JABARCENNA.COM | Portal Berita Jabar Katanya


JabarCeNNa.com, Kuningan - Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat dengan cara yang cepat dan berkelanjutan untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan negara untuk menciptakan kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

"Komitmen untuk senantiasa menangani dan menyelesaikan permasalahan di daerah khususnya di Kabupaten Kuningan, menjadi tugas penting Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental yang implementasinya melalui aksi nyata program gerakan melayani, gerakan bersih, gerakan tertib, gerakan mandiri dan gerakan bersatu," demikian di katakan Sekda Kuningan, Dian Rachmat Yanuar saat membuka Acara Sosialisasi dan Penguatan Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental di Aula Resort Prima Sangkanhurip, Rabu 28 November 2018

Sebagaimana tindak lanjut Intruksi presiden nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental dan Surat edaran Menteri Dalam Negeri nomor 100/1734/SJ Tahun 2017 tentang Pembentukan Gugus Tugas Revolusi Mental di Daerah.

Lanjut Dian, "kegiatan ini ditujukan untuk memberikan informasi menyeluruh tentang gerakan revolusi mental kepada aparatur pemerintah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat agar ada kesamaan persepsi, pandangan dan pemahaman dalam upaya mempercepat internalisasi tiga nilai-nilai revolusi mental yaitu Integritas, Ethos Kerja dan Gotong royong, baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat lebih luas," ungkapnya. 

Melalui gerakan revolusi mental Dian berharap mampu melahirkan insan-insan yang berkualitas dan unggul, menjunjung tinggi nilai-nilai norma, dan identitas budaya bangsa, mempunyai kesadaran dalam mengelola kekayaan alam secara efisien dan berkelanjutan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Selain itu dapat ditingkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam politik dengan memberi kontribusi pada penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (antikorupsi), mewujudkan keadilan, dan memperkuat pertahanan dan keamanan negara.

" Gerakan Revolusi Mental harus mengacu pada nilai integritas, etos kerja dan gotong royong agar tercapai upaya membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera,"tandasnya.

Dalam acara tersebut Badan Kesbangpol Kab. Kuningan mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Sebanyak 80 orang aparatur pemerintah dan unsur perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan ikut hadir dalam acara tersebut. 

Kasubdit Karakter dan Wawasan Kebangsaan, mengungkapkan "bahwa Alur Implementasi Kebijakan program GNRM harus mengarah pada langkah strategis pembentukan dan penataan kelembagaan Gugus Tugas GNRM Kabupaten Kuningan dan peningkatan peran strategis unsur Aparatur Pemerintah, Dunia Usaha, Dunia Pendidikan dan Masyarakat dalam melakukan perubahan yang positif dari berbagai bidang"ucapnya

.iwn

JabarCeNNa.com, Cirebon - Banyak tradisi digelar oleh warga Cirebon dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. seperti yang dilakukan warga Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon.

Mereka menggelar acara 'Panjang Jimat' yang rutin digelar setiap tahun, acara ini digelar di Petilasan Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang. Selasa 27 November 2018.

Mengulas sedikit sejarah dari penyebaran agama islam di Cirebon, Mbah Kuwu Sangkan Cirebon atau Raden Mas Walangsungsang ini adalah sulung dari Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subang Larang. 

Banyak orang yang masih mempercayai dengan keberadaan Mbah Kuwu Sangkan, meski bentuk fisik makamnya ada di beberapa tempat. Seperti di Gunung Sembung, Desa Astana yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati dan di Kampung Girang, Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Petilasannya bahkan sampai di tanah Dieng, Jawa Tengah.

Mbah Kuwu Sangkan ini konon masih sering mengembara. Mengunjungi tempat-tempat di mana dulunya ia pernah berdakwah dan mensyiarkan agama Allah. seperti halnya di daerah, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Sumedang, Subang, Bogor, Banten, Garut, Karawang bahkan hingga ke Madura untuk mengunjungi Makam Mbah Kholil.

Pengembaraan Mbah Kuwu Sangkan juga dinilai cukup unik. Mbah Kuwu Sangkan seringkali menyamar menjadi orang biasa yang mengaku dirinya adalah seorang musafir.

Namun, orang yang mampu melihat sosok Mbah Kuwu Sangkan ini merasakan adanya ilmu yang tidak biasa berada dalam diri Mbah Kuwu Sangkan.

Seperti apa yang dikatakan Kuncen Keramat Talun H.Suja’i Abdullah bahwa "Orang-orang pintar (yang diberi kelebihan khusus) masih sering bertemu dengan Mbah Kuwu Sangkan Cirebon. Mereka menganggap jika Mbah Kuwu Sangkan Cirebon belum wafat. Beliau memang Manusia Turun Sanghyang yang katanya enggak akan wafat sampai hari kiamat," ujarnya

Panjang Jimat di Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun sudah menjadi agenda tahunan setiap memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW. Berdasarkan Keterangan acara panjang jimat punya makna untuk menghormati para leluhur di Desa Cirebon Girang.

"acara panjang jimat ini untuk mensyukuri nikmat Allah dan juga sebagai memperingati Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan melaksanakan tradisi budaya serta menghormati para leluhur maka acara ini akan terus di peringati  dan laksanakan" Ucap Kuncen Keramat Talun H.Suja’i Abdullah yang juga kordinator utama pelaksanaan panjang jimat tersebut.

ditambahkannya, selain sebagai ikon Desa Cirebon Girang ini juga adanya acara seperti ini juga guna mempromosikan atau memperkenalkan situs cagar budaya Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang ke seluruh warga Cirebon Jawa Barat dan umumnya seluruh warga indonesia. "ungkapnya

Acara tradisi panjang jimat dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal atau Maulud (tanggal 18-19 maulud) itu diisi dengan berbagai acara seperti arak-arakan yang dimulai dari makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang menuju Balai Desa dan kembali ke titik awal di Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang, Arak-arakan benda pusaka Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan dan acara Marhabanan yang diikuti oleh semua warga Desa Cirebon Girang dan Perwakilan dari keraton Cirebon. 

Dampak yang dirasa oleh Masyarakat

Dengan adanya acara tahunan 'panjang jimat' nyatanya berdampak pada perekonomian warga sekitar yang ikut mencari nafkah dengan berdagang atau berjualan. sehingga dengan banyaknya para pejiarah yang datang dari luar daerah, para pedagang bisa meraup omset yang cukup lumayan besar.

Salah satunya Bapak Yono pedagang di area wilayah sekitar Kramat Talun dirinya mengatakan "Alhamdulillah mas dengan adanya acara ini omset pendapatan dagangan saya meningkat 50 persen dari hari-hari biasanya" ucapnya kepada JabarCeNNa.com


.Abdul Salam






Kuningan - Guna mengimplementasikan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor Angkatan II Kabupaten Kuningan pihak GP Ansor Kuningan buka pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) dengan tema 'Bela Agama,  Bangsa dan Negara'. 

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, berrtempat di PC NU Kuningan, Sabtu 24 November 2018.

Sekda Kuningan menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi GP Ansor, dan pihaknya memberi motivasi untuk tetap berkontribusi positif bagi negara, bangsa, dan masyarakat.

Pihaknya sangat antusias dengan kegiatan ini, dimana ketua dan pengurus cabang gerakan pemuda ansor Kabupaten Kuningan senantiasa berusaha meningkatkan pola belajar dan berfikir dalam menggali potensi diri dan pembinaan terhadap para anggotanya.

Ia berharap kepada keluarga besar GP Ansor Kabupaten Kuningan, terus berpartisipasi membantu dan menyumbangkan pemikiran guna menyuarakan kehidupan masyarakat Kuningan yang makin maju dan makmur, agamis dan pinunjul "ungkap Dian

Ditempat yang sama dikatakan Ketua GP Anshor Kabupaten Kuningan KH. Didin Misbahudin "acara ini adalah implementasi visi untuk memperkuat sistem kaderisasi dan misi mempersiapkan regenerasi kepemimpinan NU dan kader berkualitas, PC GP Ansor  Kabupten Kuningan,"ucapnya

Menurut Didin, tujuan PKD ini adalah terwujudnya kader penggerak GP Ansor tingkat Anak Cabang dan Ranting yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang handal, yang siap mengawal dan menjadi dinamisator organisasi GP Ansor di tingkat Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting.

Dalam pelatihan ini, peserta digembleng oleh Tim Instruktur PW GP Ansor Jawa Barat, tidak sekadar di upgrade pengetahuan, tetapi juga olah fisik, mental dan spiritual, katannya.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari tersebut,  diikuti peserta sebanyak 70 orang dari berbagai pengurus anak cabang di 32 Kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

Turut hadir dalam acara PKD ini, Rois syuriah KH. Abdul Azis Ambar Nawawi, Ketua Tanfidiyah PC. NU yg diwakili oleh Sekretaris KH. Aang Ashari, LC, dan Ketua GP Anshor KH. Didin Misbahudin beserta para pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kab. Kuningan.

.iwn

 
JabarCeNNa.com, Bandung - Proyek (PLTA) Upper Cisokan yang digadang - gadang menjadi proyek PLN terbesar yang menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan 4 X 260 MW dengan berkapasitas total 1.040 MW yang berada di Kabupaten Bandung Barat tersebut nyatanya dalam Pembangunan Jalan Hantar (Access Road), dan Pembangunan Upper & Lower Dam, Power House dan Saluran air masih menuai polemik dilapangan.

Pembangunan jalan Hantar yang berada di empat desa diantaranya Desa Cibitung dan Sukaresmi Kecamatan Rongga serta Desa Cijambu dan Desa Sirnagalih Kecamatan Cipongkor dinilai kurang maksimal.

Hal tersebut di ungkapkan Ketua Forum SIROGUCI yang dikenal dengan sebutan Asep Unyil kepada JabarCeNNa.com, Senin, 26 November 2018.

"Dengan adanya proyek tersebut masyarakat disekitar terkesan banyak di rugikan. pasalnya, masyarakat tidak mendapatkan perhatia khusus."kata Asep Unyil

 

Seperti contoh, dampak permasalahan dilapangan akibat dari pengerjaan proyek yang mengakibatkan terjadinya pengikisan tanah di sekitar pemukiman sehingga banyak yang longsor tersebut nampaknya para pihak terkait dalam pembangunan mega proyek upper cisokan tersebut nyatanya terkesan lalai dan tidak perduli terhadap dampak yang ada, dimana letak pertanggungjawaban secara utuhnya? "ujar Asep

Ini menjadi bahan pemikiran kita bersama, jangan sampai Pemerintah Kabupaten Bandung Barat khususnya dinas terkait terkesan tutup mata alias seakan-akan tidak mau tahu dengan persoalan yang terjadi di lapangan, padahal kita semua tahu dengan adanya mega proyek yang berada di wilayah Kab. Bandung Barat wilayah selatan tersebut adalah modal Negara yang seharusnya semua dinas terkait ikut mempertanggung jawabkan akan penggunaan uang Negara tersebut. "ungkapnya

"Pekerjaan proyek asal-asalan kok dibiarkan tanpa ada pengawasan, kwalitas itu harus di utamakan jangan sampai adanya pengurangan kwalitas bahan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga terlihat tidak sesuai" ucap Asep

"Saya rasa Pemerintah juga belum ada excent dalam melakukan pengawasan dampak negatif terhadap masyarakat,"kata Asep

Hal yang sama dikatakan Ketua FKPDR, Asep Saprudin, sesuai dengan temuan dan fakta-fakta dilapangan saya melihat sendiri itu banyak kejanggalan atau pengurangan kualitas yang dilakukan oleh para pihak pelaksana pekerjaan dan terkesan asal jadi sehingga jelas mengabaikan aturan yang telah di tentukan"jelasnya

lanjutnya, dalam pekerjaan proyek Access Road tersebut kami temukan beberapa kejanggalan atau disinyalir adanya pengurangan kualitas seperti hal penggunaan semen yang tak seragam atau berbeda merk dan penggunaannya diduga tidak sesuai aturan sehingga kualitas campuran adukan semen tersebut tidak sesuai.

Penggunaan material batu yang menggunakan batu andesit yang kualitas andesitnya dibawah standar sehingga belum tentu perizinannya, Pembangunan drainase tak disertai pembuatan got atau jembatan kecil dan pembelian solar tidak sesuai dengan standar harga keekonomian region I serta pembangunan dan pengoperasian AMP PT. Hananan Belum memiliki ijin. dan perusahaan konsultan sebagai pihak konsultan pengawas tidak melaksanakan pengawasan sebagaimana mestinya."papar Asep Saprudin


.Asbud
Diberdayakan oleh Blogger.