tercatat ada sekitar 47 rumah yang rusak tersebar di Desa Rejasari, Bojongkantong, dan Kujangsari.


Kami pun telah mengimbau kepada para Kepala Desa untuk menyampaikan kepada warga, jika ada pohon yang tinggi untuk menebangnya. Karena kita tidak tau dengan kondisi sekarang cuaca ekstrim, bisa saja kejadian ini terulang. Tapi mudah-mudahan tidak ada lagi" ucap Wakil Walikota Banjar.

Sementara itu dalam upaya penanganan pasca bencana, Polres Banjar sendiri menurunkan sekitar 60 personilnya yang tersebar di empat titik.

Seperti yang disampaikan Kapolres Banjar saat ditemui di lokasi bencana alam puting beliung.

"Personil kita tidak terkonsentrasi di satu titik, karena bencana puting beliung ini tersebar di empat titik di empat Desa/Kelurahan.

Kepada masyarakat saya mengimbau untuk tetap hati-hati, karena di daerah kita rawan puting beliung, dan sebagian besar rumah-rumah warga diantara pohon-pohon tinggi. Dan mulai sekarang dibersihkan supaya pohon-pohon itu tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah lagi" kata Kapolres Banjar

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Kusnadi menambahkan, dalam bencana hujan deras dan angin puting beliung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu orang meninggal dunia akibat tersambar petir di daerah Waringinsari.

"Bagi masyarakat, tetap hati-hati dan waspada, karena curah hujan masih cukup tinggi dan angin kencang yang diperkirakan sampai bulan April mendatang" kata Kalak BPBD Kota Banjar.

Sampai berita ini ditulis, pelaksanaan evakuasi masih berlangsung./Tema


JABARCENNA.COM | BANJAR,- Berlokasi di jalan nasional tepatnya di Jalan Siliwangi dusun Cibentang perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah terjadi pohon tumbang sebanyak 2 pohon yang disebabkan hujan deras disertai angin kencang, Sabtu (15/01/2022).

Terkait kejadian tersebut arus lalu lintas sempat tersendat, namun kesigapan personel Satuan Lalu Lintas, Satuan Samapta Polres Banjar bersama Polsek Purwaharja dan BPBD Kota Banjar serta warga sekitar berjibaku mengatur arus lalu lintas dan mengevakuasi pohon tumbang yang menutupi jalan Nasional perbatasan Jabar-Jateng tersebut.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar Kusnadi mengatakan, pihaknya bersama Polres Banjar dan warga sekitar telah berusaha untuk membersihkan pohon tumbang tersebut dibantu warga sekitar, hingga kemacetan tidak terjadi terlalu lama.

"Kita sudah melakukan evakuasi untuk membersihkan pohon tumbang tersebut, supaya jalan bisa dilewati kembali" ucapnya

Sementara itu Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K.,M.Si. melalui Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar Aipda Nandi Darmawan, S.H. Mengatakan personel Polres Banjar melaksanakan penanganan bencana alam berupa pohon tumbang dan melaksanakan pengaturan arus lalu lintas secara quick respon demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat setempat dan pengguna jalan.

"Ini salah satu pelayanan Kami demi menjaga kondusifitas harkamtibmas khususnya pada pengguna jalan serta warga sekitar lokasi kejadian" ucap Aipda Nandi.

Kegiatan berlangsung sampai sisa-sisa pohon tumbang tidak berserakan di jalan dan arus lalu lintas bisa kembali normal, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa./Tema


JABARCENNA.COM | BANJAR,- Seorang anak laki-laki usia 15 tahun meninggal tenggelam saat tengah berenang di pengairan Irigasi Dobo.

Korban yang diketahui bernama Muhamad Jodi asal Cikabuyutan Timur Hegarsari Pataruman, bersama tiga temannya tengah berenang di Pengairan irigasi Dobo, tiba-tiba arus air mendadak deras.

Menurut keterangan, Aksal salah seorang warga setempat kejadian mengatakan, keempat anak laki-laki tersebut tengah berenang di irigasi Dobo yang berada deket dengan Perum Dobo RT 11 RW 05 Pataruman Banjar, Rabu (12/1/2022).

"Mereka tengah asik berenang, tiba-tiba arus menjadi deras. Anak tersebut terbawa arus. Kejadiannya sekira jam 16.30. Kami berusaha menolong, dan namun korban tidak bisa diselamatkan, " ujar Aksal.

Korban yang ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam segera dievakuasi oleh BPBD, PMI dan Warga setempat, dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Banjar.


./Tema





JABARCENNA.COM | BOGOR,- Aksi pencurian yang menimpa Ojol dengan modus penipuan kembali terjadi, yang kali ini menimpa korban CH driver Ojol di wilayah Cipenjo Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Pada Minggu (09/01).

Kejadian pencurian tersebut bermula saat korban CH (38 Tahun) yang dalam perjalanannya membawa penumpang, di ajak makan terlebih dahulu oleh costumernya, namun di sela-sela ia makan motornya tersebut di pinjam oleh Costumer yang ia bonceng untuk pergi ke ATM, dan hingga waktu yang cukup lama costumer tersebut tak kunjung kembali.

CH yang baru sadar bahwa dirinya menjadi korban penipuan pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi. Yang mana saat korban membuat laporan polisi terdapat kesalahpahaman dengan petugas yang menerima laporan. Bahwa yang bersangkutan Ini merasa tidak di layani dengan baik oleh petugas yang menerima laporan dan terjadi adu mulut hingga viral di media sosial.

Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sudah melakukan penanganan kepada korban secara langsung dengan baik di hari itu juga terhadap kasus yang sempat viral di medsos tersebut. Dari proses Laporan polisi, Klaim asuransi , hingga administrasi lainnya pun sudah selesai kita tangani. untuk penanganan kasusnya saat ini pun sudah dalam proses penyelidikan kami, ujarnya.

Sementara itu Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin Mengungkapkan terkait kasus tersebut pihaknya memberikan sangsi dan pemeriksaan oleh Propam Polres Bogor terhadap oknum anggota yang tidak maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Secara Pribadi saya meminta maaf atas perilaku anggota kami yang kurang baik dalam memberikan pelayanan. Kami akan terbuka menerima saran dan masukan dari berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan polri bagi seluruh masyarakat.

"kita mempunyai komitmen utk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, dalam hal ini merupakan masukan bagi kami untuk lebih menyempurnakan standar pelayanan yang sudah ada". "tutupnya. 

 ./TM

 



JABARCENNA.COM | BANDUNG BARAT,- Jembatang apung penghubung antara Cihampelas-Batujajar Kabupaten Bandung Barat ambruk pada Minggu, 2 Januari 2022.

Detik-detik jembatan Cihampelas-Batujajar itu 'terbenam' ke dalam air terekam kamera amatir warga dan viral di media sosial.

Mulanya seorang warga merekam perjalanannya saat hendak melewati jembatan kayu yang terbentang di atas perairan Waduk Saguling.

Jembatan apung yang hanya bisa dilalui oleh roda dua itu tampak ramai dilintasi sejumlah pengendara motor.

Namun ketika warga yang merekam petualangannya itu sampai di pertengahan, tiba-tiba jembatan Cihampelas-Batujajar roboh.

Terlihat di depan perekam ada seorang ibu yang membonceng anaknya jatuh terlebih dahulu ke perairan Waduk Saguling.

Beberapa detik kemudian, dia dan rekannya pun ikut terjerembab masuk ke dalam air.

Terdengar jeritan histeris wanita dan anaknya yang terjatuh dari motor.

Warga yang melintas pun ikut panik dan segera membantu.

"Eta budak, budak tulungan heula budak (Itu anak kecil tolong dulu anak kecil)," kata seseorang.

Dari informasi yang beredar, beruntung dua pemotor yang jatuh ke dalam perairan Waduk Saguling berhasil diselamatkan.

Sementara itu, jembatan kayu penghubung Cihampelas-Batujajar dikabarkan baru rampung dibangun dan diresmikan sekitar dua pekan lalu. 

./Asbud






JABARCENNA.COM | BANJAR,- Sebuah rumah yang berada di daerah Pangadegan RT 05 /RW 18 Hegarsari Pataruman kota Banjar milik Yayan hangus terbakar.

Kebakaran rumah tersebut diperkirakan terjadi sekitar jam 06.45 Wib. Senin (24/12-21).

Menurut saksi mata, tetangga rumah korban Solehudin (50), kebakaran terjadi ketika pemilik rumah (Yayan) sedang berada di sawah, sedangkan istrinya berada di dalam rumah.

"Kami mendengar suara ledakan sebelum api menjalar ke atas. Saat itu pemilik rumah (istrinya) berada di dalam rumah, sedangkan Pak Yayan nya sendiri sedang berada di sawah.

Sebelum menghubungi pemadam kebakaran, kami mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, Selain itu karena lokasi rumah yang agak jauh dari jalan besar, sepertinya tim pemadam kebakaran agak kesulitan untuk menjangkau lokasi kebakaran, " tuturnya.


Sementara itu Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Banjar Aam Amijaya saat berada di lokasi kebakaran menyampaikan, sampai saat ini belum diketahui penyebab awal dari kebakaran.

"Kebakaran yang terjadi lumayan besar, sehingga sebagian besar atap hangus terbakar. Untuk kerugian belum bisa ditaksir, tapi kemungkinan besar, dengan kondisi rumah yang permanen dan atap hampir semua hangus terbakar, juga sebagian barang-barang perabotan juga ada yang terbakar. Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, " ucapnya.

Wakil Walikota Banjar H Nana Suryana meninjau rumah yang terkena musibah kebakaran dan memberikan bantuan sementara dalam artian bantuan yang urgent seperti kebutuhan dasar makan, tempat tidur, terpal, mie. ucapnya

Bangunan rumah yang terbakar habis atasnya artinya masih ada bantuan Pemerintah yang lain dalam bentuk bagaimana merenovasi rumah ini kemudian bisa layak dihuni kembali, ujarnya.

Dalam kunjungan nya Wakil Walikota kota juga mendata berapa sih biaya yang dibutuhkan kemampuan APBD untuk membantu, bisa saja kita yang cepat ke BAZNAS cuma angkanya ke BAZNAS cuma 7jt,nah kita mau ngambil yang mana? Kalau ke BPBD kita harus menempuh Prosedur.yang penting Pemerintah hadir bersama dari BPBD dan TAGANA, memberikan bantuan kepada yang kena bencana. Jelasnya ./Tema


JABARCENNA.COM | SUKABUMI,-Penertiban Gabungan Penjual Kaki Lima (PKL) disepanjang Jl. Ahmad Yani Kota Sukabumi berlangsung Aman Dan Kondusif hal itu diungkapkan langsung oleh Walikota Sukabumi H. Ahmad Fahmi pada hari Senin tanggal 20/12/2021.

Alhamdulillah pada hari ini dalam rangka penertiban kawasan yang sekian puluh tahun semrawut kita sekarang coba agar tertata dengan baik sehingga semakin menjadi daya ungkit perekonomian di wilayah ini dan hari ini kondisinya aman, lancar dan kondusif dengan dukungan dari TNI-POLRI luar biasa pada hari ini serta para relawan yang lainnya.

Secara resmi Pemerintah Daerah menyiapkan dan memberikan alternatif di tiga wilayah untuk para PKL yaitu di pasar Glodok, di pasar Degung dan di pasar Lembur Situ kita persilahkan.

Tidak boleh berjualan disepanjang jalan Ahmad Yani yang trotoarnya atau Pedestrian nya sedang ditata, Kalau masih ada para pedangan yang bersikeras kita akan melakukan upaya peringatan dan penindakan itupun secara humanis. Ungkap Ahmad Yani


Kasat Pol PP Kota Sukabumi, Agus Gultom Mengatakan, Alhamdulillah penertiban sekarang tanggal 20 kemudian besok dilakukan Gabungan termasuk tanggal 22 kita akan melakukan upaya penertiban PKL sepanjang jl. Ahmad Yani karena sesuai dengan Perda no.2 tahun 2004 pasal 7 ayat 1 Jalan, Trotoar kemudian Jalur hijau tidak diperkenankan sebagai tempat berjualan itu dasar yang melandasi tindakan prepesif kita SatPol PP.

Kemudian kita sudah membentuk tim gabungan (TIBUM) dalam rangka penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman masyarakat Kota Sukabumi, anggotanya dari unsur Kepolisian, unsur Kodim, kemudian Kejaksaan, Kesbang dan para Camat.

Dimana ketika ada pelaksanaan penertiban Camat yang punya Wilayah termasuk Muspikanya kita libatkan jadi Dasar kita buatkan termasuk Dasar tim Gabungan.

Untuk penertiban hari ini ada dua satu ditim dua dan satu lagi ditim satu

Kalau ditim dua itu hanya tempat yang jual casing itu pun sudah ditinggalkan oleh penjualnya jadi sudah lama tapi kalau ada penjualnya mereka sudah memposisikan diri sudah menempati tempat- tempat lainnya.

Lanjut Kasat, jadi tugas Satpol PP semakin kesini semakin berat karena ada Objek-objek yang harus kita sterilkan intinya untuk jalan Ahmad Yani itu Steril. Pungkasnya

./Suhendi


JABARCENNA.COM | CIAMIS,- UPT Damkar Ciamis melaksanakan Evakuasi bantuan melepaskan Cincin kepada seorang Pelajar Dinda Puspitasari (18) yang beralamat di Jln Otto Iskandar Dinata no 63 RT 03/06 Kelurahan Cigembor Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, Minggu (19/12-2021).

Kronologis kejadiannya Dinda menemukan Cincin di rumahnya yang lama tak terpakai, kemudian Dinda (18) memakai Cincin tersebut, setelah tiga hari Cincin tersebut mau di lepas jadi susah dan mengakibatkan jari tengahnya bengkak dan susah dilepas.

Uju Petugas UPT Damkar Kabupaten Ciamis mengatakan Dinda (18) mendatangi Kantor UPT Damkar Kabupaten Ciamis untuk meminta bantuan membuka Cincin yang di pakai di jari tengahnya tidak bisa dilepas dan jari tengahnya mengalami pembengkakan. ucapnya.


Dan akhirnya Uju bersama Tiem memberikan pertolongan kepada Dinda dengan memotong Cincin dengan menggunakan Grinder, Selang beberapa menit akhirnya Cincin bisa dilepas di jari tengah Dinda dengan aman.

Selesai memberikan pertolongan Petugas Damkar kembali melaksanakan tugas/piket bekerja kembali./Tema


JABARCENNA.COM | BANJAR- Seorang wanita tua yang bernama Suwit, berumur sekitar 68 Tahun warga di Dusun Bangunharja RT.02 RW.05 Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dikabarkan hilang oleh pihak keluarganya.

Dan sampai saat ini, pihak keluarganya belum mengetahui keberadaan si Nenek tersebut. Apalagi hingga kini pihak keluarga terus melakukan pencarian si Nenek sejak menghilang, dan tidak kunjung pulang ke rumah.

Wawan Rusmana, anak Nenek yang hilang, Minggu (05/12/2021), mengungkapkan, bahwa Ibunya pergi dari rumahnya, yang beralamat di Jalan Dewi Sartika No 77, Lingkungan Parunglesang, RT.02 RW.08 Kelurahan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, sejak hari Jum'at (03/12/2021), sekitar pukul 10.00 WIB.


“Pakaian yang dikenakan oleh Ibunya tersebut, menggunakan baju daster warna ungu, sandal japit warna merah,"ungkap Wawan

Masih menurut Wawan, bahwa pihak keluarga juga saat ini terus melakukan pencarian, dibantu oleh para Relawan Tagana dari Kabupaten Ciamis, dan juga Relawan dari BPBD Kota Banjar, serta telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Cisaga, Polres Ciamis.

Bagi warga yang menemukan Nenek Suwit, agar segera menghubungi anaknya atasnama Wawan Rusmana, di nomor HP 085 219 613 549 atau di nomor 085 353 313 879 (WA), atau mengatakan langsung ke Alamat Nenek tersebut./Tema


JABARCENNA.COM | BANJAR,- Warga Sumanding Wetan Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar Kota Banjar digegerkan dengan ditemukannya mayat perempuan dengan kondisi mengambang di dalam sumur Senin malam ( 22/11/21).

Mayat perempuan yang diketahui bernama Nurhayati ( 67 ) sebelumnya dilaporkan keluarganya menghilang sejak kemarin.

Korban di temukan pertama kali oleh Ketua RT setempat Herher, yang menerima laporan kehilangan korban dari keluarga.

Herher merasa curiga melihat kondisi pipa di dalam sumur yang patah. Saksi kemudian memeriksa sumur dan menemukan korban yang sudah mengambang dan tidak bernyawa.


Petugas SAR dari BPBD dan PMI Kota Banjar, dengan menggunakan peralatan khusus untuk mengevakuasi jenazah dari dalam sumur.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab kematian korban yang di temukan di dalam sumur tersebut./Tema


JABARCENNA.COM | SUKABUMI,-- Dari awal bulan November 2021 hujan mengguyur wilayah Sukabumi seperti tak ada hentinya, cuaca seperti ini rentan akan bahaya bencana alam seperti longsor dan banjir.

Seperti halnya yang terjadi di wilayah Desa Kadudampit Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Telah Terjadi Bencana Alam Yang Diakibatkan curah Hujan Yang sangat Deras, Pada hari Minggu tanggal (07/11/21) sekitar jam 15:30 wib di kp. Sengked Rt 13 Rw 03.

Bencana tersebut mengakibatkan sebuah rumah warga masyarakat atas nama pemilik SAPTURI, Kp.Sengked RT.13 RW.03 Desa Kadudampit Kec.Kadudampit Kab Sukabumi, roboh atau ambruk diduga permukaan tanah amblas dan terjadi genangan air.

Kejadian tersebut walaupun tidak mengakibatkan adanya korban jiwa dan mengakibatkan kerugian materi.

Seperti yang dituturkan Kepala Desa Kadudampit IIP Firdaus kepada JabarCenna.Com ditengah-tengah kesibukannya mengevakuasi keluarga pemilik rumah yang roboh ditempat kejadian saat bahu membahu dengan seluruh jajaran Karangtaruna dan warga desanya. Musibah yang dialami warga kami ini dikarenakan amblasnya tanah disekitar rumahnya, walau tidak ada korban jiwa namun diperkirakan kerugian materi senilai 80 juta rupiah. Alhamdulillah berkat adanya kerjasama dari para pemuda pemudi yang tergabung di Karangtaruna Desa kami serta antusias warga kami yang selalu mengedepankan azas gotong royong dan kemanusiaan. Saat ini Penghuni Rumah yang Berjumlah 5 orang (Anggota Keluarga) sudah kami evakuasi ketempat yang lebih Aman. Tutur IIP

Demi meringankan beban keluarga korban bencana alam tersebut, jajaran aparatur Pemerintah Desa Kadudampit beserta LPM, BPD dan Karangtaruna Desa Kadudampit bahu membahu juga dalam penggalangan dana sosial kepada warga masyarakat Desa Kadudampit yang disambut antusias oleh seluruh warga masyarakat dari 26 RT dari 5 RW yg ada di wilayah Desa Kadudampit.

Alhamdulillah hasil dari penggalangan dana sosial tersebut sudah terkumpul dan akan segera dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki kondisi rumah keluarga pak Sapturi korban bencana alam tersebut. Saya selaku Kepala Desa Kadudampit mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh rekan-rekan dijajaran Pemerintah Desa Kadudampit, LPM, BPD Serta para pemuda-pemudi Karangtaruna Desa Kadudampit atas kerjasama dan keperdulian kepada sesamanya. Sayapun tak lupa ingin mengucapkan juga rasa terimakasih atas antusias warga masyarakat Desa Kadudampit yang juga telah ikut andil dalam penanganan keluarga atau tetangga kita yang sedang terkena musibah. 

Harapan saya Semoga Dinas terkait dapat turun juga ke lokasi bencana alam untuk meninjau/melihat kondisi rumah Yang dialami keluarga pak Sapturi korban dari bencana alam tersebut dan semoga kejadian ini cukup sekali terjadi,Jangan sampai terjadi lagi di wilayah Desa Kadudampit ini, tutur IIP.

Ketua Karangtaruna Desa Kadudampit Usep Andry yang biasa dipanggil Kang Ui mengatakan, alhamdulillah seperti yang dikatakan oleh pak Kades IIP tadi, Kita dari Karangtaruna dibawah Komando pak Kades dengan bahu membahu dengan seluruh elemen Desa Kadudampit juga warga masyarakat. Keluarga pak Sapturi sudah kita evakuasi/ungsikan ketempat yang aman. Kami berharap ada perhatiannya dari Dinas terkait untuk dapat ikut juga meringankan beban penderitaan keluarga korban bencana alam tersebut. Kata Usep Andry

./Sri Nenkli.A/Suhendi






JABARCENNA.COM | CIAMIS,- Sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya Najma Apriliani (15), Siswi MTs, yang juga sebagai salah seorang warga di Dusun Sukamaju, RT.17 RW.006 Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat akhirnya kembali pulang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sukajadi, Haiz Azka.

Haiz Azka, mengatakan bahwa warganya yang dinyatakan hilang sejak Sabtu (30/10/2021) sekitar pukul 16.00 WIB tersebut, alhamdulillah sudah kembali pulang ke rumahnya pada Senin (01/11/2021), sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.


Diberitakan sebelumnya bahwa Najma Apriliani (15) diketahui hilang sejak Sabtu (30/10/2021) kemarin. Dan sejak saat itu, menurut Nita Purnamasari (26), Kakak Kandung korban, bahwa adiknya tidak ada kabar lagi.

Dirinya beserta keluarga, sempat melakukan pencarian, hingga menghubungi teman-temannya, keluarga dekatnya via telepon, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, pihak keluarga sempat melaporkan kepada pihak berwenang, yaitu Polsek Pamarican, Polres Ciamis, Polda Jabar, Nomor : LHO/002/X/2021/Res.Cms/Sek.Pmrcn.

Atas adanya kejadian tersebut, Kepala Desa Sukajadi menghimbau kepada warga masyarakat yang berada di wilayah Desa Sukajadi, untuk selalu membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan dengan teman-temannya. /Tema


JABARCENNA.COM | SUKABUMI,-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengawal Masyarakat Banten Indonesia (PMBI) turut perhatiin atas insiden refresif yang terjadi pasca pembubaran aksi unjuk rasa (unras) di depan kantor Bupati Tangerang.

“Bela sungkawa atas terjadinya insiden terhadap adik-adik kita mahasiswa yang menuntut perubahan perbaikan terhadap pemerintah kita. Tapi malah terjadi perbuatan yang seharusnya tidak perlu terjadi,” ujar Ketua Umum LBH PMBI, Darman Sumantri SH, Kamis (14/10/2021).


Ketua Umum LBH PMBI, Darman Sumantri SH (kiri) bersama Sekretaris LBH PMBI DPC Kota Tangerang, Ilham F. Muttaqien SH (kanan), foto istimewa

Senada dikatakan oleh sekretaris LBH PMBI DPC Kota Tangerang, Ilham F. Muttaqien SH, ia menyayangkan adanya sikap refresif aparat terhadap demonstran, sehingga menjadi sorotan keprihatinan terhadap Tanah Air.

“Kita wajib memperbaiki yang kurang baik, dan mempertahankan yang sudah baik. Jangan mengambil sikap yang tidak semestinya. Karena akan menjadi sorotan keprihatinan terhadap tanah air Indonesia tercinta, yang mengedepankan Demokrasi dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, para mahasiswa dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke 389 di depan kantor Bupati. Hingga pasca pembubaran seorang aparat Kepolisian Polresta Tangerang kedapatan tengah melakukan pembantingan terhadap seorang mahasiswa, yang sempat viral.

./Suhendi


JABARCENNA.COM | KUNINGAN,- Warga Desa Mekarwangi Kecamatan Lebakwangi digegerkan dengan ditemukannya mayat laki-laki yang mengapung di leuwi nini kali Cisande, Sabtu (25/09/2021).

Mayat tersebut ditemukan oleh warga yang hendak memancing. Atas adanya temuan mayat tersebut warga langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

Dengan adanya adanya informasi yang disampaikan oleh warga, pihak Mapolsek Lebakwangi di bantu oleh team dari mapolres dan anggota koramil langsung terjun melakukan evakuasi.

Menurut AKP Ayi Sujana SE, selaku Kapolsek Lebakwangi saat dimintai keterangan, pihaknya membenarkan dengan adanya temuan mayat laki-laki yang mengambang di sungai Cisande tepatnya di Leuwi Nini tersebut.

"Kita dibantu tim polres dan anggota Koramil untuk mengevakuasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mayat tersebut tanpa identitas untuk jenis kelamin sendiri adalah laki-laki", kata AKP Ayi

Lanjutnya, guna menindaklanjuti kepentingan dalam penyelidikan, mayat tersebut kita bawa RSUD 45 untuk dilakukan visum. Untuk motif sendiri belum dapat diketahui karena mayat tersebut sudah hampir membusuk di perkirakan sudah 4 sampai 5 hari. Pungkasnya (D2)


JABARCENNA.COM | KUNINGAN,- Rencana pembangunan kandang ayam yang akan di garap di wilayah Desa Cikandang Kecamatan Luragung tepatnya di blok pabrik nyatanya mendapat penolakan dari warga desa setempat.

Pembangunan kandang ayam yang akan di kelola oleh PT Supratama Bandung tersebut mendapat desakan penolakan secara langsung oleh warga dengan berbondong-bondong ke Balai Desa Cikandang, Jumat (24/9/2021).

Dalam aksi penolakan tersebut, warga menyampaikan penolakan atau pengaduan tersebut kepada pemerintahan desa dengan disaksikan unsur Muspika, Muspida, pihak TNI/Polri dan Asda 2 Pemda Kuningan, Deni selaku Plt Kepala Dinas Peternakan.

Dikatakan warga Cikandang, bahwa pihaknya menolak keras rencana pembangunan kandang ayam di desanya.

"Kami menolak keras atas rencana pembangunan kandang ayam, pasalnya ketika adanya kegiatan tersebut, bukan hanya berdampak terhadap insfrastruktur (jalan) akan tetapi bau yang akan di timbulkan sangat menyengat atau terjadinya polusi yang kurang sehat" ungkap warga


Sementara dikatakan Deni, Plt Dinas Peternakan, saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, bahwa rencana pembangunan kandang ayam tersebut salah satu program gubernur dalam meningkatkan peternak di Kabupaten Kuningan, Ucapnya

Dan mengenai adanya aksi yang digelar oleh para warga tersebut itu merupakan hal yang wajar. "Kalau memang warga menolak rencana pembangunan di lokasi tersebut mungkin akan mencari lagi lokasi yang lain", singkatnya. (D2/Iwan)




JABARCENNA.COM | BANJAR,- Pernikahan yang seharusnya diwarnai kegembiraan dan dilaksanakan di rumah atau Kantor KUA, kali ini harus berlangsung di ruang instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Kota Banjar, tepatnya di hadapan jenazah orang tua mempelai laki-laki.

Hal tersebut dialami pasangan pengantin Fendi Budi Prihatmoko dan Sabili Putri Aningsih warga Desa Kujangsari Kota Banjar Jawa Barat.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kota Banjar Rusyono, orangtua pengantin laki-laki Siti Barokah (53) meninggal dunia diakibatkan covid-19. Setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Kota Banjar mulai tanggal 10 September 2021, dan meninggal Kamis malam (17/9)

"Almarhumah adalah orangtua dari mempelai laki-laki. Dan sesuai SOP covid-19, jenazah tidak boleh dibawa pulang ke rumah. Almarhumah merupakan pasien yang terpapar covid-19 dan mempunyai penyakit penyerta DM dan Hypertensi. Dan meninggal Kamis malam, "ucapnya.

Ditambahkan Rusyono, pelaksanaan ijab qobul di laksanakan di ruang instalasi pemulasaraan jenazah dan dihadiri pihak keluarga pengantin.

"Sebetulnya kalau jenazah sudah dimasukan ke dalam peti itu aman. Yang berbahaya itu ketika saat dimandikan. Dan saat pelaksanaan ijab qobul semuanya memakai masker. Dan saat ini jenazah telah dikebumikan di TPU Dipatiukur Banjar Kolot. Imbuhnya

Sementara itu Kepala Desa Kujangsari Mujahid membenarkan ada warganya yang melangsungkan pernikahan di hadapan jenazah orangtuanya di ruang instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Kota Banjar.

"Iya, tadi pagi ada warga Kujangsari yang melangsungkan pernikahan di kamar jenazah RSUD Kota Banjar. Dan itu karena permintaan dari keluarga mempelai, " ucapnya saat ditemui oleh media./Tema

Diberdayakan oleh Blogger.