JABARCENNA.COM | Portal Berita Jabar Katanya

JabarCeNNa.com, Banjar -- Untuk meningkatkan silaturahmi dan mendekatkan diri kepada masyarakat,  Kepala Kepolisian Resort (Polres) Banjar AKBP Yulian Perdana SIK, mengunjungi kediaman Tokoh Masyarakat Kota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM yang ada di wilayah Kota Banjar, Kamis 20 Juni 2019


Kegiatan silaturahmi tersebut dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73 Tahun 2019.

Kapolres Banjar di dampingi Ketua Bhayangkari Banjar Ny Indah Yulian dan Pejabat Utama Polres Banjar dalam hal ini adalah Wakapolres Banjar Kompol Drs Ade Najmulloh, Para Kabag, Para Kasat dan Kapolsek Purwaharja ikut hadir dalam kunjungan silaturahmi tersebut.

Dalam kunjungannya, dikatakan Kapolres Banjar,  ini dilakukan dengan tujuan menjalin tali silahturami antara Polres Banjar dengan tokoh masyarakat dan meningkatkan peran serta Tokoh Masyarakat dalam memelihara Kamtibmas serta sekaligus merayakan Hari Bhayangkara ke 73 Tingkat Polres Banjar."ungkapnya

”Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar serta sambutan dari tokoh masyarakat yang kita kunjungi sangat baik dan kita sangat mengucapkan banyak terima kasih,” kata Kapolres

Diakhir kunjungan Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana, SIK memberikan cinderamata berupa Miniatur Lodaya kepada Dr. H. Herman Sutrisno, MM sebagai tanda silaturahmi.


.Tema

JabarCeNNa.com, Banjar -- Polres Banjar bersama Pemerintah Kecamatan Purwaharja menggelar pengajian dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 73 Tingkat Polres Banjar, Kamis 20 Juni 2019.

Kegiatan pengajian dan doa bersama tersebut dihadiri oleh Walikota Banjar Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih MSi,  Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana, SIK, Ketua Pengurus Bhayangkari Ny. Indah Yulian bersama PJU Polres Banjar, Camat Purwaharja, MUI, Lurah serta Jajaran dan majelis taklim dari berbagai wilayah di Kota Banjar

Pada kesempatan tersebut Kapolres Banjar mengajak masyarakat di Kota Banjar untuk menjadikan moment silaturahmi sehingga dalam peringatan HUT Bhayangkara ke 73 ini mengusung tema "Dengan Semangat Promoter Pengabdian Kepada Masyarakat Bangsa dan Negara."ungkap Kapolres.

“Mari kita melakukan koreksi diri, Menumbuhkan kesadaran bersama untuk memohon kepada Allah swt agar Kota Banjar lebih baik kedepan dan selalu aman,” ucapnya

Walikota Banjar juga menyampaikan bahwa moment HUT Bhayangkara ke 73 merupakan moment yang tepat untuk meningkatkan silaturahmi terlebih kepada warga masyarakat kota Banjar. Dan pihaknya juga menyampaikan ucapan selamat kepada Polri yang merayakan Hari jadinya dalam HUT Bhayangkara ke 73 tersebut dengan mendoakan Polri terus berjaya.

.Tema



JabarCeNNa.com, Kota Bandung -- Tiga pemerintah daerah di Jawa Barat masih mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2018.

Ketiga pemerintah daerah tersebut adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat.

Untuk mendongkrak WDP dan mencapai wajar tanpa pengecualian (WTP), Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat akan mengambil langkah-langkah strategis, mulai dari identifikasi masalah, penyelesaian masalah dari aspek regulasi dan administrasi, hingga menyusun rencana aksi pencegahan korupsi.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Lingkup Pemprov/Kabupaten/Kota di Jawa Barat Mitra Kerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jabar tahun 2019, di Aula Soekarno Gedung Dwi Warna, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/6/19).

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil beberapa strategis, di antaranya mengidentifikasi masalah dan akun penyebab kualifikasi, melakukan berbagai pendekatan dalam penyelesaian masalah, baik dari aspek regulasi, personalia dan administrasi," papar Iwa.

"Kami juga menyusun dokumen rencana aksi yang terdiri dari daftar inventaris masalah, rencana aksi, dan langkah rinci aksi," sambungnya.

Hal ini, kata Iwa, juga berlaku bagi 24 kabupaten/kota yang telah mendapat opini tertinggi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), agar mempertahankan prestasinya. Untuk itu, Iwa harapkan komitmen yang sama kuat juga ditunjukkan kepala daerah yang lain.

"Ini juga harus terus dilakukan oleh pemda yang sudah dapat WTP, untuk mempertahankan opininya. Yang terpenting adalah komitmen dari kepala daerah, DPRD, kepala OPD serta seluruh pegawai kepemerintahan," kata Iwa.

Di tempat yang sama, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat Sahat MT Panggabean menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara yang diselenggarakan secara terbuka dan bertanggung jawab sangat penting dalam mewujudkan good government.

Sahat menyebutkan, setidaknya ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam kriteria penyajian laporan keuangan.

"Yang pertama, LKPP telah disajikan secara wajar atas aspek yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kedua, telah terlaksananya sistem pengendalian internal yang efektif," ujar Sahat.

"Ketiga, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat telah diungkapkan secara memadai, serta telah dipenuhinya seluruh ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Pada rakor yang diikuti lebih dari 80 perwakilan pemda ini juga digelar diskusi panel oleh beberapa narasumber, yakni "Kiat-kiat Menuju dan Mempertahankan Opini WTP" oleh Kepala Perwakilan BPK Jawa Barat Arman Syifa, "Pengelolaan Piutang" oleh MC Raharjo Meta dari Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan DPJB Kemenkeu, serta "Pengelolaan Aset Tetap" oleh Yusi Nugraha dari Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Provinsi Jawa Barat.


.Asbud

JabarCeNNa.com, Kota Bandung -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Mulyana sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (19/6/19).

Gubernur melantik Kepala BPKP yang baru dalam kapasitasnya sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat di Jawa Barat. Pelantikan berdasarkan SK Kepala BPKP RI Ardan Adiperdana.

Kepala BPKP Provinsi Jawa Barat yang baru, Mulyana, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengawasan Produksi dan Sumber Daya Alam pada Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP Pusat di Jakarta.

"Saya melantik mewakili Pemerintah Pusat di daerah," ujar Gubernur usai pelantikan.

Dalam pandangan Gubernur, BPKP memegang peranan penting dalam menjaga pembangunan di Jawa Barat tetap on the track sesuai aturan. Terlebih dengan gaya kepemimpinan Emil, sapaan akrab Gubernur, banyak inovasi dan kolaborasi.

"Hakikat kemajuan itu, Jawa Barat Juara dengan konsep ‘ngabret’ ini nanti tercermin dengan inovasi pembiayaan dan kerja sama. Di situ suka ada ruang abu- abu. Maka kita butuh opini- opini pengamanan dari BPKP bisanya menjadi kunci," jelas Emil.

Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat, tidak memiliki dana tak terbatas untuk membangun. Oleh karena itu, metode pembiayaan berbagai program pembangunan harus dielaborasi. Data statistik menunjukkan, APBD/APBN mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hanya 9 persen saja. Sehingga pemerintah butuh sumber dana lain.

Menurut Emil, inovasi pembiayaan yang akan dimaksimalkan di era kepemimpinan 'Jabar Juara' adalah metode jalur non- APBD. Seperti di antaranya Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), pengembangan obligasi daerah, CSR, dana ummat, pembiayaan pembangunan oleh bank daerah, dan lain- sebagainya.

Sehingga, lanjut Emil, BPKP menjadi kunci serta sumber hukum dan fakta dalam mengawasi setiap tahap pembangunan. Dengan pimpinan baru, Emil berharap kehadiran BPKP di Jabar dapat membantu mengakselerasi berbagai program.

Gubernur mencontohkan sejumlah proyek pemerintah yang dianggap sukses menerapkan pola pembiayaan alternatif. Beberapa di antaranya yakni proyek Sampah Regional Nambo bagi Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi Banten.

Sejumlah proyek besar lain yang segera meluncur yakni TPAS Legoknangka, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede, dan LRT Bandung Raya yang merupakan konektivitas dari KA Cepat Bandung – Jakarta ke delapan jalur kereta api penghubung kota/ kabupaten sekitar.

"Kami butuh opini, masukan, juga terkait pembiayaan melalui hal-hal lain yang bisa dilakukan," katanya.

Gubernur juga mengajak BPKP tetap bersinergi dengan Pemdaprov Jabar agar tradisi opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang dikeluarkan Badan Pemerika Keuangan (BPK) dapat berlanjut untuk kesembilan kalinya secara beruntun. 

"Selamat Pak Mulyana beliau orang Kuningan orang Jawa Barat asli. Mudah- mudahan dengan pimpinan yang baru, Jawa Barat jadi provinsi percontohan yang larinya cepat. Cepatnya dengan tepat dan akuntabel, dengan kajian baik yang datangnya dari BPKP. Kalau berhasil Provinsi Jawa Barat jadi percontohan untuk Indonesia maju yang luar biasa," ungkap Gubernur.


.Asbud
Diberdayakan oleh Blogger.