JABARCENNA.COM | Portal Berita Jabar Katanya


JABARCENNA.GOM | BANJAR,- Sejumlah Warga Binaan Lapas Banjar mengikuti Voluntary Conseling Test (VCT) yang dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Banjar dan Puskesmas Pataruman 3 Kota Banjar, di aula Lapas Banjar Rabu 28 September 2022.

Kegiatan VCT ini bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya warga binaan yang terjangkit HIV, mencegah terjadinya penularan HIV di lapas, serta memberi pengetahuan tentang manfaat diselenggarakannya VCT.

Sebelum dilakukan tes VCT, Warga binaan terlebih dahulu diberikan konseling dan penjelasan mengenai HIV sehingga mereka dapat memahami tujuan diadakannya VCT tersebut.

Kalapas Banjar Mohamad Maolana menuturkan bahwa VCT ini terlaksana atas sinergitas dan kerjasama Lapas Banjar dengan Dinas Kesehatan Kota Banjar dan Puskesmas Pataruman 3 Kota Banjar, hal ini juga merupakan salah satu implementasi Kunci Pemasyarakatan Maju yakni bersinergi dengan stakeholder terkait.

Lebih lanjut kegiatan ini sebagai pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh layanan kesehatan dan juga implementasi atas Program Back To Basic yang mana salah satu pointnya berisi perawatan kesehatan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjar dr Hj.Ika Rika Rohantika menilai sangat pentingnya Lapas untuk dilakukan VCT karena salah satu penularan HIV Aids yakni melalui cairan sperma. Dikhawatirkan dalam Lapas terjadi interaksi penyimpangan seksual yang dapat menyebabkan penularan HIV, sehingga dilakukannya VCT sebagai upaya untuk mendeteksi warga binaan ada tidaknya yang positif HIV, terang Rika./Tema





JABARCENNA.COM | BANJAR,- Membentuk jajarannya menjadi petugas yang Profesional, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Jabar Maulidi Hilal memberikan penguatan terkait tugas dan fungsi petugas Pemasyarakatan kepada pegawai Lapas Banjar di Aula Kantor Utama Lapas Banjar, Rabu 21 September 2022.

Dalam penguatannya, Kadivpas Jabar menyampaikan bahwa petugas Pemasyarakatan harus berpegang teguh pada Kunci Pemasyarakatan Maju yakni 3+1 dan Back to Basics. Aspek 3 Kunci Pemasyarakatan Maju yakni dengan melakukan deteksi dini, berantas narkoba, serta senantiasa membangun sinergi dengan aparat penegak hukum.

“Laksanakan Back to Basics dalam lingkungan kerja kita dengan kembali implementasikan prinsip-prinsip dasar Pemasyarakatan. Ikuti peraturan yang telah ditetapkan dengan tetap berpegang pada kode etik petugas Pemasyarakatan”, ungkap Hilal.

Seluruh petugas agar menjaga performance salahsatunya tertib dalam berpakaian dinas, sesuai dengan ketentuan dan mengikuti perkembangan aturan khususnya dalam penggunaan atribut.

Lebih lanjut Hilal menegasakan agar dalam melaksanakan tugas menanamkan Hakikat Pengabdian antara lain Yakin Allah Melihat Kita, Bekerja Tanpa Diperintah, Tanggung Jawab Tanpa Diminta, Berbuat Tanpa Pamrih dan Disiplin Tanpa Diawasi.

“Kita semua sebagai pegawai agar ingat perjuangan saat kita ingin menjadi ASN Kemenkumham, sehingga jangan tergiur oleh bentuk – bentuk penyimpangan apalagi merupakan Tindak Pidana”.

“Terkait Tindak Pidana Umum maupun Narkoba, menyelundupkan handphone ke dalam Lapas, pungutan liar dan pelanggaran kode etik petugas Pemasyarakatan, apabila ada petugas yang melakukan perbuatan indisipliner tersebut, selaku pimpinan saya sampaikan secara Tegas akan kita Tangkap, Tindak dan Pecat”, tegas Hilal.

Menutup arahan dalam penguatannya, Hilal berpesan agar seluruh petugas Lapas Banjar selalu taat perintah, hormat pada pimpinan, selalu siaga, berkomitmen, jaga Korsa, memiliki energy dan daya tahan tubuh yang tangguh dan bekerja secara simultan, pungkas Hilal.

Kalapas Banjar Mohamad Maolana, menuturkan bahwa seluruh petugas Lapas Banjar senantiasa melaksanakan tugas sesuai SOP dan senantiasa menjaga marwah Pemasyarakatan. Menindaklanjuti arahan pada penguatan oleh Kadivpas, pihaknya akan terus melakukan Internalisasi khususnya terkait Kunci Pemasyarakatan Maju 3+1 Program Back To Basic, tutur Maolana./Tema





JABARCENNA.COM | BANJAR,- Tim Unit Pemberantasan Pungli Kota Banjar melakukan Monitoring dan Evaluasi Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik (UPP) Lapas Banjar, Rabu 21 September 2022, memastikan agar UPP telah memenuhi standar pelayanan Publik.

Kalapas Banjar Mohamad Maolana menuturkan, kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini sebagaimana Surat Pemberitahuan yang kami terima dari Ketua Pelaksana Unit Pemberantasan Pungli Kota Banjar Nomor : B/16/IX/2022/UPP Tanggal 14 September 2022.

Lapas Banjar sebagai Obyek Monitoring dan Evaluasi Unit Pemberantasan Pungli Kota Banjar yang dilaksanakan oleh Tim Pokja Yustisi dipimpin oleh Berlian Vitaria, S.H beserta 5 (lima) orang anggota.

Kalapas Banjar Mohamad Maolana bersama Kasi Adm Kamtib Adiyanto dan Kasi Binadik dan Giatja Fery Berthoni mendampingi Tim Pokja Yustisi meninjau berbagai layanan publik di Lapas Banjar. Kegiatan Monev meliputi peninjauan layanan publik dan wawancara lapangan terkait standar pelayanan, fasilitas pelayanan, SDM Pelayanan Publik serta wawancara terkait berbagai upaya yang dilakukan Lapas Banjar dalam mencegah perbuatan / penyimpangan / pungutan liar dalam pelayanan publik.

Sarana publik yang ditinjau antara lain, tempat parkir, jalur disabilitas, ruang pelayanan / pendaftaran, ruang tunggu / lobby, ruang Video Call, tempat pemeriksaan barang, ruang laktasi, ruang bermain ramah anak, ruangan P2U, ruang kunjungan tatap muka, poliklinik dan kamar hunian khusus Lansia.

Ketua Tim Pokja Yustisi Unit Pemberantasan Pungli Kota Banjar, Berlian Vitaria mengapresiasi atas layanan publik di Lapas Banjar yang telah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan. Keseriusan Lapas Banjar dalam memberikan pelayanan sangat baik kepada masyarakat dengan telah terpenuhinya pemenuhan aspek penyelenggara pelayanan publik antara lain standar pelayanan, maklumat pelayanan, Survei kepuasan Masyarakat, Kompetensi SDM di pelayanan, Kredibilitas / Integritas petugas layanan, kelayakan sarana prasarana, adanya sarana konsultasi dan pengaduan, terang Berlian Vitaria.

Dengan predikat yang diraih Lapas Banjar sebagai UPT yang memberikan pelayanan Publik Berbasis HAM, tim menilai bahwa penyelenggaraan pelayanan publik di Lapas Banjar sudah memberikan pelayanan sangat baik dan tidak ada pungutan liar, pungkas Maolana./Tema





JABARCENNA.COM | BANJAR,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar telah selesai melaksanakan tahapan pendaftaran calon anggota Panwascam.

Untuk pendaftaran calon anggota Panwascam dari tanggal 21 September ditutup tanggal 27 September 2022 pukul 17.00 Wib.

Menurut Koordinator Divisi Organisasi, SDM Data dan Informasi Bawaslu Kota Banjar Rudi Ilham Ginanjar, kita telah menerima 116 berkas pendaftaran calon anggota Panwascam. Setelah tahapan penyerahan berkas pendaftaran akan dilanjutkan ke verifikasi berkas, kemudian melakukan pengumuman berkas.

"Selama pendaftaran calon anggota Panwascam ini, berjalan dengan lancar. Namun ada kendala di surat keterangan sehat, dimana banyak pendaftar yang menggunakan Surat Keterangan Sehat dengan menggunakan Surat Keterangan Sehat dari klinik, padahal untuk Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah atau Puskesmas. Sedangkan untuk yang lainnya sudah dicantumkan dalam persyaratan umum atau khususnya seperti itu, " ucapnya saat ditemui di Sekretariat Bawaslu, Selasa (27/09/2022).

Selanjutnya Rudi menambahkan untuk tanggal 14 Oktober sampai 16 Oktober 2022 akan dilaksanakan Computer Assisted Test (CAT) yang direncanakan akan dilaksanakan di SMKN 2 Banjar.

" Untuk petunjuk/ pedoman teknis CAT tersebut, kita masih menunggu arahan dari Bawaslu Provinsi.

Karena kita belum mengetahui juga, apakah diambil 6 besar dari masing-masing Kecamatan itu dari Passing Grade atau ada batasan-batasan nilai.

Dan dari 6 besar itu akan diuji kelayakan atau wawancara, " jelas Rudi mengenai tahapan test yang akan diikuti peserta calon anggota Panwascam.

Menurut laporan hasil penerimaan pendaftaran Panwascam Bawaslu Kota Banjar, jumlah pendaftar se-Kota Banjar 116 orang, terdiri dari 85 orang laki-laki dan 31 orang perempuan.

" Saat ini kita sudah memenuhi dua kali kebutuhan dan 30 persen keterwakilan perempuan dari pendaftaran, otomatis di setiap Kecamatan itu kita harus punya pendaftar 2 perempuan.

Jadi kita tidak melaksanakan perpanjangan waktu pendaftaran, " pungkasnya.

Adapun rincian pendaftar per-Kecamatan:
Kecamatan Banjar
Laki-laki : 21 orang
Perempuan : 10 orang
Total 31 orang

Kecamatan Pataruman
Laki-laki : 16 orang
Perempuan : 10 orang
Total : 26 orang

Kecamatan Purwaharja
Laki-laki : 16 orang
Perempuan : 6 orang
Total : 22 orang

Kecamatan Langensari
Laki-laki : 32 orang
Perempuan : 5 orang
Total : 37 orang
./Tema.




Diberdayakan oleh Blogger.