JABARCENNA.COM: Peristiwa | Portal Berita Jabar Katanya
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Warga Perum Grand Amelia Kuningan tutup jalan akses ke pembangunan perumahan yang sedang di garap hal tersebut dilakukan akibat kemarahan dari para warga yang mengeluhkan pasilitas kebutuhan air yang selalu terkendala.

"Kami geram, kami sudah lama menghuni rumah yang ada di perum ini, namun kami selalu kesulitan dengan masalah air, seharusnya pihak pengembang lebih memperhatikan masalah ini, karena urusan air ini adalah hal yang paling penting. Bayangkan saja kalau kita menghuni rumah lalu tidak ada air untuk kebutuhan hidup apakah tidak kelabakan", ucap salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya tersebut, Rabu 22 Mei 2024


Sebenarnya permasalahan ini sering kita sampaikan kepada pihak developer, kami melalui pihak RT,RW sering menyampaikan hal ini namun kita anggap mereka seolah-olah tidak menggubris keluhan kami. Karena kami hanya selalu mendapatkan jawaban hanya diusahakan saja.

Lanjutnya, kami lakukan Penyegelan ini dilakukan sebagai bukti, bahwa tuntutan warga ini serius, mohon ditindak lanjuti. Sergahnya


Untuk diketahui, dalam pembangunan rumah subsidi seyogyanya pihak developer atau pengembang memperhatikan aspek kebutuhan warga, tidak hanya dalam sarana pembangunan berupa fisik bangunan saja, pihak pengembang juga harus mempunyai tugas dan tanggung jawab yang mesti di emban. Sebagai mana dari tugas dan tanggung jawab tersebut adalah menyediakan lahan untuk pembangunan perumahan, merancang dan membangun hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menjaga kualitas dan keamanan hunian yang dibangun, dan menyediakan fasilitas umum dan insfratruktur yang memadai.

Bila berkaca kepada tugas dan tanggung jawab developer pengembang maka bila kita melihat dari kasus yang ada di perumahan Grand Amelia maka sudah jelas pihak developer diduga apatis atas permasalahan yang ada. (Iwan)


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Bau tak sedap menyeruak dari rembesan dan genangan air, sehingga mencemari lingkungan di area publik Taman Kota Lapang Bhakti.

Rembesan dan genangan air yang menimbulkan bau tidak sedap ini diduga berasal dari pembuangan limbah Rumah Makan Mie Gacoan yang baru beberapa hari melakukan grand opening.

Keberadaan Rumah Makan Mie Gacoan tersebut bersebelahan dengan area publik Taman Kota Lapang Bhakti.

Rembesan yang diduga air limbah dari penampungan internal tersebut mengakibatkan arena skateboard tergenang dan mengeluarkan bau kurang sedap. Sehingga mengganggu kenyamanan warga yang sedang berada di lokasi tersebut.

Seperti disampaikan Budi, salah seorang warga Kota Banjar yang biasa beraktifitas di sekitar Taman Kota Lapang Bhakti.



" Sebelumnya, belum pernah ada air tergenang di pintu masuk Taman Kota Lapang Bhakti dekat lampu merah. Sekarang ada genangan air yang terus mengalir dan tidak sedikit, karena sampai menggenang dan jatuh ke tanah melalui anak tangga," ucapnya.

Budi mengaku cukup terganggu dengan munculnya genangan air tersebut, karena selain membuat licin juga menimbulkan bau yang kurang sedap.

"Sangat terganggu sekali. Selain bikin licin, juga menimbulkan bau yang kurang enak. Sepertinya limbah dari saluran pembuangan di Mie Gacoan, yang merembes ke Tamkot, " jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Eri Kusmara Wardana ST., M.A.P., menyampaikan, pihaknya akan mengecek secara langsung dugaan pencemaran limbah restoran yang membanjiri area Taman Kota Lapang Bhakti.

"Kita akan cek ke lapangan, bersama dengan tim Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ," kata Eri.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar dari partai Golkar Ir. H. Sudarsono merespon apa yang terjadi terhadap limbah restoran yang masuk area publik Taman Kota Lapang Bhakti.

Menurutnya kalau memang belum siap beroperasi jangan dipaksakan, kalau bisa ditutup dulu sampai semuanya siap.

"Kalau belum siap beroperasi dan akhirnya mengganggu lingkungan, terutama masalah saluran pembuangan dari limbah, untuk sementara mohon ditutup dulu," kata Ir. H. Sudarsono.tm


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Pemerintah Kota Banjar berencana melakukan pemotongan TPP ASN di Kota, di mana kondisi APBD yang sedang tidak stabil.

Adapun besar pemotongan yang diusulkan adalah 20 persen untuk ASN, 25 persen untuk tenaga kesehatan, dan 50 persen untuk P3K. Dengan adanya rencana tersebut menuai kontroversi.

Sulyanati juru bicara dari Eksponen Forum Peningkatan Status Kota Banjar, angkat bicara terkait rencana tersebut.

Menurut Sulyanati, dengan adanya defisit anggaran bahwa pemerintah berencana akan memotong atau mengambil sebagian hak daripada PNS atau PNS Kesehatan serta P3K, harapannya hal tersebut jangan dilakukan, karena tentunya akan memberatkan kehidupan ASN dan P3K.

" Harapan kami, eksekutif dan legislatif masih bisa mengupayakan tentang itu. Bagaimana menutupi defisit, sehingga hak-hak yang telah mengabdikan dan melaksanakan tugas di Pemerintahan Kota Banjar itu tidak terpotong, " ucapnya, Rabu (15/5/2024).

Sulyanati menambahkan, sebagai Eksponen Forum Peningkatan Status Kota Banjar, pihaknya ingin mengawal dan memastikan kalau memang hal-hal yang memberatkan warga Banjar sebaiknya pilihan kebijakannya jangan dilakukan.

" Kita dapat memahami, menyeimbangkan atau mencari solusi defisit ini tidak mudah. Dan kami mengapresiasi, disaat Pemerintah Kota tidak mengambil keputusan untuk menutup melalui pinjaman daerah. Namun demikian, menutup defisit dengan memotong TPP ASN dan P3K juga bukan pilihan yang tepat, " ucapnya.

Ada beberapa solusi yang ditawarkan, dan itu menjadi rujukan di beberapa daerah. Meskipun trend memotong TPP ini menjadi trend yang umum di beberapa daerah, namun di Kota Banjar hal tersebut jangan sampai dilakukan.

"Solusi yang kami tawarkan yaitu mengefisiensikan tata kelola anggaran di dalam kegiatan itu adalah pilihan yang paling rasional. Perhitungannya adalah menerima dampak resiko ketika ada efisiensi program kegiatan, secara kuantitatif tidak akan semasiv apabila dengan memotong TPP, di mana akan banyak korban, " imbuhnya.

"Jadi Perlu komitmen bersama mencari solusi untuk menutup defisit APBD di posisi fiskal. Untuk menyehatkan posisi fiskal tersebut tidak ada pilihan lain yaitu efisiensi kegiatan-kegiatan di birokrasi pemerintahan. Dan itu perlu komitmen kuat antara eksekutif dan legislatif, " tutup Sulyanati.tm


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Patroli Gabungan Polres Banjar bersama Unsur TNI Pada Malam Bulan Ramadhan, Petugas Gabungan Temukan Pemuda Konsumsi Miras

Petugas patroli gabungan bubarkan pemuda nongkrong dan mabuk saat bulan suci Ramadhan di Kota Banjar, Jawa Barat, pada Minggu (17/3/2024) dini hari.

Saat petugas menghampiri, bahkan mereka terlihat berhamburan dan kabur. Akan tetapi, ada dua pemuda dalam pengaruh minuman keras itu sempat dinasehati oleh petugas.

Bahkan, dua pemuda dalam kondisi mabuk itu berbicara ngelantur saat ditanya oleh sejumlah anggota polisi.

Pamenwas Polres Banjar, Kompol Sudi Hartono mengatakan, petugas patroli mendapati beberapa pemuda yang sedang nongkrong dan terlihat mabuk.

“Tadi didapatkan di wilayah Cimenyan ada pemuda yang terlihat mabuk kita berikan nasihat dan kebetulan masih warga sekitar. Ada keluarganya yang datang dan kami imbau tidak mengulangi lagi,” kata Sudi Hartono.

Ia menjelaskan, sasaran kegiatan patroli tersebut menyasar tempat-tempat yang dinilai rawan terjadi tindak kejahatan dan tempat nongkrong.

"Sasaran patroli adalah tempat-tempat nongkrong dan tempat yang dinilai rawan terjadi tindak kejahatan,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya perang sarung yang dilakukan oleh remaja.

“Perang sarung juga menjadi atensi kita semua bahwa fenomena perang sarung sudah mengarah kepada kriminal, dan tentunya hal itu tidak kita inginkan,” paparnya.

Kendati begitu, Sudi mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi dan memastikan anak remajanya tidak keluar rumah di atas pukul 22.00 WIB.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan orang tua untuk mengawasi anak-anaknya pada saat malam hari atau waktu subuh. Sehingga tidak terjadi perang sarung yang mengarah kepada kriminal. Demikian juga petasan dan lodong spirtus yang mengarah ke gangguan Kamtibmas,” pungkasnya.tm


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Sejumlah aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila kembali mendatangi kantor KPU Kota Banjar untuk melakukan audiensi dengan Komisioner dan Sekretariat KPU Kota Banjar, Rabu (13/3/ 2024).

Dalam audensi tersebut disampaikan enam tuntutan, salah satunya agar hasil seleksi tenaga administrasi KPU Banjar dibatalkan, karena diduga dalam prosesnya mengandung unsur nepotisme.

Seperti disampaikan Ketua DPC GMNI Kota Banjar Kresty Amelania, bahwa ke enam tuntutan tersebut diantaranya menolak keras pelanggaran dan praktek KKN di lingkungan KPU Kota Banjar. Kemudian menolak pengumuman KPU Provinsi Jawa Barat atas hasil seleksi tersebut. Selanjutnya tuntutan ketiga, KPU Banjar harus melakukan seleksi secara transparan dan sesuai regulasi. Keempat, KPU harus mengevaluasi atas proses dan hasil yang telah dikeluarkan. Kelima pihak mahasiswa dan ormas mendesak agar KPU Jabar dan KPU RI menindak tegas oknum yang melakukan tindakan nepotisme, serta keenam KPU harus melakukan seleksi ulang Tenaga Administrasi tersebut.

" Ada enam tuntutan kepada KPU Kota Banjar dan kami meminta tuntutan tersebut disampaikan juga ke KPU Provinsi Jawa Barat, " ucapnya.

Selanjutnya menurut Kresty, pihaknya akan memberikan batas waktu kepada KPU Kota Banjar untuk memberikan keputusan hingga hari Senin (18/2/2024).

" Jika belum ada keputusan, kami akan terus mengawal tuntutan yang kami aspirasi kan dan akan ada aksi lagi, " tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Kota Banjar Wawan Cahyana saat dikonfirmasi terkait nilai Ilma yang 415, dan berada di bawah nilai pelamar lainnya. Namun anehnya, meskipun lulusan SMA dan nilainya dibawah pelamar lain, Ilma tetap lulus sebagai pemenang seleksi.

Wawan menjawab bahwa KPU Provinsi yang menentukan pemenang dari seleksi Tenaga Administrasi itu.

“Yang memutuskan adalah Pansel di KPU Provinsi Jawa Barat. Kami hanya mengusulkan saja ,” ujarnya.

Ia pun mengatakan tentang adanya aspirasi yang masuk ke KPU Banjar terkait proses seleksi Tenaga Administrasi dan akan menyampaikan ke KPU Provinsi Jawa Barat.

“Kita akan sampaikan ke KPU Provinsi. Dan terkait soal seleksi ulang, kami akan menunggu kebijakan KPU Provinsi, " tutupnya.tm


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,-
Warga Dusun Manis RT 03/02 Desa Susukan di hebohkan dengan penemuan granat jenis nanas diduga masih aktif di kebun milik salah satu warga ketika sedang bekerja bakti bersih bersih lingkungan tepat nya di belakang Alfamart desa susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan. Jumat (8/3/2024).

Pria paruh baya yang menemukan adalah Rasum (74) warga dusun manis desa susukan, saat bersih bersih bersama perangkat desa beserta warga Rasum menemukan granat jenis Nanas diduga masih aktif tepatnya di bawah pohon mangga Dekat sumur tua. Penemuan granat tersebut, sontak membuat heboh warga sekitar, terlihat pihak kepolisian dan TNI berjaga jaga di sekitar lokasi setelah menerima laporan.

Babinsa Desa Susukan Sertu Komarudin, mengaku mendapat laporan tersebut dari warganya yang menemukan Granat tersebut. Dikatakannya, saat itu Rasum tengah melakukan pembersihan kebun di lahan milik Ahmad Dejat Firdaus. Yang lokasi kebunnya ada di RT 03 RW 02 Desa Susukan. Dengan Kondisi granat sendiri saat ini sudah berkarat.

“Tergeletak dibawah pohon mangga Dekat sumur tua kena sabit (ditemukan dalam keadaan tergeletak, kena sabit ),” ujarnya kepada Journalgamas.com.

Kades Susukan Toto Ciptarasa saat di konfirmasi membenarkan terkait warganya menemukan Granat jenis Nanas tersebut, Toto mengatakan bahwa kami jajaran Pemdes sedang mengadakan giat bersih bersih lingkungan lalu mendapatkan laporan ada salah satu warga kami menemukan granat singkatnya.

Kapolsek Ciawigebang Iptu Ayi Sujana mengatakan, begitu mendapat informasi penemuan peledak, petugas langsung mendatangi lokasi. Begitu tiba, pihaknya langsung memasang garis polisi di lokasi penemuan.

"Kondisi granatnya memang sudah karat, tapi kami menduga masih aktif. Untuk sementara masih menunggu tim gegana Brimob Polda Jabar dari Mako Brimob untuk mengevakusi,” pungkas Iptu Ayi

Sementara Wakapolres Kuningan Kompol Deny Rahmanto . S.I.K yang sudah berjaga pihaknya mengatakan , kita sudah koordinasi dengan team geghana Polda Jabar dari Mako brimob. Deny mengatakan bahwa unit tersebut sedang dalam perjalanan, diharapkan akan melakukan penyisiran kembali apakah masih ada granat lain, mudah mudahan di pastikan tidak ada lagi. Ujar Wakapolres

Rencananya, granat tersebut akan di hancurkan di tempat yang sudah di tentukan, tentunya jauh dari pemukiman penduduk, ungkapnya./Iwan


BANJAR | JABARCENNA.COM, - Polres Banjar kembali amankan puluhan remaja melalui patroli gabungan di Kota Banjar, Jawa Barat, lantaran tengah pesta minuman keras (miras) pada Minggu (25/2/2024) dini hari.

Mereka kedapatan tengah mengonsumsi miras di salah satu warung bakso yang ada di wilayah Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

Kapolres Kota Banjar AKBP Danny Yulianto, S.I.K.,M.H. melalui Kabagren AKP Asep Mulya mengatakan, hasil dari kegiatan patroli gabungan tersebut petugas mengamankan 27 orang remaja.


“Adapun hasil dari patroli kita mengamankan beberapa orang remaja yang sedang mengkonsumsi minuman keras,” kata Asep Mulya, Minggu (25/2/2024).

Menurutnya, beberapa remaja di antaranya mereka diamankan karena tengah pesta miras dan menggunakan knalpot brong.

“Terkait kendaraan ada beberapa unit yang juga diamankan, karena tidak sesuai spesifikasi teknis dan menggunakan knalpot brong,” terangnya.


Lanjut Asep, puluhan remaja dan kendaraan itu kemudian diamankan ke Mapolres Kota Banjar, untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Kita amankan ke Polres, selanjutnya nanti didata dan diberikan tindakan pembinaan. Kemudian, untuk kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis kita minta untuk mengganti ke standar dan menunjukan surat-surat kendaraan,” paparnya.

Sementara itu, Asep mengimbau para orang tua supaya memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak-anaknya.

“Kita berpesan untuk orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya, jangan sampai jadi korban atau pelaku kejahatan,” pungkasnya.tm


SUMEDANG | JABARCENNA.COM, - Pasca Gempa yang melanda Daerah Sumedang dan sekitarnya, Kakanwil R. Andika Dwi Prasetya bersama Tim Kanwil Kemenkumham Jabar (Selasa, 02/01/2024) bergerak cepat meninjau Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sumedang yang lokasinya berjarak kurang lebih 1 km dari titik episentrum Gempa Sumedang beberapa waktu lalu.

Tinjauan Kakanwil ke Lapas Kelas IIB Sumedang bersama Pangdam III/ Siliwangi, Pj. Bupati Sumedang, Dandim Sumedang, Kalapas Sumedang, Pejabat Administrator Div Admin dan Div PAS Kanwil Jabar dan Pejabat dan Pegawai Lapas Sumedang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Gempa Bumi yang mengguncang Sumedang dan sekitarnya beberapa waktu lalu masih terus berlanjut sampai saat ini, tercatat beberapa kali terjadi gempa. Tanggal 31/12/2023 : 1. Gempa Mag: 4,1 SR 14:35:34 WIB, 2. Gempa Mag: 3,4 SR 15:38:10 WIB, 3. Gempa Mag: 4,8 SR 20:34:24 WIB. Tanggal 01/01/2024 : 1. Gempa Mag: 4,5 SR 20:46:48 WIB.


Kakanwil memberikan Trauma Healing kepada seluruh Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Sumedang, dengan mengajak bercengkrama dan bersenda gurau untuk melupakan kejadian Gempa Bumi beberapa waktu yang lalu, hal ini menjadi penting dalam memberikan penguatan mental kepada seluruh WBP Lapas Kelas IIB Sumedang.

Kepala Kantor Wilayah menyampaikan untuk fokus pada pemahaman risiko gempa, memberikan edukasi kepada warga binaan mengenai upaya pencegahan dan tanggap darurat saat terjadi gempa. Selanjutnya PJ Bupati Sumedang menyampaikan untuk tetap bersatu dan saling mendukung untuk memulihkan keadaan ini bersama-sama. tetap tenang dan disiplin mengikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas lapas terkait evakuasi darurat. Terakhir, Pangdam III Siliwangi menyampaikan pemahaman evakuasi darurat bagi para petugas dan narapidana di dalam lapas. Kegiatan ini memastikan bahwa negara dan pemerintah hadir bahu membahu bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah

Karena Lapas Kelas IIB Sumedang, termasuk Objek Vital, sehingga diperlukan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah dengan melakukan Pengecekan secara menyeluruh Bangunan Gedung dan Kantor oleh BNPB dan Dinas PUPR Kabupaten Sumedang. Dari hasil pantauan, terdapat Retak halus pada area : Kamar Mandi Disabilitas, Kamar Mandi Kunjungan, Ruang Kunjungan, Area Brandgang, Pintu Masuk Blok Asahan 5 dan 6, Atap Blok Asahan (bergelombang).

Langkah yang telah diambil oleh Kemenkumham Jabar dan Lapas Kelas IIB Sumedang yaitu : 1. Telah dilakukan pemeriksaan terkait Kelayakan Bangunan dan Perhitungan Ambang Batas Kerusakan oleh dinas PUPR dan BNPB; 2. Mengajukan usulan anggaran *tanggap darurat* renovasi perbaikan gedung dan bangunan ke Ditjenpas; 3. Mengusulkan Pemindahan WBP Sementara sejumlah 60 orang ke Lapas terdekat; 4. Guna antisipasi gempa susulan dibangun tenda darurat yang disediakan oleh TNI dalam area Lapas Sumedang. Selain di Lapas Kelas IIB Sumedang, pemantauan Pasca Gempa Bumi Sumedang dilakukan di RSUD Sumedang. /Tm


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Porpemda) Jawa Barat ke-XV secara resmi dibuka Minggu Malam, 26 Nopember 2023, di Stadion Mashud Kuningan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo.

Dalam pelaksanaannya kegiatan yang digelar di beberapa tempat pertandingan tersebut berjalan lancar. Namun baru-baru ini muncul kegaduhan di lokasi kegiatan pelaksanaan pertandingan seperti halnya di cabang olahraga VolleyBall yang dilaksanakan di lapang volly samudra Desa Jalaksana.

Tepatnya Minggu sore sekitar jam 15.00 wib, warga dusun dua desa jalaksana di kagetkan dengan viralnya gambar retribusi parkir dalam kegiatan Porpemda yang menyebar di media sosial (Instagram) tersebut. Alhasil atas ketidakterimaan warga atas apa yang telah dilakukan sebelumnya warga pun berbondong-bondong mendatangi pihak kecamatan jalaksana. Guna mempertanyakan permasalahan tersebut. Disisi lain warga pun merasa tersudutkan karena sebelumnya warga pun telah banyak membantu dalam proses pelaksanaannya.

Beberapa wargapun mendatangi langsung pihak Kecamatan pada hari Selasa (28/11/2023) pagi guna mempertanyakan kejelasan dari tiket parkir yang sempat menjadi Blunder tersebut. Dan wargapun diterima langsung oleh pihak kecamatan melalui Sekertaris Kecamatan, Sutisna. Namun dalam proses dialog tidak menemui titik temu mengingat pihak camat terutama pak camat Subagja selaku manajer voli ball di wilayah jalaksana tidak hadir karena sedang ada rapat diluar kantor.

Dalam dialog yang diterima langsung oleh Sekmat Jalaksana ini, pihak warga menyampaikan ketidakterimaan atas apa yang menjadi permasalahan dilapangan.

Disampaikan Maman selaku pengelola lapang Volly Ball Samudra Jalaksana, "kami merasa tersudutkan pak kalau seperti ini dan alhasil, warga pun merasa keberatan karena sebelumnya saya bersama rekan-rekan dilapangan membantu kegiatan Porpemda 2023 di cabang olahraga VolleyBall yang digelar di Desa Jalaksana ini, dan untuk diketahui pak, kita disini telah banyak membantu dari awal untuk kegiatan tersebut, baik dari persiapan kebutuhan kursi, papan score, sound portabel, kaos tim Libero, ruang ganti, tempat istirahat, dan kita rasa kita telah memberikan yang terbaik. Bahkan untuk minum wasit pun kita yang sediakan pak. Kalau seperti ini kita bisa lihat fakta di lapangannya, itu semua nampak terlihat tidak ada persiapan yang serius", keluh Maman yang disampaikan langsung ke pak Sekmat didampingi pihak Kepolisian darah Jalaksana tersebut.

"Jadi disini kita hanya ingin tahu pada akhirnya, sebenarnya kegiatan Porpemda ini ada tidak anggaran untuk pelaksanaan kegiatan volly ball ? karena kita dilapangan merasakan betul kebutuhan untuk kegiatan tersebut, bahkan kita yang support demi berjalannya kegiatan yang bisa mengangkat nama baik Kuningan ini, nah!kalau apa yang sudah kita lakukan seperti itu dan pada akhirnya kita kecewa, lantas bagaimana apresiasi dari pihak panitia? Sampai kegiatan berakhir pun tidak ada ucapan terimakasih kepada kami, dan dilapangan pun masih berantakan, sejatinya setelah kegiatan berlangsung yang kita harapkan adalah semuanya bisa selesai sesuai apa yang diharapkan, jangan sampai seperti kursi saja itu masih berantakan di lapang sampai hari ini", sergahnya

Lanjutnya, kuncinya kita disini merasa tidak dihargai dan merasa tidak terima dengan viralnya pungutan parkir sebesar 5 ribu yang dilakukan kepada pengendara ambulan dari luar kota tersebut, itupun kita sebelumnya tidak akan pungut parkir, karena sebelumnya rekan-rekan dilapangan juga melihat ambulan tersebut terus bolak-balik membawa peserta dan logistik secara spontanitas petugas parkir pun memungut parkir hanya satu kali. "Nah, dengan kejadian tersebut kita merasa hal ini yang menjadi beban dan terpojokkan. Sebelumnya kan sudah kita sampaikan tadi kenapa alasan kita ingin mempertanyakan kegiatan ini lebih lanjut. Dan kita ingin bertemu langsung dengan pak Camat, pintanya

Sampai dengan berita ini muncul belum menemui titik temu dalam menyelesaikan permasalahan tersebut mengingat warga bersikukuh ingin menemui langsung dengan Camat, namun pihak kedua yaitu Sekmat sudah mencoba menghubungi atasan untuk menyampaikan kembali keinginan warga tersebut. Namun dalam akhir dari dialog tersebut, warga pun memberikan kesempatan kepada pihak camat sampai dengan waktu yang ditentukan. Apabila camat tidak bisa menemui pihak warga maka warga pun akan melakukan gerakan selanjutnya.


(Iwan)

Ilustrasi keracunan makanan 

KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Usai ikuti acara kegiatan yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kuningan di Hotel Prima Resort, Ratusan orang diduga mengalami keracunan.

Acara yang telah digelar pada Minggu (26/11/2023), sebagaimana informasi yang didapat oleh media ini, kegiatan tersebut dihadiri oleh para caleg dari partai PKB Kuningan.

Kronologi sebelum kejadian, pihak narasumber pun mengatakan, kegiatan mulai pukul 08.00 sampai 17.00 wib pada hari Minggu. Dan nampak terlihat normal. Sampai pada sesi makan siang yang dihidangkan oleh pihak hotel pun berjalan lancar sampai dengan berakhirnya acara tersebut. Ujar salah seorang narasumber yang enggan dicantumkan namanya tersebut.

Namun kegaduhan pun muncul dari para peserta yang telah ikut dari kegiatan acara tersebut. Disampaikannya, mereka merasakan rasa sakit dan akhirnya saling bertanya untuk kepada satu sama lain dan akhirnya pun banyak orang merasakan hal yang sama dan mereka menduga mengalami keracunan hal tersebut pun diakibatkan setelah menyantap makanan di saat jam siang pada acara di Hotel Prima tersebut.

"Ada sekitar 140 lebih yang di duga menjadi korban keracunan, mereka itu semua yang menyantap hidangan yang disajikan pihak hotel dan mendapat perawatan yang tersebar di berbagai rumah sakit dan klinik " terangnya

Sementara, dikatakan pihak manajemen Hotel Prima Resort, Ade didampingi Evi ketika di konfirmasi pihaknya tidak menampik adanya informasi kejadian tersebut.

"Iya pak kita juga mendapatkan informasi tersebut, dan untuk masalah ini sebenarnya sedang didiskusikan dengan panitia pelaksana, sedangkan kami pihak manajemen sendiri akan meminta klarifikasi ke bagian yang bertanggung jawab dalam urusan dapur hotel", ujarnya Senin (27/11/2023).

Terpisah, Ketua DPC PKB Kab Kuningan, H Ujang Kosasi ketika di hubungi melalui telepon, pihaknya membenarkan adanya kejadian tersebut.

Namun dirinya meminta agar masalah ini jangan dulu diberitakan karena menurutnya, dari partai sendiri sudah mengutus tim untuk kordinasi dengan pihak hotel selaku penyedia makanan.

"saya belum bisa berkomentar, karena orang saya masih on proses" ucap Ketua DPC PKB, H Ujang melalui WhatsApp.

(Iwan)


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Warga Blok Puhun Desa Mancagar di buat panik akibat adanya kebakaran rumah yang terjadi pada Selasa malam pukul 20.30 wib. 

Rumah milik salah satu janda tua tersebut abis dilalap si jago merah. Sesuai informasi yang didapat api berasal dari adanya konsleting listrik sehingga mengakibatkan kebakaran. Alhasil warga pun berhamburan keluar rumah untuk memadamkan api yang menjalar di atas rumah milik Mak Eloh yang berlokasi di blok Puhun RT.03 RW.02 Desa Mancagar Kecamatan Lebakwangi.

Dalam proses pemadaman tersebut sempat mengalami kesulitan dikarenakan banyaknya atau padatnya penduduk yang ada di wilayah tersebut. Pihak Polsek dan Koramil setempat pun bergotongroyong memadamkan api dengan alat seadanya sambil menunggu pihak pemadam kebakaran.


Menurut Ma Eloh saat di konfirmasi beliau tinggal Berdua Bersama cucunya saat di tanya kronologis kejadian bahwa dirinya tidak tahu sama sekali karna dirinya sudah tertidur lelap.

"saya juga kaget ketika salah satu anaknya membangunkan dan langsung menggendongnya ke luar", jelas Ma Eloh kepada Awak media 

Sementara menurut saksi mata Harno / Hokchan di dampingi Wandi menuturkan kronologis kejadian penyebab kebakaran karna kosleting listrik dari lampu hias bekas Agustusan yang di pasang di depan rumah yang di colok / sambungkan ke salah satu lampu dengan menggunakan Pithing singkatnya kepada Awak media (Do2).


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Warga Negara Asing (WNA) asal California Amerika Serikat, ALW (35) diduga dengan sadis menggorok leher mertuanya sendiri Agus Sopian (58 tahun), hingga meninggal di tempat di Dusun Randegan 1 RT 05RW 02 Desa Raharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar, Minggu siang (24/09/2023).

Aksi keji bule tersebut sempat terlihat tetangganya tersebut diduga akibat dendam dan permasalahan keluarga.


Seperti disampaikan salah seorang saksi yang merupakan tetangga korban, Muhammad Sidik Nur Abidin, dimana pelaku menghampiri korban yang tengah berada di kebunnya, kemudian tiba-tiba menusukan pisau belati ke leher korban.

" Sempat terlihat oleh tetangga, bahkan ada yang berusaha memukul pungkul pelaku, namun tidak mempan dan pelaku terus menusukan pisau ke leher korban. Bahkan saya sempat memukul pakai bambu tapi tetap tidak mempan. Pelaku langsung ke rumah, mandi dan keluar lagi dengan stelan rapi kembali, " ucapnya.

WNA asal Amerika Serikat yang sepekan ke belakang sempat ngamuk dan menghancurkan perabotan rumah di rumah mertuanya, akhirnya menyerahkan diri ke pihak berwajib.

Sementara itu, Kepala Desa Raharja Yayat Ruhiyat membenarkan peristiwa berdarah tersebut di lingkungan desanya namun dirinya mengaku tidak mengetahui secara persis kronologis kejadiannya, dirinya datang ketika ada laporan dari warganya dan langsung datang ke tempat kejadian.

" Menurut laporan warga, si bule datang ke sini, dan melakukan penusukan terhadap mertua laki-lakinya. Dan pelaku saat ini sudah diamankan oleh Kepolisian, " ucapnya.

Yayat menambahkan, sebelumnya sepekan lalu WNA asal Amerika Serikat ini sempat mengamuk di rumah mertuanya, dan kejadian tersebut sudah berlangsung selama tiga kali.

" Pihak keluarga sempat melaporkan dan kami sempat koordinasikan dengan pihak berwajib, karena sudah masuk ke ranah hukum. Dan menurut keterangan yang kami terima kejadian tersebut dipicu hal sepele adanya kesalahpahaman antara pelaku dengan korban. Dan mungkin juga karena karakter dari si bule itu sendiri, " ucapnya.tm


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Ratusan massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Banjar melakukan aksi demontrasi di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Kota Banjar, Kamis (14/9/2023).

Aksi massa Grib Jaya Kota Banjar terlihat ricuh dengan adanya aksi saling dorong dengan petugas keamanan dari Polres Banjar, di mana massa memaksa masuk ke kawasan perkantoran BBWS Citanduy.

Sehingga massa Grib Jaya berhasil menerobos masuk dan melakukan orasi di halaman parkir perkantoran BBWS Citanduy.

Dalam orasinya tersebut, massa menuntut kehadiran Kepala BBWS Citanduy Hendra Ahyadi di hadapan massa serta menerima langsung aspirasi yang disampaikan massa Grib Jaya Kota Banjar.

Massa menolak kehadiran perwakilan Kepala BBWS, yang seperti disampaikan Humas BBWS Rahmat, bahwa Kepala Balai sedang ada tugas di Jakarta, dan sebagai perwakilan ditunjuk Pak Bagus.

Aksi massa sempat memanas dan kemudian memaksa untuk menghadirkan juga dari pemenang tender pekerjaan pembangunan peningkatan Gedung BBWS Citanduy yang bernilai Rp 33,9 miliar dan dikerjakan oleh PT. Pulau Bintan Restari asal Riau.

Ketua DPC Grib Jaya Kota Banjar Asep Diana melalui Sekjen DPC Grib Jaya Kota Banjar Ryan R.Mustopa, mengatakan bahwa kedatangan demo ke BBWS Citanduy hanya untuk memastikan bahwa setiap project yang dilakukan oleh BBWS sesuai dengan dokumen kontrak yang telah ditandatangani.

" Ini kali ke tiga kami datang ke sini. Dan sangat disayangkan sekali, Kepala BBWS selalu beralasan tidak bisa hadir. Seperti hari ini, padahal surat sudah dikirimkan 3 hari sebelum pelaksanaan demo, " ucapnya.

Lebih lanjut Riyan menyampaikan respon dari BBWS terhadap masalah masyarakat, salah satunya dampak kekeringan di masyarakat, BBWS tidak responsif.

" Kami berharap setiap bencana yang terjadi BBWS respon, ke depan kan dulu pertolongan jangan mengedepankan dengan berdalih birokrasi, " imbuhnya.

Aksi demo massa Grib Jaya Kota Banjar berakhir dengan disetujuinya satu tuntutan oleh pihak BBWS yaitu pendistribusian air bersih untuk 4 Desa dengan menggunakan truk tangki air bersih BBWS.tm





BANJAR | JABARCENNA.COM,- Diduga sopir mengantuk, truk Diesel tabrak tronton tangki muatan susu cair di jalan Brigjen M Isa, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (8/9/2023).petang.

Sopir dan kernet truk Diesel serta sopir tronton mengalami luka. Proses evakuasi seluruh korban berlangsung sulit dan dramatis lantaran terjepit badan truk.

Menurut sopir truk tronton, Sutikno (52) warga Blitar, Jawa Timur, tabrakan itu terjadi ketika dirinya membawa tronton tangki melaju dari arah Banjar menuju Blitar. Setibanya di lokasi kejadian, melaju kencang truk diesel dari arah berlawanan lalu oleng ke kanan jalan hingga akhirnya menabrak truk tronton tangki.

"Truk diesel oleng ke arah kanan dan saya sudah coba banting setir ke kiri jalan tapi keburu ditabrak, sopir truk diesel sepertinya mengantuk pak," ucap sopir truk tronton tangki, Sutikno.

Sementara sopir truk diesel, Asep Saepudin (33) warga Cipaku, Ciamis, Jawa Barat, mengalami luka berat dan seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD Banjar.

Kecelakaan dua truk itu terekam kamera CCTV milik Dinas Perhubungan Kota Banjar. Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas dari arah Jawa Barat menuju Cilacap, Jawa Tengah dan sebaliknya sempat macet panjang selama proses evakuasi korban dan truk./Tm





BANJAR | JABARCENNA.COM,- Warga Banjar dihebohkan dengan penemuan mayat di dalam sebuah rumah kosong di Jalan Baru Lingkungan Sukarame Rt.03 Rw.12, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Selasa (30/5/2023). 

Jenazah diketahui bernama Mimin Kuspendi (63) warga Cikabuyutan Barat, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

"Penemuan mayat ini diketahui sekitar satu jam lalu pukul 13.30 WIB di Jalan Baru. Yang bersangkutan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dan sekarang di bawa ke RSUD Kota Banjar," ujar Kapolsek Banjar Kompol Sudi Hartono seusai proses evakuasi sekitar pukul 14.30 WIB.


Sudi Hartono menuturkan jenazah diketahui memiliki riwayat penyakit gula. Informasi ini didapat dari salah seorang keluarga yaitu kakak dari pada korban.

"Komunikasi terkahir dengan kakak kandung 5 hari yang lalu. (Jenazah) tergeletak diduga jatuh atau terbentur," tutur Sudi Hartono.

Sementara itu, Ketua RT.03 RW.12 Susi Sugiarti menjelaskan, penemuan mayat ini terjadi ketika rumah yang ditinggali oleh korban diketuk pintu tidak menyahut. Setelah dilihat dari jendela yang terbuka korban sudah dalam keadaan tergeletak di lantai.


"Kami bongkar pintu untuk bisa masuk kedalam melihat kondisi korban. Rumah ini digunakan korban untuk gudang atau tempat penyimpanan barang air mineral," kata Susi.

Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim Inafis Polres Banjar bersama TNI dan BPBD Kota Banjar. Saat ini jenazah Bapak Mimin sedang dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam guna mengetahui penyebab kematian korban. Proses ini dilakukan oleh tim Inafis Sat Reskrim Polres Banjar Polda Jabar./Tema


CIREBON | JABARCENNA.COM,-
Tim Search and Rescue (SAR) Kompi 4 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar dikerahkan untuk mencari korban yang tenggelam di Sungai pekik desa jatimerta kecamatan gunung jati, kabupaten Cirebon, Senin (15/5/2023)

Tim SAR Kompi 4 Batalyon C Pelopor bersama Basarnas, BPBD Kabupaten Cirebon, Koramil dan Polsek, IEA Cirebon, karang taruna desa jatimerta dibantu masyarakat sekitar mencari 1 (satu) korban tenggelam yaitu, Abdul goni bin Sobari (65) yang merupakan warga Desa Kalitengah, Kecamatan tengah tani, Kabupaten Cirebon.

Danki 4 Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Iptu Jajang mengatakan bahwa jajarannya turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan korban tenggelam.

Saat ini Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim SAR Sat Brimob Polda Jabar, Basarnas, Polsek dan Koramil gunung Jati, dibantu oleh warga masyarakat sekitar setelah melakukan pencarian secara maksimal sejak pagi tadi hingga berita ini di turunkan.

"Adapun kegiatan ini sebagai wujud nyata dari Bakti Sat Brimob Polda Jabar untuk masyarakat, maka Sat Brimob Polda Jabar akan terus berusaha memberikan pertolongan warga yang ditimpa musibah dengan segenap kemampuan yang dimiliki.” tutupnya./Ris-Wan


SUKABUMI | JABARCENNA.COM,-
Suasana haru dan tangis menyelimuti Polsek Citamiang Polres Kota Sukabumi Polda Jabar saat mempertemukan Muhammad Yusuf (12 tahun) anak yang diduga memiliki keterbelakangan mental dengan kedua orang tuanya, Senin (8/5/2023).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si mengatakan bahwa Polisi akan selalu ada dimanapun kapanpun untuk membantu masyarakat sebagai wujud kepedulian dan pelayanan prima.

Kapolsek Citamiang, Akp Arif Sapta Rahardja membenarkan pertemuan yang penuh hari dan Isak tangis tersebut.

"Memang betul, hari ini kami menyerahkan ananda Muhammad Yusuf kepada kedua orang tuanya setelah sebelumnya ananda Muhammad Yusuf sempat dikabarkan hilang dan viral di jejaring sosial," ujar Arif.

"Jadi pada hari Minggu (7/5) sekitar jam 9 malam, kami mendapatkan ananda Muhammad Yusuf ini diantar oleh pengemudi ojeg online ke Mapolsek usai terlihat oleh warga di sekitar Jalan R Didi Sukardi dan terlihat kebingungan," bebernya.

"Setelah warga mencoba untuk berkomunikasi, ternyata ananda Muhammad Yusuf ini sulit untuk diajak komunikasi, hingga akhirnya diantarkan pengemudi ojeg online kepada kami," lanjutnya.

"Alhamdulilah, hari ini ananda Muhammad Yusuf bisa kembali berkumpul dengan keluarganya," katanya.

Arif juga mengatakan, beberapa personelnya mengajak bocah dengan keterbelakangan mental tersebut bermain ke kawasan wisata Santa sea Sukabumi sambil menunggu kedatangan orang tuanya.

"O iya, memang tadi pagi, setelah sarapan, personel kami mengajak ananda Muhammad Yusuf bermain ke wisata Santa Sea sambil menunggu kedatangan orang tuanya dan alhamdulilah anaknya terlihat senang juga," kata Arif.

Sementara itu, Muhammad Zen yang merupakan orang tua Muhammad Yusuf mengapresiasi Polsek Citamiang Polres Sukabumi Kota Polda Jabar yang telah membantu mempertemukan kembali putranya yang sempat hilang.

"Terimakasih kepada Polsek Citamiang Polres Sukabumi Kota Polda Jabar yang telah menemukan dan membantu anak saya," ujar Muhammad Zen l.

"Anak saya hilang kemarin pukul 8 pagi dan hari ini baru bisa ditemukan dan saya mengucapkan terimakasih dan kegelisahan saya sudah terjawab," bebernya.

"Atas hal ini saya ucapkan terimakasih, hanya Alloh lah yang bisa membalas kebaikan para anggota Polsek Citamiang ini." pungkasnya./Ris-Wan



KUNINGAN | JABARCENNA.COM,-
Hujan deras yang terjadi sejak Senin siang hingga sore di Kabupaten Kuningan menyebabkan sejumlah titik di Dusun Puhun Rt 05 Desa Susukan Kecamatan Cipicung ini terendam banjir yang ketinggian airnya di beberapa titik mencapai sekitar 80 cm.

"Dari laporan yang masuk ke kami ada beberapa rumah yang terendam banjir yakni di Rt 05 ," ujar salah satu warga kepada Jabarcenna.com. Senin. (1/5/2023)

Menurut Asep salah satu warga dusun puhun, ketinggian air yang merendam permukiman warga ini bervariasi mulai dari 40 hingga 80 cm. Banjir ini dipicu hujan deras yang tidak mereda selama beberapa jam, serta di duga dampak dari salah satu perumahan yang sedang di bangun sehingga debit air yang menggenangi permukiman meningkat ditambah drainase tidak berfungsi maksimal atau tersumbat akibatnya terjadi banjir.

Hingga pukul 17.30 WIB banjir di sejumlah titik masih menggenang pemukiman warga dusun puhun. Akibat banjir ini tidak hanya merendam permukiman, tapi beberapa tempat ibadah salah satunya mushola.

"Kami masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terendam banjir, tapi tidak ada korban pada bencana ini dan untuk kerugian masih dalam hitungan petugas di lokasi, " tambahnya.

Sementara, BPBD Kabupaten Kuningan saat di hubungi sudah menerima laporan dari beberapa sumber dan langsung mengirimkan beberapa personel menuju ke lokasi.

Di tempat terpisah Kepala UPT Damkar Kuningan M. Khadafi mengatakan, beberapa anggota damkar sedang mengevakuasi pohon tumbang yang ada di Desa Susukan Kecamatan Cipicung. Pungkasnya. ./Ris-Wan


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Polres Banjar berhasil mengamankan puluhan remaja yang tengah melakukan pesta minuman keras di halaman salah satu Kantor Dinas Kota Banjar, Minggu dini hari (9/4/2023).

24 remaja yang mayoritas masih berstatus pelajar ini terjaring polisi yang sedang melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai antisipasi tindak pidana atau kejahatan di malam hari.

Disampaikan Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, melalui Kasat Samapta Polres Banjar AKP Helmizar, puluhan remaja ini kedapatan sedang pesta minuman keras jenis tuak.

"Kebetulan kita sedang melaksanakan KRYD guna mengantisipasi terjadinya tindakan kejahatan di malam hari dan Ketika melewati Jalan Siliwangi, Lingkungan Cikadu, ditemukan sekelompok pemuda yang setelah kami periksa ternyata sedang meminum miras tradisional jenis tuak di halaman salah satu kantor pemerintahan Kota Banjar," ungkapnya.


Saat diperiksa, lanjut AKP Helmizar, Polres Banjar menemukan sebungkus plastik berisi minuman keras jenis tuak yang diduga sedang di konsumsi puluhan pelajar tersebut.

"Untuk barang mencurigakan lainnya tidak ada," imbuhnya.

Selain itu, dalam KRYD ini Polres Banjar juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan sepeda motor dan membawanya ke Mako Polres Banjar jika tidak dilengkapi surat-surat.

"Kita lakukan pendataan dan pembinaan terhadap mereka supaya tidak mengulangi perbuatannya," jelasnya.

AKP Helmizar mengimbau kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya dan tidak mengizinkan mereka untuk beraktivitas di luar rumah hingga larut malam.

"Sudah banyak kejadian yang melibatkan para remaja berstatus pelajar sehingga kami harapkan kerjasama dari para orang tua agar lebih baik lagi dalam menerapkan pola asuh untuk anak-anak," imbaunya.

Kantor Dispora sendiri saat kejadian nampak gelap dan tak terlihat ada petugas yang melakukan piket sehingga Polres Banjar menduga hal itu mempermudah para remaja ini untuk menggelar pesta miras di kawasan perkantoran tersebut./tema


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Yayasan Gilang Sunda Nagari yang terletak di RT 50 RW 13 Dusun Ciaren Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar, luluh lantak dilahap si jago merah sekira pukul 11.30 WIB, Kamis (30/3/2023).

Hanya dalam bilangan menit, bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu tersebut habis, meskipun dua mobil pemadam kebakaran berusaha untuk memadamkan api.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Banjar Kusnadi, pihaknya langsung menuju lokasi begitu mendapatkan laporan dari warga bahwa terjadi kebakaran di Yayasan Gilang Sunda Nagari Balokang.

"Semuanya habis terbakar tanpa sisa. Bangunan tersebut material-materialnya memang dari bahan yang mudah terbakar. Jadi hanya dalam waktu sepuluh menit saja, bangunan Yayasan sudah habis terbakar, " ucapnya.

Kebakaran yang menghancurkan bangunan Yayasan yang bergerak di bidang seni dan budaya tersebut, masih belum diketahui penyebabnya.

"Penyebabnya masih kita selidiki, apakah dari konsleting listrik atau dari permainan lodong, yang menurut beberapa saksi merupakan asal mula terjadinya kebakaran. Namun kita masih terus melakukan penyelidikan. Begitupula untuk kerugian, kita masih melakukan assement, " tambahnya.

Salah seorang saksi yang merupakan tetangga dari bangunan Yayasan Gilang Sunda Nagari, Ibu Jujun mengatakan dirinya mengetahui kebakaran setelah api sudah mencapai atas bangunan. Namun dirinya juga tidak mengetahui dengan pasti penyebab kebakaran tersebut.

"Pertamanya saya melihat asap, namun dengan cepat api sudah mencapai ke atas bangunan. Warga yang mencoba memadamkan pun tidak sempat karena dengan cepat api langsung membakar semuanya. Saya juga tidak tahu apa penyebab kebakaran tersebut, karena kondisi saat itu lagi tidak ada orang, "ucapnya./Tema




Diberdayakan oleh Blogger.