JABARCENNA.COM: Pendidikan | Portal Berita Jabar Katanya
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,-
Pj Bupati Kuningan Raden Iip Hidajat, membuka acara Gebyar Akrab Paudku dengan tema "Membangun sinergitas dalam mewujudkan paud berkualitas" bertempat di Gor Ewangga Kuningan, Jumat (17/05/2024).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Kuningan tahun 2024 yang bertujuan untuk membangun sinergitas dalam membangun PAUD berkualitas.

Untuk diketahui bahwa rangkaian Hardiknas di Kabupaten Kuningan telah berlangsung melalui berbagai event, seperti lomba-lomba dan Upacara peringatan Hardiknas yang akan ditutup pada puncaknya hari Minggu esok dengan digelarnya kolosal angklung, hasil panen karya dan jalan sehat.

Iip sapaan akrab PJ Bupati Kuningan mengatakan, dirinya mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Gebyar Akrab Paudku Tahun 2024 ini.

“Ucapan terimakasih, penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Ibu segenap Guru-guru Paud atas dedikasi dan pengabdiannya mengajarkan anak-anak kita. Karena Paud merupakan jenjang pendidikan yang sangat penting dalam meletakkan dasar-dasar pengembangan anak, baik fisik, mental, sosial, emosional, maupun spiritual. Paud berkualitas menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan berkarakter” Ujar Iip.

Untuk itu Iip memberikan semangat kepada segenap Guru untuk tetap konsisten dalam memberikan perhatian dan pemahaman dengan sepeunuh hati.

“Tetap semangat dan konsisten dengan menjadi tenaga pendidik penuh kasih sayang sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT” Kata Iip.

Selanjutnya, Iip berpesan terkait tiga hal kepada segenap Guru-guru Paud.

“Yang pertama adalah terus mendeteksi adanya Bullying atau perundungan disekitar Sekolah dengan memanage sedini mungkin sehingga tidak ada lagi kasus bullying di Sekolah. Kedua, ciptakan suasana dan kondusifitas belajar yang menyenangkan dengan mengajarkan moral dan etika. Dan terakhir, yang tak kalah penting, adalah agar Bapak Ibu semua dapat merawat kondisi sarana prasana Fasilitas Sekolah”./Angga


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat menerima Rp. 87 Miliar untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan TA 2024 dari pemerintah pusat. Agar penyerapannya tepat guna, Pemkab Kuningan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar sosialisasi dan pendampingan penyaluran DAK kepada para Sekolah jenjang Paud, SD, dan SMP se-Kabupaten Kuningan di Hotel Horizon Sangkanurip, Rabu (15/03/2024).

PJ Bupati Kuningan, Iip Hidajat mengapresiasi langkah Disdikbud Kuningan yang terus konsen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengupayakan DAK fisik dari pusat sehingga mengalami kenaikan.

“Apresiasi kepada Disdikbud Kuningan karena tahun ini DAK Fisik mengalami kenaikan mencapai lebih dari 40 persen dibanding tahun lalu. Hal ini merupakan upaya kita untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kuningan” Ujar Iip.


Iip menyebutkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengarahkan para Kepala Sekolah dapat mempergunakan DAK Fisik dengan bertanggung jawab serta mematuhi koridor hukum yang berlaku.

“Saudara sekalian harus bertanggung jawab kepada Negara atas tugas yang diberikan kepada anda hari ini. Gunakan DAK Fisik ini untuk meningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan yang menunjang peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Semuanya mesti transparan” Kata Iip.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kuningan UU Kusmana menyampaikan tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang DAK Fisik sehingga meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme dan prosedur mulai dari perencanaan, pengusulan, penetapan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi.

“Selain itu diharapkan juga dapat meningkatkan akuntabilitas dan transfaransi sehingga mencegah terjadinya penyalahgunaan dana DAK fisik” Kata U. kusmana.


Menurutnya, dengan nominal Rp87,7 miliar DAK Fisik Pendidikan Kuningan 2024, akan terbagi ke dalam 3 sub bidang. Yaitu sub bidang PAUD Rp5.216.833.000 untuk alokasi 12 TK Negeri, PKBM dan SKB. Kemudian sub bidang SD Rp60.913.404.000 untuk 45 SD, tersebar di 45 desa dalam 25 kecamatan. Terakhir sub bidang SMP Rp21.661.749.000 untuk SMP Negeri.

“DAK ini untuk rehab dan pembangunan ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang UKS, dan rehab toilet,” sebut Kepala Disdikbud Kuningan, U Kusmana, usai Sosialisasi DAK Fisik Pendidikan 2024.

Selain rehab, DAK Fisik Pendidikan juga diperuntukan bagi pembangunan area bermain sekolah, ruang praktek, pengadaan alat multimedia., alat permainan edukatif, peralatan lab IPA, peralatan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan pengadaan alat keterampilan. (Angga/wn)


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Tragedi kecelakan bus subang yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu malam, 11 Mei 2024 itu, telah menewaskan 12 orang, 11 siswa dan 1 orang guru, saat mengadakan study tour perpisahan kelas XII di Bandung pada 10-11 Mei.

Dari kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 64/PK.01/Kesra tanggal 8 Mei 2024 tentang Study Tour Sekolah kepada para Bupati dan Wali Kota di wilayah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sekda Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., usai menjadi pembina apel pagi di Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (DPMD), Selasa (14/5/2024), menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan atas terjadinya kecelakaan Subang. Dikatakan Sekda, dari kejadian tersebut, dapat diambil hikmah bahwa untuk melakukan study tour perlu mempersiapkan secara matang, mulai dari jarak tempuh, kondisi kendaraan, hingga kodisi supirnya.

“Sebagaimana surat edaran Pak Gubernur, Pak Pj Bupati Kuningan juga telah mengeluarkan surat kepada Kadisdik untuk mengeluarkan surat edaran terkait karya wisata ini. Untuk karya wisata/study tour bisa dilakukan tanpa ke luar kota,” kata Dian.

Lebih lanjut Sekda Dian juga mengimbau, bagi satuan pendidikan yang akan melaksanakan karya wisata untuk memanfaatkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Kuningan, mengingat, sambungnya, Kuningan kaya akan wisata, mulai dari wisata sejarah, wisata religi, dan wisata alam.

“Untuk karya wisata, kita bisa mengarahkan kepada kearifan lokal sekaligus penguatan karakter bagi siswa, sekaligus lebih mengenalkan sejarah kepada peserta didik, dan pada akhirnya ini juga akan berdampak pada berputarnya roda perekonomian masyarakat di daerah wisata,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Kuningan, U Kusmana, S.Sos., M.Si, saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan, sebagaimana SE Bupati Kuningan Nomor 400.3/1555/Disdikbud tentang Study Tour Atau Karya Wisata, pihaknya telah menerbitkan surat Nomor 400.3/1522/Umum Perihal Himbauan Pelaksanaan Study Tour tertanggal 13 Mei 2024, kepada seluruh jenjang satuan pendidikan dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Alhamdulillah, dari SE Gubernur Jawa Barat, kami segera menindak lanjuti menjadi SE Bupati dan sudah disebarkan ke seluruh satuan pendidikan seluruh jenjang. Dari SE Bupati tersebut, dikuatkan kembali dengan surat Kepala Dinas Pendidikan kab. Kuningan. Dimana dalam surat tersebut ada point tambahan yang dari tiga point surat edaran Gubernur maupun Bupati. Point tambahannya yaitu, bagi satuan pendidikan yang telah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan untuk melaksanakan karya wisata sebelum adanya surat edaran tersebut, maka rekomendasi tersebut dibatalkan,” terangnya.

Dikatakan Kadisdik, bagi satuan pendidikan yang akan melaksanakan karya wisata/study tour dan sudah melakukan kontrak dengan pihak penyelenggara untuk berusaha membatalkan kontrak tersebut, adapun apabila kontrak tersebut tidak bisa dibatalkan maka satuan pendidikan harus melakukan kordinasi dengan Dinas perhubungan untuk mendapatkan rekomendasi terkait kelayakan teknis kendaraan.

“jadi point pentingnya adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kuningan tetap melarang kepada seluruh jenjang satuan pendidikan mulai tingkat TK, SD, SMP, untuk melaksanakan study tour atau karya wisata ke luar kota. Kita himbau, ada karya wisata tapi di dalam kota. Karena destinasi wisata di Kuningan yang bisa memberikan edukasi kepada anak-anak didik kita juga cukup banyak,” tandas Kusmana. (Angga)


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Upacara Puncak Peringan Hari Pendidikan Nasional Serta Hari Otonomi Daerah Ke XXVIII tingkat Kota Banjar Tahun 2024 dilaksanakan di taman Kota Lapang Bahakti Kota Banjar, Kamis (02/05/2024).

Bertindak Selaku Inspektur Upacara, Penjabat Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ida Wahida Hidayati., S.E., S.H., M.Si., dengan Komandan Upacara Irwan Adi Sudarso.,S. Pd., (Kepala SMPN 4 Banjar).

Pengibaran bendera dilaksanakan oleh Iman Cardiman (Siswa SMAN 3 Banjar), Farizky Amirul Wafi (Siswa SMAN 1 Banjar) serta Dwiga Yudhistira (Siswa SMKN 2 Banjar) sedangkan teks Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dibacakan oleh Ines Ayu Puji Lestari (Siswi SMAN 3 Banjar).


Pj. Wali Kota Banjar dalam amanatnya mengatakan bahwa tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah Bergerak bersama lanjutkan Merdeka belajar di mana 5 tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan di Kemendikbudristek menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka belajar.

"Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar, bukan pula tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Pada awal perjalanan membuat perubahan butuh perjuangan rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan. Dengan penuh ketulusan kami ucapkan terima kasih atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan dengan penuh harap saya titipkan Merdeka belajar kepada para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan khususnya Kota Banjar. "Ujar Pj. Wali Kota Banjar.


Lebih lanjut, Pj. Wali Kota Juga mengatakan bahwa Pada kesempatan ini Kota Banjar juga memperingati hari Otonomi Daerah ke XXVIII tahun 2024. Dikatakannya, tema besar yang diusung pada hari otonomi daerah tahun ini adalah 'otonomi daerah berkelanjutan menuju ekonomi hijau dan lingkungan yang sehat'. Dijelaskanya tema ini dipilih untuk memperkokoh komitmen tanggung jawab dan kesadaran seluruh jajaran pemerintah daerah akan amanah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan.

"Perjalanan otonomi daerah telah mencapai tahap kematangan untuk melahirkan berbagai terobosan kebijakan bernilai manfaat dalam rangka Identifikasi dan perencanaan wilayah yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi yang kemudian membentuk aglomerasi kegiatan perekonomian serta terhubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pertumbuhan ekonomi tetap dilakukan dengan memperhitungkan aspek keadilan sosial dan pelestarian lingkungan.

Pada kesempatan ini juga dilakukan peluncuran 41 Judul buku karya para penulis, guru dan unsur ASN di Kota Banjar.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Siswa, Guru serta ASN berprestasi yang mampu membawa harum nama Kota Banjar di tingkat Internasional maupun Regional.tm


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Salah satu tujuan utama PIP adalah mencegah peserta didik putus sekolah. Dengan memberikan bantuan finansial kepada keluarga miskin, dan pemerintah berharap dapat menarik siswa yang telah putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikan mereka.

Sejatinya program PIP Dikdasmen adalah Program Indonesia Pintar yang diperuntukkan bagi anak berusia 6 (enam) tahun sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai dengan tamat satuan pendidikan dasar dan menengah.

Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP merupakan kerja sama tiga kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag).

Namun dalam proses penyaluran dan penerimaan bantuan Indonesia pintar tersebut nyatanya masih menemui sengkarut masalah yang terjadi dilapangan.


Seperti halnya yang terjadi di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Kuningan khususnya di SMPN 1 Cipicung Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan baru-baru ini telah terjadi dugaan pemungutan terhadap penerima bantuan PIP.

Atas adanya dasar dan pengaduan tersebut, pihak Forum Wartawan Desa dan Sekolah (Forwades) yang diketuai Suradi mencoba mengkonfirmasi kebenaran informasi yang didapat dengan mendatangi pihak sekolah.

Pihak sekolah SMPN 1 Cipicung yang dikepalai oleh Dede Admiral saat di konfirmasi dirinya mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak mengetahui permasalahan tersebut.

"Saya tidak tahu permasalahan tersebut, nanti akan saya tanyakan kepada bagian yang menangani program tersebut, dan saya akan mencoba menelpon yang bersangkutan. nanti silahkan konfirmasi langsung sama yang dituju". ucapnya

Dandi selaku bidang kesiswaan saat ditanyai perihal dugaan adanya pungutan bantuan PIP bagi siswa sekolahnya, dirinya mengakui bahwa hal tersebut bukan dasar pemungutan melainkan pemberian yang dilakukan langsung atau kadeudeuh yang diberikan oleh pihak penerima bantuan khususnya para wali murid kepada dirinya.

"Sebenarnya itu tidak dipungut pak, melainkan mereka mungkin memberikan kadeudeuh atau ucapan terima kasih karena telah di bantu dalam proses pemberkasannya", kata dandi dihadapan awak media, Rabu (20/12/2023)

Dan sebelumnya juga disini sudah dua tahun para wali murid suka ada yang mengasih. Mungkin itu sifatnya adat ketimuran atau sebagai penghargaan saja atas telah di bantunya dalam proses pemberkasan.

Ketika ditanya perihal berapa jumlah siswa penerima bantuan PIP pihaknya hanya menjawab sejauh ini masih dalam tahap perekapan.

"Untuk jumlah data penerima kita masih dalam tahap perekapan pak, dan datanya juga ada di bagian operator yang di pegang oleh pak Fandi", ucapnya

Menyikapi permasalahan tersebut, Ketua Forum Wartawan Desa dan Sekolah, Suradi yang juga pengurus dewan redaksi di Koran Inti Jaya dirinya langsung memberikan statement kepada media ini usai mendapatkan informasi secara langsung dari pihak sekolah.

Menurutnya, apapun dalih ataupun alasan yang dilontarkan oleh pihak sekolah sebenarnya itu tidak dibenarkan mengingat peruntukan program bantuan PIP tersebut jelas dan tidak boleh ada pemotongan apapun. Apalagi dengan pernyataan yang disampaikan langsung oleh Dandi khususnya bidang kesiswaan itu bukan suatu pembenaran karena sejatinya pendidik harus memberikan contoh yang baik tatkala dalam pelaksanaan program PIP ini harus sama-sama mendukung program pemerintah jangan sampai terjadinya permasalah dilapangan seperti ini menjadikan adat ketimuran yang harus di biasakan, ucapnya

"sengkarut polemik PIP yang terus berlarut seperti ini jangan sampai menghilangkan hak anak untuk mendapat pendidikan. Dan pelaksana program PIP harus mendukung dan memastikan bahwa hak pendidikan anak harus terpenuhi" tegasnya.

"Jangan sampai berdasar kepada pemberian mereka memanfaatkan momen untuk melakukan tindakan kolektif kolegial sehingga memunculkan tindakan pemberian (gratifikasi) atau pemungutan yang seharusnya tidak boleh dilakukan satu sama lain. Karena gratifikasi sendiri itu adalah akar dari korupsi. Maka kalau kita berpaku kepada aturan hukum kita harus bisa melaksanakan undang-undang Tindak Pidana Korupsi.


(Iwan)


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Wali Kota Banjar Dr. Hj Ade Uu Sukaesih,M.Si, Menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim,B.A.M.B.A., sebagai Bunda PAUD Kota Banjar (Kategori Kelompok Kota, Daerah Non Tertinggal) Atas Kinerja dan Kepedulian yang tinggi dalam mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Tahun 2023 bertempat di Mercure Convention Hall Jakarta Rabu (08/11/2023).

Menteri Pendidikan kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Bahwa apresiasi Bunda PAUD tersebut diberikan dengan merujuk pada inovasi serta aksi yang nyata dilakukan dalam melakukan advokasi Bunda Paud mengawal tiga target perubahan pada Gerakan Transisi PAUD ke SD masing-masing.

Sejak diluncurkan pada Maret lalu, banyak cerita dukungan yang inspiratif dan inovatif dari pemerintah daerah, khususnya Bunda PAUD.

"Kami memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian para Bunda PAUD untuk bergerak bersama dalam kegiatan meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan yang ada di Indonesia," ujarnya.

"Mari terus bergerak dan selalu berkolaborasi bersama dalam memenuhi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini, ucapnya.


Pemerintah Kota Banjar, melalui Dinas Pendidikan Kota Banjar mempunyai inovasi untuk program yang mendukung Gerakan Transisi PAUD ke Sekolah Dasar yang Menyenangkan melalui inovasi Tapas Berseri.

Tapas Berseri merupakan inovasi dari Dinas Pendidikan Kota Banjar guna mempersiapkan anak sejak Usia Dini masuk ke tingkat Sekolah Dasar.

Program ini berisi tentang Gerakan Transisi PAUD ke SD yang di dalamnya terdapat Kolaborasi, Sinergi, Elaborasi, Refleksi dan Implementasi dalam Pembangunan 6 pondasi Awal Kesiapan Belajar Anak Usia Dini.

Satuan Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk membangun enam fondasi pendidikan yang terdiri dari:

1.Mengenal nilai agama dan budi pekerti;

2.Keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi;

3.Kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar;

4.Kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar;

5.Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri;

6. Pemaknaan belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan positif;

Enam fondasi pendidikan ini perlu dikuasai oleh anak dan tentunya diajarkan oleh satuan pendidikan serta dibangun secara berkelanjutan mulai dari PAUD hingga SD, agar anak tidak memiliki persepsi bahwa sekolah hanyalah belajar mengenai calistung atau baca, menulis dan berhitung.

Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar H. Kaswad mengatakan, Kota Banjar alhamdulilah saat ini sudah meraih APK (angka partisipasi khusus) tertinggi se-Jawa Barat dalam melaksanakan transisi PAUD ke SD.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar sudah melakukan transisi PAUD ke SD dengan program pembelajaran yang menyenangkan untuk kelas 1 dan 2 dalam pembelajarannya, dan tidak lagi melaksanakan tes calistung pada calon peserta didik baru Tahun ajaran 2023/2024 ketika masuk ke SD.

Penghargaan Bunda PAUD ini, sebagai motivasi bagi seluruh Bunda Paud dan Himpaudi untuk kedepanya lebih bisa meningkatkan prestasi dibidang pendidikan PAUD dan bisa mensukseskan APK dengan nilai melebihi tahun ini,.

"Paling tidak diangka 90 persen untuk APK kedepannya anak usia dini bisa masuk di PAUD dan TK,"pungkasnya./Tm


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Tantangan untuk menghadirkan atmosfir pembelajaran yang kondusif, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan serta tersampaikannya materi ajar secara optimal membutuhkan dedikasi para guru dan ketersediaan sarana dan prasarana belajar yang memadai.

Terbukti dengan kesungguhannya dalam meningkatkan kualitas sekolah SMPN 1 Jalaksana memiliki 3 Guru penggerak, 1 Guru Fasilitator dan 1 Guru pengajar aktif, sehingga SMPN 1 Jalaksana dinobatkan sebagai sekolah penggerak terbaik se Kabupaten Kuningan.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Padamenak, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan ini nyatanya berkomitmen mewujudkan sarana dan prasarana pembelajaran yang kondusif, bersih, sehat, aman dan nyaman.


Belum lama ini, SMPN 1 Jalaksana pada tahun ajaran 2023/2024 mendapatkan delapan paket bantuan pemerintah berupa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dalam bentuk rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi ruang guru, rehabilitasi ruang tata usaha (TU), rehabilitasi ruang kepala sekolah, rehabilitasi jamban/toilet, pembangunan jamban/toilet, laboratorium komputer dan ruang perpustakaan dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.

Hj. Elin Linawati, M.MPd. selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Jalaksana menyampaikan bahwa bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Pusat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan atas bantuan DAK tersebut.

“Saya sebagai penanggung jawab dan penerima manfaat DAK ini mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, kementerian pendidikan dan dinas pendidikan Kabupaten Bandung Barat yang telah memberikan Dana pembangunan ini. Dan perlu saya sampaikan bahwa pengerjaan pembangunan ini dilaksanakan oleh kelompok kerja masyarakat yang terdiri dari Komite Sekolah beserta masyarakat sekitar sekolah,” ungkap Hj. Elin kepada Jabarcenna.com, pada Senin (06/11/2023).

H. Pulung Haryadi selaku Ketua Komite menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena harapan untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang lama dinanti semakin terwujud. Dirinya tidak lupa menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah atas bantuan yang didapatkan oleh SMPN 1 Jalaksana.

"Saya berharap dengan bantuan DAK ini, SMPN 1 Jalaksana bisa lebih unggul dalam segala hal sehingga mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih kondusif agar terbina kualitas siswa SMP yang berakhlakul karimah, cerdas, sehat, berkarakter dan berprestasi sehingga menjadi input yang ideal untuk pembinaan selanjutnya di jenjang SMK, SMA atau MA,” ujar Pulung. (Angga)


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd.,M.H., dengan didampingi Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo,S.H.,S.I.K.,M.M. bersama Forkopimda Kota Banjar, menghadiri Kegiatan Forkopimda "Goes To School" Bertempat di SMAN 1 Banjar, Jumat (20/10).

Forkopimda Goes To School hari ini mengusung tema "Cegah Bullying" yang diikuti oleh 100 siswa.


Wakil Walikota Banjar menyampaikan Tugas siswa adalah belajar mengembangkan potensi diri yang positif di lingkungan sekolah yang dibimbing oleh guru yang ada di SMAN 1 Kota Banjar. Belajar berinteraksi sosial dengan tujuan saling membantu dan menyayangi sama lain serta Jangan merasa paling hebat sendiri.

“Jaga kondusifitas dan kenyamanan di lingkungan sekolah,agar proses belajar mengajar lebih maksimal dan apa yang di cita-citakan bisa tercapai. Usahakan jangan menjelekkan orang lain, jangan saling membullying karena bisa membuat stres dan menurunkan mental psikologis mereka.” Ujar Wakil Wali Kota.

Ditemui setelah kegiatan, Wakil Wali Kota menuturkan bahwa perundungan atau bullying tidak hanya sebatas gangguan secara fisik, tetapi juga mental atau emosional. Oleh karena itu banyak pihak seperti orang tua, guru, atau masyarakat luas harus memahami apa itu bullying. Hal ini bertujuan untuk supaya tindakan perundungan atau bullying dapat dihindari.


"Kegiatan ini sebagai Bentuk reaksi Kami bersama Forkopimda untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kasus bullying dengan masuk ke Sekolah-sekolah agar setiap siswa memahami bahwa Bentuk perlawanan terhadap tindakan perundungan atau bullying tidak harus dengan cara kekerasan atau melakukan hal yang sama dengan pembullyinya. Salah satu cara melawan bullying adalah dengan berani melaporkan tindakan bullying terhadap gurunya. Dengan begitu, guru dan pihak sekolah akan dapat segera mengambil tindakan untuk menghentikan pembullyian."pungkas Wakil Wali Kota.tm


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana,S.Pd.,M.H., bersama Sekretaris Daerah Kota Banjar, Dr. H. Soni Harison, AP., S. Sos., M. Si., menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Launching Aplikasi SMARTDIKDAS yang bertempat di SMPN 1 Banjar, Rabu (11/10).

SMART DIKDAS (Sistem Elektronik Mutasi Peserta Didik Terpadu Pendidikan Dasar) merupakan inovasi dari Dinas Pendidikan Kota Banjar. SMARTDIKDAS dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data dan informasi terkait pendidikan dasar. Dengan adanya SMARTDIKDAS, proses administrasi dan pengelolaan data d iDinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar dapat dilakukan secara digital, menggantikan metode manual yang lebih lambat dan rentan terhadap kesalahan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar mengatakan bahwa SMARTDIKDAS adalah sebuah solusi digitalisasi yang bertujuan untuk melakukan reformasi birokrasi di bidang pendidikan dasar (DIKDAS) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar.

"Sesuai dengan brand yang disematkan, SMART DIKDAS pada awal pengembangannya akan berorientasi pada pelayanan mutasi (pindah atau melanjutkan). Tetapi, pada proses perancangan lebih lanjut pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga untuk hal-hal lainnya, yaitu PPDB Online, rekomendasi studi lapangan, informasi pendidikan, regulasi, undangan, petunjuk teknis, dan hal-hal lainnya. Melalui SMARTDIKDAS, semuanya terintegrasi dalam satu laman."jelas Kadisdik.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar dalam sambutanya mengapresiasi dengan lahirnya Aplikasi SMARTDIKDAS di Kota Banjar. Menurutnya dengan adanya aplikasi ini diharapkan mampu memberi kemudahan untuk para orang tua didik baru yang dapat di akses oleh semua orang secara transfaran.

"Dengan adanya sistem digital ini, informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui platform online yang disediakan oleh SMARTDIKDAS. Salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan adalah adanya permasalahan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru berdasarkan zonasi, hal ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Saya berharap Dengan, SMARTDIKDAS dapat menjadi solusi yang efektif dalam digitalisasi dan reformasi birokrasi di bidang pendidikan dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar."pungkas Wakil Wali Kota.tm





KUNINGAN | JABARCENNA.COM,-

Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaunching Program “Pimpinan Daerah Menyapa Siswa di Sekolah” (PIMDA NYAWAH) dalam rangka mendekatkan antara Pimpinan Daerah dengan warga sekolah, dalam hal ini adalah para pelajar dan tenaga pendidik, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Kuningan. Rabu (11/10/2023)

Turut hadir dalam kegiatan Launching tersebut Sekretaris Disdikbud, bersama Para Kabid dan Pejabat Fungsional, Ketua MKKS SMP Kabupaten Kuningan, Ketua K3S SD Kabupaten Kuningan, Para Pengawas, Kepala SMPN 1 Kuningan, Kepala SD dan SMP se-Kabupaten Kuningan. Dimana dilaksanakan secara Hybrid dengan mengundang beberapa siswa lain melalui Video Conference.

Sementara itu , U. Kusmana, selaku Kadisdik baru yang baru saja mendapat rotasi Pejabat Eselon II belum lama ini, menyebutkan, bahwa PIMDA NYAWAH ini bertujuan sebagai sarana bagi Pimpinan Daerah untuk mengenal lebih dekat kondisi real dunia Pendidikan di Kabupaten Kuningan sehingga menjadi media bagi warga sekolah untuk dapat secara langsung menyampaikan persoalan/kendala yang dihadapi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Ungkapnya.

Bupati Kuningan, H. Acep Purnama SH MH nampak hadir pada Launching program terobosan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si tersebut. Diharapkan program ini dapat menjadi jembatan siswa terkait fenomena Bullying di Sekolah.

Dalam sambutanya Bupati Acep mengatakan, dukungan atas program PIMDA NYAWAH. Ia berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan dengan cara memberikan motivasi dan inspirasi kepada para siswa melalui pertemuan langsung dengan pimpinan daerah.

“Semoga pertemuan kita dalam launching program hari ini adalah sebagai media untuk mendengar aspirasi anak-anak kita, juga para Guru, terutama dalam Fenomena Bullying di Sekolah. Sehingga ke depan, kita akan menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang ada. Kita duduk bersama hari ini untuk membicarakan bagaimana ke depan kita dapat menciptakan kehidupan Sekolah yang kondusif dan nyaman bagi anak-anak kita” Ujar Acep.

Bupati juga menegaskan akan pentingnya peran Pemerintah Daerah dalam membantu menciptakan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan atas terlaksananya program PIMDA NYAWAH ini.

Acara dilanjutkan dengan tanya Jawab dengan para siswa dengan tema “stop bullyng” dimana Bupati Acep menyampaikan motivasi dan harapan kepada para siswa dalam meraih cita-cita dan membangun bangsa yang lebih baik di masa depan. Dan acara diakhiri dengan doa bersama untuk kesuksesan program PIMDA NYAWAH./Iwan


BANDUNG | JABARCENNA.COM,- Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih,M.Si., dengan didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjar menghadiri kegiatan Lokakarya Cara Baru Untuk Belajar Bersama Google yang bertempat di Mercure Bandung City Center, Kota Bandung, Selasa (10/10).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Country Lead Google For Education Indonesia, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat serta Perwakilan Daerah Se-Jawa Barat.

Dalam kegiatan Kegiatan tersebut membahas Komitmen bersama transformasi Digital bidang Pendidikan bersama Google dalam program Google For Education Cara Baru Untuk Belajar. Google Workspace for Education adalah serangkaian alat dan layanan Google yang disesuaikan bagi sekolah dan homeschool untuk berkolaborasi, menyederhanakan instruksi, dan menjaga pembelajaran tetap aman.

Dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran digitalnya, Google memberikan berbagai macam fitur yang ada di dalam Google Suite For Education. Dengan fitur – fitur tersebut diharapkan akan memudahkan guru dan murid dalam aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Ditemui setelah kegiatan Wali Kota Banjar mengatakan bahwa pada era Merdeka Belajar, mendorong agar kita semua dapat membangun kolaborasi melalui berbagai sarana dan fasilitas. Salah satunya fasilitas digital yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, sarana belajar serta dapat mengakses informasi yang akan membantu kita dalam meningkatkan kualitas pembelajaran salahsatunya dengan Google For Education Cara Baru Untuk Belajar.

"Digitalisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari saat ini. Kita harus mampu mengikuti perkembangan era digital, salahsatunya dibidang pendidikan. Digitalisasi pembelajaran merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagai seorang guru, digitalisasi pembelajaran akan semakin mempermudah mereka dalam mencari materi yang lebih beragam, lalu mengajarkannya kepada murid menggunakan konsep belajar dengan menyenangkan."ujar Wali Kota.tm





KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Forum Kelompok Kegiatan Guru (FKKG) Kab. Kuningan gelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan mutu pendidikan bagi 196 guru SD dan Kepala Sekolah di Kabupaten Kuningan.

Acara yang digelar di Hotel Grage Sangkan Desa Sangkanurip Kecamatan Cigandamekar, pada Rabu (4/10/2023) tersebut dihadiri langsung Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kuningan, Rizal Arief Gunawan, SE, MSi, didampingi Kepala Seksi Kurikulum Dan Penilaian SD, Iman Nurfatoni, SPd, MPd, dan Kasubag Umum Hipa Fahmi, SE, MSi.

"Bimtek peningkatan mutu pendidikan ini diselenggarakan Forum Kelompok Kegiatan Guru (FKKG) Kab. Kuningan dengan peserta terdiri dari 98 SD yang meliputi sebanyak 196 kepala sekolah dan guru. Dalam hal ini pihak dinas pendidikan sangat mendukung atas terselenggaranya kegiatan tersebut, sebagai wahana memperluas wawasan keilmuan dalam peningkatan mutu pendidikan" ucap Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kuningan", Rijal.

Kami sampaikan apresiasi khususnya bagi satuan pendidikan penerima bos kinerja berkemajuan terbaik di Kabupaten Kuningan tahun 2023 yang diambil 15 persen terbaik dari raport pendidikan berdasarkan hasil assessment nasional sebelumnya. "Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada FKKG yang telah menyelenggarakan kegiatan ini upaya peningkatan mutu pendidikan di Kab. Kuningan,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kabid GTK, H Pipin Mansur Aripin, SPd, MPd dan Sekretaris Disdikbud, Rusmiadi AP, S.Sos,MSi dan Ketua FKKG Kab Kuningan, Erik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kuningan, U Kusmana, S.Sos, MSi, menerangkan, pihaknya merasa prihatin atas terjadinya tindak kekerasan yang menimpa dunia pendidikan sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganannya sehingga tidak terjadi lagi perbuatan serupa. Oleh sebab itu, pendidikan ini bukan hanya tanggungjawab dinas, melainkan semuanya harus ikut bertanggung jawab. Dari mulai lingkup pendidikan, lingkungan keluarga dan masyarakat tidak bisa terlepas akan tanggungjawab tersebut.

“Oleh sebab itu, upaya mengantisipasi permasalahan tersebut jangan sampai terulang kembali, pendidikan karakter di sekolah harus lebih diperkuat. Hasil pendidikan ini tidak hanya anak pinter yang nilainya serba 10, sementara moralnya tidak terjaga namun harus sesuai dengan nilai-nilai kehidupan. Dalam hal ini, guru adalah garda terdepan dalam mendidik anak di sekolah, namun pendidikan orang tua harus lebih utama karena anak lebih lama tinggal bersama anggota keluarga. Tidak kalah penting pendidikan agama terus menerus dilakukan di sekolah, terlebih di lingkungan keluarga harus lebih optimal,” pinta U Kusmana. (Iwan)


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Kekurangan biaya untuk mengikuti kegiatan kunjungan industri di luar Kota tepatnya di D.I. Yogyakarta, 3 orang Siswa-siswi SMKN 4 Kota Banjar dapat bantuan bea siswa berupa uang tunai dari Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo,S.H.,S.I.K.,M.M. (18/09/2023)

Sebanyak 3 siswa-siswi yang mendapat bantuan bea siswa dari Kapolres Banjar, masing-masing kelas XI Jasa Boga 2, dan kelas XI Manajemen Perkantoran, dan Layanan Bisnis 2.

Siswa/siswi kelas XI memerlukan biaya untuk kebutuhan pribadinya dalam melaksanakan praktek kegiatan belajar untuk mengenal dunia Industri dengan sebutan kunjungan perusahaan Industri ke Yogyakarta.

Terkait hal tersebut Kapolres Banjar mengatakan bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap dunia pendidikan serta dukungan moril dan materiil terhadap siswa-siswi yang semangat dalam belajar.

"Setelah Kami mendapat informasi tersebut (3 siswa-siswi yang keterbatasan biaya), Kami langsung memberikan bantuan agar siswa-siswi tersebut dapat mengikuti kegiatan kunjungan industri. Kami melihat semangat belajar mereka, sehingga Kami tergerak untuk sedikit menyisihkan rezeki membantu mereka, terlebih mereka semangat belajar. Kata Kapolres Banjar.

Setelah mendapat bantuan uang tunai tersebut, salah satu siswi perwakilan yang menerima bantuan mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan dan bantuan Kapolres Banjar kepadanya.

"Kami keluarga besar SMKN 4 Banjar berterima kasih kepada Bapak Kapolres Banjar beserta jajaran yang telah memberikan bantuan bea siswa. Semoga selalu sehat dan sukses selalu." Ucapnya.

Setelah itu, Kapolres Banjar menyempatkan mengunjungi workshop praktek siswa-siswi Jasa Boga dan menikmati masakan hasil siswa-siswi tersebut.tm





KUNINGAN | JABARCENNA.COM,-
SMP Negeri 7 Kuningan menggelar lepas sambut dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Sekolah lama, Efendi S. Pd, M. M kepada Kepala Sekolah Baru, H Supriyadi M. Pd, di ruang kelas SMP Negeri 7 Kuningan, Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan (21/08/2023).

Seusai acara sertijab, H Supriyadi M.Pd berkomitmen memajukan SMPN 7 Kuningan yang lebih baik dan mewujudkan bersama apa yang diinginkan pihak sekolah.


“Sekolah ini sudah mempunyai visi misi, jadi saya menyesuaikan yang ada, itu saya lanjutkan. Tentu saya akan konsolidasi dulu dengan para guru dan tim yang ada di sini. Merembukkan bersama apa-apa yang ingin diwujudkan SMPN 7 Kuningan kedepannya,” ujarnya.

Sementara, Efendi S. Pd M. M menyampaikan rasa terima kasihnya selama dirinya menjabat Kepsek di SMP Negeri 7 Kuningan.

“Suka dan duka mungkin pernah kita alami bersama. Saya ucapkan terima kasih, semua dukungan bapak ibu guru yang sudah bekerja keras, berjuang bersama hingga sekolah ini kita pertahankan menjadi sekolah unggulan,” jelasnya.

Ia berharap kepada kepala sekolah yang baru, agar dapat membawa SMPN 7 Kuningan menjadi lebih baik lagi dan semakin mengembangkan pendidikan di sekolah./Angga


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Melalui Dana Alokasi Khusus yang bersumber dari APBN DAK Tahun 2023, SMPN 1 Cilimus Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, berkomitmen akan memaksimalkan kegiatan fisik rehabilitasi ruang kelas dan sarana prasarana sebanyak 20 ruang.

Hal tersebut tentunya sebagai salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan realisasi peningkatan atau perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP), sehingga pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk peserta didik dan masyarakat dilingkungan sekitar sekolah dapat terwujud dan terimplementasikan dengan baik. Karenanya pelayanan pendidikan yang berkualitas dapat mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal.

Untuk diketahui, anggaran APBN DAK T. A 2023 yang dikucurkan ke SMPN 1 Cilimus sendiri sebesar Rp. 2.1 M dan dilaksanakan secara swakelola oleh komite untuk kegiatan fisik rehabilitasi ruang kelas sebanyak 16 ruang, rehabilitasi ruang perpustakaan, rehabilitasi laboratorium IPA, rehabilitasi ruang kepala sekolah (kepsek) dan rehabilitasi tata usaha (TU).


Menurut Kepala sekolah SMPN 1 Cilimus Ida Nurhaeda, M. Pd ketika ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (19/08/2023) mengatakan sekolahnya memiliki 30 ruang kelas dan ruang sarana prasarana seperti ruang laboratorium IPA, 2 ruang laboratorium komputer, laboratorium bahasa, ruang perpustakaan, aula, ruang kurikulum bahkan ada ruang podcast siswa yang representatif. Dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Daerah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kuningan pihaknya sangat merasa terbantu sekali mendapat bantuan dari APBN DAK fisik tahun 2023 untuk rehabilitasi sejumlah ruangan.

“Alhamdulillah yang pertama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah, saya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan rehabilitasi sebanyak 20 ruang dari APBN DAK T. A 2023 ini untuk SMPN 1 Cilimus yang akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas sekolah supaya menjadi lebih baik dan lebih nyaman lagi." Ucapnya.

Ida berharap pihaknya bisa lebih maksimal dalam melayani siswa terutama dalam proses belajar mengajar dengan ruangan yang bagus dan representatif diharapkan semangat belajar anak bisa lebih tinggi dan bisa mengukir prestasi lagi dari yang sebelumnya. Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Tujuan Pendidikan Nasional, maka dalam meningkatkan mutu pendidikan, SMP Negeri 1 Cilimus terus berupaya lebih maksimal dalam layanan pendidikan. Hal ini tertuang dalam visi sekolah yaitu: Unggul Dalam Prestasi, Agamis dan Berbudaya Lingkungan.

"Hingga kini berbagai prestasi telah dicapai para siswa baik di tingkat kota, provinsi, maupun tingkat nasional. Hal ini merupakan salah satu indikator meningkatkan layanan pendidikan di SMP Negeri 1 Cilimus. Diharapkan dengan adanya bantuan rehabilitasi ini bisa lebih meningkatkan prestasi siswa di bidang Akademik dan Non Akademik." Harapnya./Angga- wn


KUNINGAN | JABARCENNA.CO.- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ciawigebang Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, mendapatkan bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Dana Alokasi Khusus (APBN DAK) T.A 2023 untuk penuntasan perbaikan sekolah. Hal ini diungkapkan, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ciawigebang Subagio M. Pd, Jumat (18/08/2023).

“Anggaran APBN DAK tersebut, saat ini sedang dalam proses pengerjaan, untuk sejumlah renovasi perbaikan ruang dan pembangunan sarana prasarana. Dan perbaikan kali ini antara lain yaitu rehab ruang kelas sebanyak 14 ruang, rehab ruang laboratorium IPA, rehab ruang kepala sekolah, rehab ruang guru, rehab ruang tata usaha (TU), rehab tempat ibadah, rehab ruang UKS, rehab toilet (jamban), serta pembangunan toilet (jamban). Dengan total anggaran sebesar Rp. 2.166.500.000 " Ujarnya.


Dia juga mengatakan, jika tidak ada arah melintang pekerjaan yang sementara dimulai ini akan selesai sebelum bulan Desember tahun 2023. Dengan adanya bantuan dana ini, sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan.

“Bantuan ini dapat dirasakan langsung manfaat dan kegunaannya oleh pihak sekolah dalam menunjang proses belajar serta fasilitas sekolah terjaga, murid-murid juga merasa nyaman dalam menyerap pelajaran yang diajarkan di sekolah. Tentunya ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan atas bantuan yang telah diberikan." Ungkapnya.

Subagio juga berharap kedepan masih dilanjutkan diberi bantuan karena masih banyak gedung yang perlu di rehabilitasi, khususnya ruang kelas belajar dan ruang seni serta pembangunan laboratorium komputer dan pembangunan ruang kelas baru./Angga-Wn


KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Kementerian Pendidikan Dan kebudayaan kembali mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 guna penuntasan sarana dan prasara pendidikan, serta peningkatan kualitas dalam mendukung pembelajaran yang baik.

Dana Alokasi Khusus ini (DAK) di berikan kepada sekolah-sekolah yang telah mengajukan permohonan setahun sebelum realisasi,melalui Dinas Pendidikan, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Maleber Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan ini misalnya tahun ini juga menerima DAK fisik berupa rehabilitasi ruang dan pembangunan sarana prasarana. Jumat (18/08/2023).

Adapun DAK fisik yang diterima oleh SMPN 1 Maleber ini ada 8 menu antara lain yaitu, rehabilitasi ruang belajar sebanyak 17 ruangan, rehabilitasi ruang kepala sekolah, rehabilitasi ruang guru, rehabilitasi ruang tata usaha, rehabilitasi ruang UKS, rehabilitasi toilet (jamban), pembangunan laboratorium komputer, pembangunan ruang perpustakaan dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari.


Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Maleber H Saroni M.Pd. I melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang sarana dan prasarana Memet S Kurnia S.Pd mengatakan ditahun ini sekolah mendapatkan bantuan APBN DAK T.A 2023 dengan nilai sebesar Rp. 3.100.000.000 yang selama ini diharapkan agar bisa meningkatkan kualitas sarana prasarana serta kualitas pembelajaran sehingga sekolah SMPN 1 Maleber bisa bersaing dengan sekolah lain.

“Pertama kali saya bersyukur kepada Allah SWT atas berkah dan karunianya, Alhamdulillah di tahun ini sekolah kami telah mendapat bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi ruang, yang selama ini memang kami harapkan. Agar bisa meningkatkan kualitas pembelajaran untuk pengembangan potensi, serta terciptanya siswa yang berprestasi karna program ini merupakan salah satu sarana dan prasarana lingkungan sekolah, agar terlaksana kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa/siswi dan guru pengajar,” paparnya.

Lanjut memet, mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan yang telah mengucurkan anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan rehabilitasi ruang di SMPN 1 Maleber.

“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, yang telah memberikan bantuan kepada sekolah kami dan ini suatu kepercayaan bagi kami dan semua elemen masyarakat, yang ikut serta mendukung demi kelancaran program pembangunan ini dan ini dapat memotivasi kami untuk meningkatkan mutu dibidang pelajaran untuk peserta didik kami ke jenjang yang lebih baik lagi,” tutupnya./Angga-Wn


BANJAR | JABARCENNA.COM,- Beragam cara sekolah menerapkan atau mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum Merdeka 2023, kepada anak didik. Seperti melaksanakan kegiatan pameran karya seni anak didik maupun melaksanakan kegiatan diluar sekolah untuk mengenalkan anak instansi Pemerintahan.

Ini yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Banjar kepada para anak didiknya. Implementasi ini dilakukan dengan melaksanakan kunjungan ke Lapas Kelas IIB Banjar, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (3/8/2023).

Ini bagian dari penerapan kurikulum Merdeka dengan mengimplementasikan P5 kepada anak didik. Dimana anak didik diajak keluar lingkungan luar sekolah agar mengenal Lembaga Pemasyarakatan Mulai dari mengenal petugas hingga apa saja yang ada di Lapas.

Koordinator P5 SMPN 2 Banjar Saepudin mengatakan, hari ini sekolah mengajak para siswa siswi anak didik melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIB Banjar. Kegiatan ini sesuai dengan kurikulum merdeka yang mana didalamnya ada projek penguatan profil pelajar Pancasila.

"Kami pada kesempatan ini khususnya mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan diberikan tugas guru PPKN pembelajaran di luar sekolah kami mengadakan kunjungan ke Lapas. Anak didik diberikan lembar kerja pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan di Lapas," ujar Saepudin disela-sela kegiatan kunjungan di Lapas Banjar.

Saepudin menuturkan, pengenalan Lapas Banjar ini diikuti oleh 8 kelas atau rombongan belajar. Para siswa dikenalkan bagaimana dan apa-apa saja yang ada di Lapas Banjar. "Total siswa didik yang hadir mengikuti kunjungan ke Lapas Banjar sebanyak 236 anak. Mereka para siswa dari 8 kelas dan ditambah 13 orang guru atau tenaga pendidik yang mendampingi," kata Saepudin./TM






BANJAR /| JABARCENNA.COM,- Polres Banjar mengajak ratusan anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Banjar berkumpul untuk merayakan Hari Anak Nasional, yang diselenggarakan di Alun-alun Kota Banjar, Rabu ( 26/07/2023).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak TK akan melakukan berbagai macam lomba dan kegiatan hapalan surat-surat pendek.

Menurut Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo,S.H.,S.IK.,M.M kegiatan ini sebagai salah satu bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak di Kota Banjar sebagai generasi penerus bangsa.

"Dengan kegiatan ini, Kita ingin menunjukan kepada anak-anak yang tidak memiliki beban apapun, kita bisa membuat mereka bahagia.

Karena untuk bisa hidup lebih baik dimulai dengan rasa bahagia, " ucap Kapolres Banjar.

Selain itu, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengalihkan sekilas perhatian anak-anak terhadap gadget.

"Di sini kita juga mengenalkan berbagai jenis permainan kepada anak-anak. Dan ini sebagai satu upaya untuk mengalihkan sekilas perhatian anak-anak dari gadget yang selama ini menjadi satu hal yang tidak bisa lepas dari anak, " tambahnya.

Direncanakan kegiatan ini dijadikan agenda rutin tahunan untuk memperingati Hari Anak Nasional./TM





KUNINGAN | JABARCENNA.COM,- Tahun pelajaran 2022-2023 telah berakhir dan perpisahan tersebut menjadi momen mengharukan bagi siswa-siswi kelas akhir karena mereka harus bersiap meninggalkan almamater tercinta serta berpisah dengan guru-guru yang mendidik mereka selama di sekolah.

SMP Negeri 1 Luragung Kabupaten Kuningan menggelar acara pelepasan dan perpisahan Siswa siswi kelas IX dengan tema "Kejar Cita-cita, Raih Prestasi, dan Sukses Untuk Masa Depan", acara yang di gelar di luar Kota Kuningan selama dua hari ini sekaligus mengadakan kegiatan Wisata Pendidikan ke SMP Negeri 2 Yogyakarta, selama dua hari Sabtu-minggu di Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Luragung H Aan Sutisna M.Pd mengatakan ada 279 Siswa yang lulus 100% untuk kelas IX, dan untuk yang ikut hadir dalam wisata pendidikan ke yogyakarta itu diikuti sekitar 213 siswa adapun yang tidak ikut itu dikarenakan ada berbagai halangan, ucap Kepsek


Dalam gelaran kelulusan yang dilaksanakan di luar kota tersebut alhamdulilah berjalan lancar tanpa ada halangan apapun. Kita melaksanakan kegiatan di luar kota ini selama dua hari dengan berbagai kegiatan kunjungan yang diantaranya melakukan study banding ke SMPN 2 Yogyakarta, Monjali, Candi Prambanan, Monumen Merapi, dan Gunung Kidul.

Sebelumnya kita juga dalam mengisi acara perpisahan untuk kelas IX ini diisi dengan berbagai kegiatan kreasi dan seni. Saya mengucapkan “Selamat kepada anak-anakku yang telah lulus dan berhasil menyandang predikat terbaik, semoga bisa terus berprestasi di kemudian hari,” ucapnya kepada jabarcenna.com, Sabtu (17/6/2023).


Ia pun menjelaskan, dengan adanya kegiatan Pelepasan di luar sekolah dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada para siswa. sehingga, minimal jika terjun ke masyarakat siswa ini bisa dengan mudah beradaptasi dengan masyarakat dimana pun ia berada.

Pihaknya pun berharap seluruh siswa bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, supaya mudah untuk mencari pekerjaan dimasa yang akan datang./Iwn-Angga
Diberdayakan oleh Blogger.